Selasa, 20 Agustus 2019

Ilustrasi

SASARAINAFM.COM │TUAPEIJAT -  Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Puskesmas Peipei Pasakiat Taileleu kecamatan Siberut barat daya (Sibaday), dokter Winaldi mengungkapkan dari tiga desa wilayah kerja puskesmas Peipei masih ada sekira 719 keluarga yang belum memiliki jamban sehat.

"Salah satu strategi kita untuk membantu masyarakat yang belum memiliki jamban yaitu dengan inovasi cetakan closet," ujar Winaldi, selasa (20/8)..

Ia menerangkan bahwa pembuatan jamban dengan cetakan closet dimulai sejak awal 2018 lalu dengan melibatkan masyarakat dan baru berhasil membuat 21 closet.

"Kita punya cetakan closet dan bahan yang digunakan adalah semen dan pasir. Satu sak semen bisa membuat 7 closet," paparnya.

Ia mengharapkan akhir tahun 2019 masing-masing keluarga Sibaday sudah memiliki closet / jamban sehat.

"Pembuatan closet ini sumber dananya adalah swadaya saya dan sumbangan dari beberapa resort karena kita belum mendapatkan anggaran khusus untuk membangun jamban warga," katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan injeksi dana untuk membantu biaya semen dan pasir untuk pembuatan jamban mengingat hal tersebut sangat krusial bagi kesehatan warga dan wilayah pariwisata yang bakal dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  tersebut.  (KS)

Ratusan karung beras Rastra yang bakal dibagikan kepada warga Tuapeijat 

SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT- Pemerintah Kabupaten Mentawai bakal membagikan 3,2 ton lebih beras sejahtera (Rastra) kepada  324 warga Desa  Tuapeijat.

Kepala Desa Tuapeijat. Pusuibiat T. Oinan, mengungkapkan pembagian  Rastra sebanyak 324 karung itu merupakan program tahap dua. 

Pada pembagian Rastra tahap 2 itu bakal dibagikan untuk 324 warga dengan masing-masing menerima 10 kilogram beras Rastra.

"ini lanjutan tahap I bulan April lalu, jadi masyarakat  yang belum menerima rastra tahap I, pada tahap II ini akan menerima. Jadi pembagian adil, " kata Pusuibiat T. Oinan, saat  disambangi pewarta sasarainafm.com  ruang kerjanya Selasa, (20/8)

Dia menjelaskan, yang masuk pada tahap I bulan April lalu sebanyak 5 ton, sementara  pada tahap II  sebanyak 3.2 ton lebih atau 324 karung. Rastra ini akan dibagikan kepada 324 kepala keluarga di  9 dusun diwilayah Tuapeijat.  

Kata dia,   9 dusun yang menerima bantuan rastra tahap II  yakni  Dusun jati, Dusun Kampung, Dusun Camp, Dusun Tuapeijat, Dusun Karoniet, Dusun Turonia, Dusun Mapadegat, Dusun Berkat dan Dusun Pukarayat. 

Rastra yang diterima setiap dusun yakni sebanyak 360 kg atau  36 karung. 
Pusuibiat T. Oinan, menuturkan dengan dibaginya Rastra itu diharapkan dapat mengurangi  beban ekonomi warganya.
Dia menyebutkan serapan rastra di wilayah Tuapeijat cukup tinggi, sehingga Rastra yang dibagikan belum mencukupi.

"Semua rastra itu disalurkan kepada masyarakat sesuai data yang layak menerima, namun karena serapan rastra ini cukup tinggi, sehingga penyalurannya di Tuapeijat  ini sebenarnya masih belum mencukupi" tuturnya.

Menurut dia, penyaluran rastra itu didistribusikan Perum Bulog ke kantor desa setempat untuk dibagikan kepada masyarakat miskin. Namun, mekanisme penyaluran rastra itu yang bertanggung jawab Kepala Dusun untuk mengambil dari titik distribusi di kantor desa.

Selanjutnya, rastra tersebut diambil maka kembali disalurkan kepada masyarakat yang layak menerima.

Masyarakat penerima Rastra sebanyak 10 kilogram/KK itu  cukup dirasakan masyarakat berpenghasilan rendah.

Tiarasi (60) seorang  janda warga Dusun  Camp mengaku bahwa dirinya merasa bahagia dan senang setelah menerima rastra dari pemerintah.

"Saya senang menerima rastra  dan mencukupi kebutuhan saya untuk beberapa minggu," ucapnya polos. (Nbl)

PEMBANGUNAN
KESEHATAN
PERISTIWA
Photobucket
Diberdayakan oleh Blogger.
JURNALISTIK
SOSOK
Photobucket
LPPL Radio Sasaraina Pemkab Mentawai
Jl.Raya Tuapejat KM.2 Sipora Utara Kab.Kep.Mentawai
tel.:0759 320006/fax.:0759 320223
HP. 082390747044