Petugas Kesehatan Positif Covid-19, Puskesmas Mapaddegat Tutup Sementara - SasarainaFM

Breaking

radio

Kamis, 10 September 2020

Petugas Kesehatan Positif Covid-19, Puskesmas Mapaddegat Tutup Sementara

Puskesmas Mapadegat Sipora Utara

SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT- Kabupaten Kepulauan Mentawai saat ini kembali bertambah satu orang petugas kesehatan terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang mana sebelum 17 dan bertambah satu menjadi 18.


Petugas kesehatan tersebut seorang perempuan umur 27 tahun, berdomisili di wilayah Desa Bukit Pamewa, Kecamatan Sipora Utara dan bertugas di  Puskesmas Mapaddegat.


Dengan demikian, untuk sementara waktu pelayanan di Puskesmas Mapaddegat akan dihentikan dan dtutup sementar waktu, guna meminimalisir penyebaran covid-19 semakin meluas.


"Kita ada penambahan kasus di Kepulauan Mentawai, yaitu petugas kesehatan kita, dan dia cukup aktif dalam kegiatan cek poin dan terakhir tes swab di posko pelabuhan Tuapeijat kemarin," kata Kepala Dinas Kesehatan, sekaligus juru bicara gugus tugas penanganan cobid-19 Mentawai, Lahmuddin Siregar, Kamis (10/9/2020).


Ia menyebutkan bahwa nanti akan dilakukan tracing pemeriksaan atau tes swab kepada seluruh petugas puskesmas untuk memastikan penularan covid-19.


Penutupan sementara puskesmas tidak ada batas waktu tertentu sebelum hasil swab seluruh petugas keluar maka tidak ada pelayanan sebab petugas akan isolasi mandiri, bisa lambat bisa cepat untuk dibuka kembali, termasuk di posko pelabuhan.


"Kalau di posko tetap kita buka karena harus ada pelayanan dan pemeriksaan atau cek poin pada setiap kapal masuk, namun kita akan lakukan penggantian petugas baru saja, kita akan panggil dari rumah sakit dua orang, dari Sioban dua orang, dan pelayanan administrasi dari Dinas Kesehatan turun tangan untuk mengisi kekosongan, jadi tetap jalan dia, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," kata Lahmuddin.


Ia menyampaikan, bahwa petugas sebelum melakukan tugasnya pihak terkait melakukan tes terlebih dahulu, dan setelah melakukan pemeriksaan ternyata yang bersangkutan positif.


"Positif ini tentu memberi kita peringatan, bahwa ada penularan tempat, ada penularan lokal, kita harapkan tidak ada penambahan kasus lain, tapi masyarakat bukan berarti tidak mau diperiksa, karena ini bukan aib, kita juga berpikir bagaimana masyarakat ini bisa mengikuti pemeriksaan," ujarnya.


Untuk kluster depot air minum, ada sekitar 244 yang akan di tracing, dan baru dilakukan swab 182 orang, sedangkan petugas kesehatan ada sekitar 70 orang yang akan diisolasi dan melakukan tes swab, dan sampai hari Rabu (9/9) sudah dikirim sekitar 4.999 sampel dari total 2.634 orang. (Str)