Headline News :

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru

Mari kita menjadi pembawa cinta kasih, damai dan terang bagi dunia. Selamat Natal, semoga kehidupan kita dan keluarga selalu dipenuhi dengan cinta dan damai..

Uma Rumah Tradisional Suku Mentawai

Uma adalah nama untuk rumah tradisional suku Mentawai yang Uma ini dihuni oleh secara bersama oleh lima sampai sepuluh keluarga. Secara umum konstruksi uma ini dibangun tanpa menggunakan paku, tetapi dipasak dengan kayu serta sistem sambungan silang bertakik.

Surga Dunia di Bawah Laut Mentawai

Bagi wisatawan yang senang akan wisata bahari, Mentawai adalah tempat yang sangat tepat untuk menyalurkan kesenangan mereka. Karena memang Mentawai terkenal akan keindahan alam bawah laut yang mengagumkan.

Ombak Mentawai diburu pesurfing profesional

Mentawai identik dengan para bule penggila olahraga surfing. Para penikmat ombak ini mengkategorikan ombak di Mentawai sebagai salah satu ombak yang harus dicumbui para surfer profesional.

Studio/Office : Jl.Raya Tuapejat KM.2 Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai-Sumatera Barat Telp/Faks.0759 320099 HP.085355441044 = Website : www.sasarainafm.com = Facebook : www.facebook.com/Radiosasaraina = Twitter : @radiosasaraina = Yahoo Messenger :sasarainafm@ymail.com = Skype:radio.sasaraina

Senin, 23 Desember 2013

6 Prioritas Percepatan Pembangunan Mentawai


Memasuki tahun ke tiga,  Kabupaten Kepulauan Mentawai dibawah kepemimpinan Yudas Sabaggalet  dan wakilnya Rijel Samaloisa terus memacu enam program prioritas pembangunan untuk membawa daerah yang berjuluk “ Bumi Sikere” itu keluar dari ketertinggalan, sehingga kondisi kehidupan  masyarakat setempat dapat lebih baik.
Ditemui di ruang kerjanya di Tuapejat, Rabu (18/12) Yudas Sabaggalet  mengatakan optimis dapat melaksanakan enam program  unggulan untuk percepatan pembangunan di daerahnya, seperti  yang pernah dia  usung bersama pasangannya Rijel Samaloisa sebagai wakil bupati pada saat penyampaian  visi pembangunan dan memenangi pemilukada Mentawai 2011 lalu.
“  Ada sembilan program pembangunan, namun yang menjadi prioritas untuk percepatan pembangunan, agar Mentawai ini segera keluar dari ketertinggal, ada enam program prioritas, yaitu pembangunan infrastruktur jalan yang kita sebut dengan Trans Mentawai, , pengembangan ekonomi kerakyatan , Puskesmas Plus, Sekolah Unggul, peningkatan SDM aparatur, dan Mentawai terang.”  Ujarnya.
Ia menjelaskan program trans Mentawai merupakan upaya membuka jalan di empat pulau besar yaitu dari Siberut,Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan  sehingga di sepanjang pulau dapat ditempuh kendaraan roda empat.
“ Masalah trans Mentawai ini memang berat, namun saya yakin saat selesai masa jabatan saya pada 2016 nanti, mudah-mudahan sudah bisa mencapai 70 persen pembangunanya, dan tahun 2014 nanti, kita kembali mendapat suntikan dana dari kementrian PU, sebesar  10 Milyar lebih untuk menyelesaikan jalan dari Tuapejat sampai Sioban, dan  suntikan dana ini akan terus dilakukan, maka saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak untuk cari uang, dan jangan beri beban.” Tegas Yudas.
Menurut Yudas, dengan terbukanya akses transportasi antar wilayah serta antar pulau, hal itu akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang berdampak positif pada peningkatan aktifitas ekonomi, yang sebenarnya sudah digerakkan oleh pemerintah daerah maupun swasta, namun dalam peningkatan sektor ekonomi ini,  Kata Yudas, Pemerintah  Mentawai lebih terfokus pada masalah pertanian, dengan memulai melakukan perluasan cetak sawah baru, dan pelatihan para petani.
“  Sekarang ini kita melalui dinas pertanian, telah menargetkan  perluasan sawah sebanyak 265 hektar,ditambah rehabilitasi sawah seluas 95 hektar, sehingga kita harapkan pada tahun 2016  mendatang sudah ada cetak sawah baru seluas  1.600 hektar, dan kita yakin kalau itu terlaksana, maka pada tahun 2016 nanti saya yakinkebutuhan pangan di  Mentawai akan bisa dipenuhi.” Kata Yudas.
Kemudian, Pemkab. Mentawai juga  membangun  sekolah unggul sebagai upaya menyiapkan generasi muda Mentawai untuk dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, selain itu Pemkab juga  melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri ataupun swasta  di beberapa daerah sebagai tempat  belajar putra-putri Mentawai dengan pemberian beasiswa, termasuk menyekolahkan para pegawai negeri sipil (PNS) sampai jenjang pendidikan Strata Dua (S2) untuk peningkatan kualitas  jajaran aparatur di Mentawai.
“  Untuk putra-putri daerah  terbaik yang memenuhi syarat  kita sekolahkan di IPB, Unand dan juga di lembaga pendidikan dibawah Kementrian Perhubungan, begitu juga bagi PNS, kita berikan fasilitas untuk sekolah sampai jenjang S2, kita baru saja sekolahkan ada 20 PNS di UGM Yogya, dan ada 10 guru yang kita biayai sekolah di Universitas  Negeri Jakarta, ini akan terus dilakukan untuk peningkatan kualitas bagi PNS di sini.” Ujarnya
Menyinggung tentang peningkatan pelayanan dibidang kesehatan, Yudas memaparkan, pihaknya sampai saat ini tengah mengembangkan  empat puskesmas plus yaitu di Sikakap, Sipora Selatan, Siberut Utara dan Siberut Selatan.  Kata Yudas pengembangan pelayanan  kesehatan melalui puskesmas plus itu perlu dilakukan, karena merupakan  kebutuhan dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.
Menurut dia, jauhnya jarak tempuh  antar daerah dengan pusat pemerintahan  di Mentawai yang membutuhkan waktu dan biaya besar, merupakan faktor  utama yang menyebabkan  harus meningkatkan pelayanan  kesehatan, sehingga diperlukan terobosan seperti membentuk Puskesmas Plus.
“ Puskesmas Plus ini seperti puskesmas  biasa, tapi didalamnya kita lengkapi dengan sarana medis yang memadai seperti layaknya rumah sakit, disana ada dokter specialis, dan tenaga medis lainnya, sehingga bagi masyarakat di siberut misalnya, tidaklah perlu ke rumah sakit di Tuapejat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, karena di puskesmaspun sudah sama layanannya.” Katanya.
Selain dikembangkannya puskesmas plus, untuk peningkatan layanan kesehatan yang lebih baik, Pemkab Mentawai juga telah mengambil  alih kegiatan Pos  Pelayanan Terpadu (Posyandu) , dan  melalui  rumah sakit  daerah di Tuapejat juga telah dijalin kerja sama dengan  fakultas kedokteran Universitas Andalas Padang dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta  menempatkan para dokter specialis  yang bertugas di Mentawai, dan bergilir setiap enam bulan sekali.
Kemudian pada program Mentawai terang, Pemkab Mentawai juga telah berupaya mengembangkan dengan cara  menggunakan etanol yang diambil dari singkong, dan dari buah nipah sebagai bahan alternatif pengganti bahan bakar minyak, selain juga mengupayakan peran aktif masyarakat melalui program PNPM Mandiri Perdesaan, untuk membantu mewujudkan program Mentawai terang ini.
“ Saat ini baru sekitar 20 persen yang ada lampu di desa, dengan program Mentawai terang dan melibatkan peran aktif masyarakat ini, saya yakin dalam waktu dekat  bisa mencapai 80 persen di sebagian besar desa di Mentawai dapat diterangi listrik.” Tandas Yudas.
Yudas menyebutkan, melalui APBD tahun 2013 juga telah dianggarkan dana sebesar 3 milyar rupiah untuk melaksanakan program Mentawai terang tersebut untuk percepatan kepemilikan listrik diseluruh wilayah.
Kebutuhan listrik bagi masyarakat dengan populasi  86.491 jiwa didaerah kepulauan  seluas  6.011,35 kilo meter persegi dan memilik 43 desa  tersebut  menurut pemerintah daetah setempat  dibutuhkan,  sebab saat ini masih termasuk daerah paling tertinggal di Provinsi Sumbar.
Sementara untuk memperkuat kelembagaan di tingkat pemerintahan desa, kata Yudas, Pemkab.Mentawai telah melantik berdirinya Badan Pemeritahan Desa (BPD), dan hal itu merupakan prestasi nasional dan belum pernah terjadi sebelumnya.
“ Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, kita  melakukan pemberdayaan pemerintah ditingkat pedesaan melalui BPD, dengan menggunakan alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp. 600 juta, mereka dapat berpartisipasi aktif dalam membangun desanya sendiri, tanpa ada ketergantungan lagi dengan pemerintah kabupaten.” Ujar Yudas.
Pada bagian akhir, program  pembangunan yang saat ini sedang berjalan dan menjadi agenda nasional, adalah program wisata bahari yang dikelola dinas pariwisata melalui kegiatan surfing tingkat nasional ataupun dunia.
“  di daerah lain ada event tour de singkarak, ada para layang, ada  lomba perahu naga, kita juga punya event yang sudah menjadi agenda nasional yaitu kompetisi surfing, ini sudah mendapat support yang positif dari provinsi, dan terus akan kita kembangkan. “ Pungkas Yudas. (***)


Perayaan Natal Oikumene PNS, TNI, POLRI, Swasta dan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai

Bupati : “ Natal Wujudkan Kehidupan Yang Lebih Baik, Damai dan Harmonis di Mentawai.”

Bupati Mentawai-Sumatera Barat, Yudas Sabaggalet menyebutkan keharmonisan antar umat beragama sudah tercipta sejak zaman dulu di Mentawai, dan hal itu bukalah retorika tapi memang suatu kenyataan hidup di Mentawai, dimana banyak di temui dalam satu keluarga di Mentawai yang berbeda agama dan keyakinan, antara bapak, ibu dengan agama atau keyakinan yang dianut oleh anak-anak mereka, ataupun sebaliknya, tetapi mereka tetap menjalankan kehidupannya secara harmonis tanpa adanya pertentangan.
“ Ini mungkin perlu di ekspos kembali dan perlu diketahui oleh semua orang,  saat ini masih ada segelintir orang di pusat  sana yang masih enggan berbicara tentang Mentawai, karena berdasarkan info yang mereka dapat, katanya di Mentawai masih ada larangan bagi umat tertentu untuk menjalankan ibadahnya, ini sangat keliru dan tidak benar.”  Kata Bupati Yudas pada sambutan perayaan Natal Oikumene bagi Pegawai Negeri  Sipil (PNS), TNI, POLRI, Swasta dan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai yang digelar di gereja GKPM Tuapejat, Senin (16/12)
Menurut  Yudas, bukan hanya agama dan keyakinan saja terjadi keberagaman di daerah yang dipimpinnya, tapi di Kabupaten yang berjuluk “Bumi Sikere” ini juga terjadi keragaman etnis dan budaya. Dengan  adanya keberagaman itu kata Yudas merupakan modal sosial dalam mewujudkan pembangunan Mentawai kedepan.



“ Pada bulan Mei  lalu kita kumpulkan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan adat yang beragam di  Kabupaten kita ini, dan terciptalah suatu harmonisasi kerukunan umat beragama, ini tentunya sebagai modal sosial dalam rangka perwujudan pembangunan Mentawai kedepan, maka saya meminta  kepada  orang yang datang dari luar, tolong ini dipertimbangkan, ini lingkungan kami yang memang penuh keragaman, dan sampai saat tidak ada masalah” Ujar Yudas.
Pada tahun anggaran 2014 mendatang, dibidang keagamaan, Pemkab Mentawai  mempunyai beberapa agenda besar yaitu pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten yang akan di Kecamatan Sikakap, dan keikutsertaan Mentawai sebagai wakil provinsi Sumatera Barat pada PESPARAWI (Pesta Paduan Suara Gerejawi), dan juga membantu pembangunan beberapa rumah ibadah baik Gereja maupun Masjid di  setiap kecamatan.
Pada perayaan Natal Oikumene PNS, TNI. Polri, Swasta dan Masyarakat yang dilaksanakan dengan mengangkat tema “ Datanglah, Ya Raja Damai !” (Bdk.Yes.9:5) yang digelar secara sederhana namun hikmat itu, Bupati Yudas juga mengharapkan dengan Semangat Natal dapat terwujud Kehidupan Yang Lebih Baik, Damai dan Harmonis di tengah keragaman di Mentawai.







Ikut hadir pada acara tersebut, antara lain Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Rijel Samaloisa, Ketua DPRD Mentawai, Hendri Dori Satoko, Kapolres Mentawai, AKBP Deni Siahaan, Komandan Distrik Militer (Kodim) 0319/Mentawai yang diwakili Kasdim, Mayor Dax Sianturi, para pastor/pendeta dari beberapa gereja di Mentawai, dan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Mentawai.

Acara juga dimeriahkan dengan persembahan pujian dari Gita Swara Mentawai,  Chrismas Dance, penampilan Koor GKLM Mapadegat, Koor BNKP, Vokal Group Sekolah Minggu GpdI Sangkakala, Vokal Group GISI,  Vokal Group GBI, dan panitia juga mendatangkan 3 artis dari Jakarta yaitu Mawar Simorangkir, Vinna Gracia, dan Lidya Nursaid yang tampil memukau dengan membawakan lagu-lagu pujian bernuasa dangdut. (Dio)

Selasa, 05 November 2013

Bank Nagari Mentawai Kucurkan Dana Beasiswa

Mentawai (sasarainafm.com)- Bank Nagari Cabang Tuapejat-Mentawai, kucurkan dana beasiswa sebesar Rp. 100 juta rupiah untuk siswa-siswi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah  Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kepala Cabang Bank Nagari Tuapejat, Dedi Indra mengatakan, dana beasiswa yang dikucurkan melalui program Corporate Social Responcibility (CSR) itu merupakan dana yang dikucurkan setiap tahun untuk membantu biaya pendidikan bagi siswa berprestasi dan kurang mampu dari tingkat SD sampai SMA, dengan masing-masing alokasi pembagian sebesar Rp. 500 ribu rupiah untuk siswa SD, Rp. 750 ribu rupiah untuk siswa SMP, dan sebesar Rp. 1 Juta untuk siswa SMA, dengan pengelolaan diserahkan sepenuhnya kepada dinas pendidikan di daerah masing-masing.

“ Ini program CSR untuk seluruh Sumbar, dan sudah dimulai beberapa tahun terakhir ini, kita bantu untuk peningkatan pendidikan bagi anak didik di tingkat SD, SMP maupun SMA, dan peng-alokasiaan atau pembagiannya kita serahkan kepada dinas terkait,” kata Dedi usai menyerahkan beasiswa kepada para siswa tingkat SD, SMP dan SMA di desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah Mentawai, Senin (4/11)

Menurut Dedi, selain memberikan bantuan beasiswa pada setiap tahunnya, Bank Nagari Sumatera Barat yang saat ini di Mentawai telah berdiri dua cabang yaitu di Tuapejat, dan Muara Siberut itu juga aktif berpartisipasi  dalam memsukseskan kegiatan-kegiatan yang digelar Pemerintah Daerah, seperti pada acara Bulan Bakti Gotong Royong ke X. Dan HKG PKK ke 41 tingkat Kabupaten Mentawai yang digelar di desa Saibi Samukop- Siberut Tengah.

“ Ya kita berupaya membantu untuk terselenggaranya setiap event yang berdampak langsung ke masyarakat, mudah-mudahan ini dapat membantu, karena bank Nagari ada kan juga karena masyarakat.” Ujar Dedi
Dedi mengharapkan dengan adanya bantuan beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu tersebut setidaknya dapat membantu para  siswa untuk lebih terpacu dalam menempuh pendidikan, dan juga ada rangsangan bagi siswa penerima bantuan untuk belajar berhemat dengan cara menabung, pasalnya bantuan yang diberikan itu diberikan dalam bentuk tabungan. (***)

Senin, 04 November 2013

Bupati : Masyarakat Mentawai Terancam 4 Macam Kemiskinan

Mentawai-Sumbar (sasarainafm.com)- Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengajak warga Mentawai kembali menghidupkan tradisi gotong royong untuk hindari ancaman 4 jenis kemiskinan di daerahnya.
Yudas menyebutkan, kekayaan  sumber daya alam, laut dengan ikan yang melimpah ternyata belum dapat mengangkat kesejahteraan warganya, di bidang pendidikan masih lebih dari 36 persen warga Mentawai tidak tamat Sekolah Dasar (SD), bahkan dibanding dengan daerah lain di provinsi Sumatera Barat, Sumber Daya Manusia (SDM) Mentawai masih tergolong terendah.

Kakayaan sumber daya alam yang belum dapat terimbangi dengan sumber daya manusia tersebut kata Yudas, hendaknya tidak mematahkan semangat memacu mengejar ketertinggalan, melalui gotong royong, dan terhindar dari ancaman 4 macam kemiskinan, yakni miskin spritualitas, miskin motivasi, miskin relasi dan miskin materi.

“ Coba, apakah tadi ada yang memperhatikan, saat saya memberikan beasiswa kepada anak didik kita, tidak satupun dari anak didik kita yang mengucapkan terima kasih, ini suatu ancaman bahwa anak didik kita telah mengalami kemiskinan spritualistas, masih ada guru merokok di saat mengajar, dan  masih banyak siswa yang tidak jujur dengan cara menyontek dalam ujian, ini semua ancaman kemiskinan spritualitas yang akan mengancam pendidikan.” Kata Yudas pada Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong ke X dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Ke 41 tingkat Kabupaten Kepulauan Mentawai di desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah- Mentawai, Senin (4/11).

Selain kemiskinan spritualitas, Yudas juga mengajak warganya untuk menghindari kemiskinan motivasi dan  kemiskinan relasi. Menurutnya, dalam mengejar ketertinggalan tiada kata lain untuk terus berpacu dan berperan dalam pembangunan.
“ Kembali saya katakan, jangan pernah harapkan ada pembangunan yang turun dari langit, pembangunan itu dimulai dari tanah, kita kerjakan bersama dengan bergotong royong, dan ini tentu membutuhkan relasi atau pergaulan, kita tidak boleh menutup diri dalam membangun Mentawai harus, kita butuhkan jaringan dengan tidak meninggalkan jati diri selaku orang Mentawai.” Ujarnya.

Pada Pencanangan bulan bakti gotong royong ke X dan HKG PKK ke 41 tingkat Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dilaksanakan Pemkab Mentawai melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Mentawai dengan mengambil tema “ Bangkitkan Semangat Gotong Royong Melalui Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Menuju Masyarakat Madani dan Sejahtera” itu juga diserahkan bantuan beasiswa dari Bank Nagari Cabang Tuapejat Mentawai, untuk 5 siswa SD masing-masing sebesar Rp. 500 ribu rupiah, untuk 5 siswa tingkat SMP masing-masing sebesar Rp. 750 ribu, dan 5 siswa tingkat SMA persiswa sebesar Rp. 1 juta rupiah. Acara berlangsung meriah dan digelar di pelataran SMP Negeri 1 Siberut Tengah. Pencanangan ditandai pemukulan kentongan oleh Bupati Mentawai yang disaksikan Ketua DPRD Mentawai, Hendri Dori Satoko, Asisten II bidang pembangunan, Staf ahli bidang kesra Seminar Siritoitet, Kepala BPMP-KB, Joko Haryanto, Kepala Dinas Pendidikan Sermon Sakerebau, Ketua TP.PKK Mentawai, Rosmaida Yudas, kepala cabang Bank Nagari Mentawai, Dedi Indra, para pejabat di lingkungan Kecamatan Siberut Tengah,  para pemuka masyarakat di kecamatan Siberut Tengah, dan ratusan siswa-siswa dari SD sampai SMA. Acara dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa tempat kegiatan gotong royong, diantaranya lokasi pembukaan jalan sepanjang 800 meter dan pembukaan areal petak sawah baru seluas 13 hektar di desa Saibi Samukop.(***)

Selasa, 29 Oktober 2013

Bupati Minta Maaf Atas Keterlambatan Pembangunan Huntap

Mentawai- Sumbar (sasarainafm.com)- Bupati Kepulauan Mentawai- Sumatera Barat, Yudas Sabaggalet meminta maaf atas keterlambatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban gempa dan tsunami yang terjadi di beberapa bagian wilayah daerah setempat 3 tahun lalu.
Menurut Yudas, tidaklah perlu mencari siapa yang salah atas keterlambatan pembangunan huntap itu, namun yang jelas, seluruh persoalan sudah dapat diatasi dan dalam waktu dekat percepatan pembangunan hunian tetap bagi 2.072 korban gempa tsunami  Mentawai dalam waktu dekat akan segera diselesaikan.
“ Saya secara pribadi, dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf atas, dalam tanda petik, tidak cepatnya penanganan dalam pembangunan hunian tetap, tapi saya mohon tidak perlulah kita mencari siapa yang salah, saat ini kita telah mulai kembali melaksanakan pembangunan itu, dan dalam waktu dekat segera dikucurkan dana Rp. 68 Juta  untuk satu unit  huntap, dan dana talangan dari work bank untuk land clearing.” Kata Yudas dihadapan puluhan warga Kecamatan Pagai Selatan pada peringatan mengenang 3 tahun terjadinya tsunami, yang diperingati dengan sederhana di gereja GKPM Eru Paraboat desa Malakopak-Pagai Selatan- Mentawai, Jumat (25/09).
Dalam rangka percepatan pembangunan huntap itu, juga telah dibentuk para tenaga fasilitator sebanyak 40 orang yang akan membantu secara teknis, ekonomi dan sosial budaya dalam pendampingan kepada warga.
“ Saat ini saya juga serahkan kepada bapak-ibu, para tenaga fasilitator yang telah melalui proses pendidikan bersama anggota Kodim di Tuapejat, tenaga fasilitator inilah yang nantinya akan mendampingi bapak-dan ibu, dalam proses percepatan pembangunan huntap.” Ujar Yudas.
Peringatan 3 tahun terjadinya bencana gempa dan tsunami Mentawai, yang digelar dengan acara kebaktian, doa bersama dan dialog langsung bersama Bupati itu juga dihadiri para angota DPRD Mentawai dari daerah pemilihan Pagai selatan dan Utara, kepala PU Mentawai, Staf ahli Bupati bidang pendidikan, camat Sikakap, dan beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemkab.Mentawai.
Pembangunan huntap untuk korban gempa dan tsunami Mentawai yang  terbengkalai dan nyaris batal itu telah berlangsung selama 3 tahun sejak terjadinya bencana dahsyat  yang merenggut  nyawa  500 lebih warga Mentawai yang mendiami kawasan Kecamatan Pagai Selatan, Pagai Utara, Sikakap dan Kecamatan Sipora Selatan.
Pembangunan  huntap untuk korban gempa dan tsunami Mentawai nyaris  tidak bisa dilaksanakan terlebih sejak Kementrian Keuangan RI meminta dana huntap itu dikembalikan. Alasan Kemen-Keu meminta Pemprov  mengembalikan dana itu adalah pemanfaatan dana tersebut telah melampaui batas tahun anggaran 2012, sehingga menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.  Kementrian memerintahkan Pemprov. Sumbar dan Pemkab Mentawai agar menyetorkan  sisa anggaran kegiatan rehap rekon tahap I sebesar Rp. 382,61 miliar, meski proses land clearing (pembersihan lahan) telah dimulai.
Molornya pembangunan huntap juga disebabkan terlambatnya perizinan dari kementrian kehutanan terhadap pemanfatan hutan negara menjadi areal mukiman korban tsunami.
Total anggaran kegiatan rehap rekon Mentawai yang harus disetorkan kembali sebear Rp. 382, 61 miliar dengan rincian yang harus disetorkan Pemrov sebesar Rp. 184, 615 miliar dan Pemkab Mentawai Rp. 198 miliar, dengan total anggaran untuk pembangunan huntap sebesar 480 miliar. (***)

Kamis, 24 Oktober 2013

Warga Mentawai Belajar Bikin Beras Analog

Goiso'Oinan-Mentawai (sasarainafm.com)- Pemerintah provinsi Sumatera Barat melalui Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan satu perangkat mesin pengolah beras analog, mie dan bihun kepada kelompok tani Bangkit desa Goiso Oinan, Sipora Utara Kabupaten Mentawai.

Firdaus, Staf ahli Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sumbar menyebutkan , mesin pengolah beras analog yang diberi nama Ekshuder Multifungsi dan dihibahkan kepada masyarakat Mentawai itu merupakan hasil rakitan para mahasiswa Politeknik Pertanian (Politani) Universitas Andalas Padang, senilai Rp.200 juta  rupiah lebih  itu merupakan pilot project  dari program Model Pengembangan Pangan Pokok Lokal (MP3L) Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sumbar dan dimaksudkan untuk mengajak masyarakat dapat mengembangkan pangan lokal berupa jenis tepung seperti sagu, ubi kayu, ubi jalar, jenis beras-berasan berupa jagung dan ubi kayu serta jenis mie yakni ubi kayu, jagung dan sagu.

“ Kita pilih Mentawai untuk pilot project ini, karena kita lihat masyarakat disini masih banyak mengkonsumsi makanan dari umbi-umbian, sagu dan talas, yang sebenarnya jenis-jenis makanan lokal ini bisa dikembangkan menjadi beragam konsumsi pangan,” Ujar Firdaus di Goisi Oinan, Selasa.

Firdaus mengatakan, satu paket mesin ekshuder multifungsi yang terdiri dari mesin pemarut, alat pengedap batang sagu, penyaring,  pengayak  multifungsi dan dilengkapi genset tersebut nantinya dapat dipergunakan  masyarakat untuk mengolah berbagai bahan pangan pokok lokal menjadi beragam makanan untuk diproduksi menjadi usaha ekonomis produktif.
Sementara, Kepala dinas Pertanian Mentawai, Nofriadi menyebutkan masyarakat Mentawai belum familier dengan budaya tani bertanam padi sawah, sehingga produksi  beras tidak sebanding dengan konsumsi.

“ Kita sedang mengembangkan program cetak sawah di beberapa lokasi, dan  dengan adanya hibah mesin ini tentu akan membantu masyarakat untuk mengembangkan  aneka ragam konsumsi pangan dan mengurangi konsumsi beras dengan mengkonsumsi  bahan pangan lokal lain melalui pengolahan.”  Kata Nofriadi.
 
Selain dilatih untuk meng-operasionalkan  mesin Ekshuder Mungtifungsi  itu, masyarakat setempat juga diajari untuk mengolah berbagai ragam makanan yang berasal dari bahan pangan  pokok lokal menjadi beragam makanan,  seperti  pembuatan beras sagu Mentawai atau beras analog, pengolahan mie saguri, dan pembuatan beragama kue, yang dipandu oleh beberapa  staf pengajar teknologi pangan Politeknik Pertanian  Negeri Payakumbuh. (***)

Sabtu, 05 Oktober 2013

Kapolres Mentawai Ajak Warga Adukan Polisi Nakal

Mentawai- (sasarainafm.com)- Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Mentawai, AKBP Denny Siahaan meminta masyarakat Mentawai untuk tidak segan dan takut melaporkan, bila mendapati ada anggota polisi dijajarannya yang berprilaku nakal dan menyimpang dari ketentuan kedinasan seorang aparat.
Menurut Denny,  polisi mempunyai empat fungsi dalam menjalankan tugasnya yaitu sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Sedangkan fungsi terakhir adalah sebagai penegak hukum terutama dalam bidang keamanan, dan ketertibaan masyarakat (Kamtibmas), sehingga jika seorang polisi tidak bisa memberikan pelayanan yang baik terutaman dibidang kamtibmas, atau mungkin telah berani mengubah status dari seorang aparat menjadi keparat, karena prilakunya yang menyimpang dari ketentuan hukum, maka dia harus segera ditindak, karena prilaku aparat yang seperti itulah yang bisa merusak negara.
“ Tolong bapak, ibu beri masukan dan hubungi kami, seandainya mengetahui ada anggota kami yang berprilaku menyimpang   dari etika seorang aparat,  jangan dibiarkan karena prilaku aparat yang seperti itu dapat merusak negara.” Kata Denny didepan puluhan guru dan kepala sekolah dasar (SD) pada acara pelantikan pejabat fungsional di lingkungan kecamatan Sipora yang diadakan di gedung nasional Sioban, Sipora selatan, Sabtu (9/10).
Denny Siahaan yang baru tiga bulan menjabat sebagai Kapolres di Mentawai itu menyebutkan, dengan segala keterbatasan yang ada, sebagai seorang polisi harus tetap memberikan yang terbaik terutama dalam masalah Kamtibmas kepada masayarakat, disamping itu amsyarakat juga dapat bertindak sebagai polisi sendiri.
“ Di Polsek Sioban, Sipora Selatan ini, hanya ada 17 personil, kalau dibandingkan dengan penduduk Sipora Selatan tentu sangatlah tidak sebanding, namun ini bukan alasan bagi polisi untuk tidak memberikan layanan yang baik.” Ujar Danny.
Dibagian lain Denny juga mengajak, para guru dan kepala sekolah dasar di desa Sioban untuk menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian setempat dengan menjalankan program polisi masuk sekolah yang nantinya dapat memberikan pembelajaran kepada siswa tentang bahaya narkoba, pembelajaran lalu lintas, pembinaan generasi atau pembelajaran hal lain terkait tugas-tugas kepolisian.
Sementara pelantikan terhadap 18 orang pejabat fungsional yang menduduki jabatan sebagai kepala Sekolah Dasar (SD), 2 orang sebagai pengawas TK/SD, dan 2 orang menjabat penilik olahraga cabang diknas itu dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet.  Acara diawali dengan peresmian kantor cabang Diknas Kecamatan Sipora Selatan di desa Sioban. Hadir pada acara itu antara lain, Wakil Bupati Mentawai, Rijel Samaloisa, Kapolres Mentawai, AKBP Denny Siahaan, Komandan Lanal Mentawai, Mayor Laut Simanjuntak, Kepala Diknas Mentawai, Sermon Sakerebau bersama pejabat di jajarannya, dan puluhan guru-guru sekolah dasar di desa Sioban. (**)

Kamis, 03 Oktober 2013

Akibat Pembalakan Hutan, Populasi Kera Mentawai Menurun

Mentawai (sasarainafm.com)- adanya eksploitasi hutan untuk membuka lahan baru, dan prilaku budaya masyarakat Mentawai  untuk berburu diduga sebagai penyebab menurunnya populasi kera asal Mentawai.
Keberadaan primata langka yang hanya hidup di hutan Mentawai dan sering disebut Bilou (Hylobares klossii) itu menurut  Organisasi Konservasi Faunna dan Flora Internasional(FFI) saat ini hanya tinggal seribu ekor yang diperkirakan masih menghuni diseluruh hutan Mentawai, diluar kawasan hutan Taman Nasional Siberut (TNS).

Charles Nahot Simanjuntak, peneliti dari FFI menyebutkan pada tahun 2005, populasi bilou masih mencapai 25.000 ekor. Namun  berdasarkan penelitian FFI terakhir, populasi kera yang menurut masyarakat setempat bisa memberikan tanda akan adanya gejala alam seperti akan terhadinya gempa dan tsunami melalui lengkingan suaranya itu, kini hanya tigga sekitar seribu ekor.

" ini diluar kawasan TNS, berdasarkan penelitian kami hanya sekitar seribu ekor." ungkap Charles.

Menurut Charles berkurangnya populasi primata yang dilindungi tersebut, karena adanya ekploitasi hutan baik secara legal  maupun ilegal, pembukaan lahan baru, serta prilaku budaya masyarakat Mentawai untuk berburu, padahal kata Charles, tingkat  produktivitas kera hutam itu tergolong cukup rendah, karena hanya dapat beranak 3-4 ekor selama 25 tahun.

" Bilou ini baru memasuki tahap produktif saat usia 7 tahun, dan sekali beranak, hanya menghasilkan satu ekor species baru dan uniknya primata ini setia sama pasangannya, jika betinanya mati, akan sangat jarang bilou jantan mencari pasangan  baru."ujar Charles.

Charles menjelaskan, selain bilou, FFI juga melakukan penelitian terhadap empat primata lainnya yang hidup di hutan Mentawai yaitu Simakobu (Simias concolor), Joja (Presbytis potenziani), Bokoi Macaa dan Macaca Siberu.

Penelitian yang dilakukan FFI dengan melibatkan masyarakat setempat itu dilakukan sejak tahun 2010, dengan dua sistem metode penelitian yaitu melalui sisten metode jalur dan metode fix point count. Metode jalur ini dilakukan dengan cara menyusuri jalur-jalur habitat bilou di Siberut, Pagai Utara, Pagai Selatan dan Sipora, sedangakan metode fix point count dilakukan dengan cara pembukaan pos pendengaran terhadap suara primata itu dengan jarak masing-masing 600 meter, kemudian dilakukan dicatat dengan menggunakan kompas dan GPS. (***)

Pembangunan

Berita Pembangunan lain »

Pendidikan

Berita Pendidikan lain »