Selasa, 16 Juli 2019

Kapal Simatalu dalam proses pemeliharaan di Galangan Kapal Sibolga
SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT – Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Bidang Laut, Tahun 2019 ini akan melakukan perawatan ( docking ) secara bertahap lima kapal antar pulau, diantaranya Kapal Km.Simatalu, Km Beriloga, Lct.Bakat Menuang, Km.Simasin dan kapal Km.Nade.

Kepala Bidang Laut Dishub Mentawai Amrial menyebutkan saat ini sudah ada  salah satu kapal antar pulau sedang dalam proses pemeliharaan di Sibolga, Provinsi Sumatera Utara.

“ Dari lima kapal yang akan kita docking tahun ini, satu diantaranya sedang dalam proses yakni kapal Km.Simatalu. pemeliharaannya itu memakan waktu sampai 45 hari dan pada tanggal 21 Juli kapal Km.Simatalu sudah bisa dioperasikan lagi,” kata Amrial.

Lebih jauh Ia memaparkan bahwa pemeliharaan kapal antar pulau itu dilaksanakan secara bertahap agar pelayanan transportasi antar pulau tetap bisa berjalan dengan baik, dimana setelah kapal Km Simatalu, selanjutnya giliran Kapal Beriloga naik galangan, berikutnya Lct.Bakkat Menuang, Km.Simasin dan terakhir kapal Km.Nade.

“ Tahun ini kita melaksanakan pemeliharaan kapal, mulai dari penggantian beberapa bagian kapal yang tidak layak atau rusak, sampai kepada pengecatan kapal, untuk kapal Simatalu dikerjakan dalam bentuk kegiatan Pengadaan Lansung (PL) dengan anggaran mencapai Rp 150 Juta, Km. Nade dan Km. Simasin memakan biaya kurang lebih Rp 200 Juta dan masih dalam bentuk proyek Pl.

Sementara itu dua kapal lainnya akan dikerjakan dalam bentuk proyek tender atau melalui proses lelang, dimana masing-masing nilainya mencapai Rp 450 juta untuk kapal Lct Bakkat Menuang dan Km. Berilogga mencapai Rp 300 Juta. 

“ Harapan kita kegiatan ini bisa berjalan dengan lacar dan selesai sebelum liburan akhir tahun, agar pelayanan transportasi laut pada akhir tahun 2019 ini dapat berjalan seperti biasanya. Kalau soal kendala kita di Mentawai belum ada galangan kapal yang bisa mengambil tender pemeliharaan kapal, sehingga terpaksa harus melakuka docking di Sibolga,” pungkasnya. (Red).



Presentasi  Kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian  Masyarakat Politeknik Negeri Padang Yuhefizar pada Rakor PID-TIK

SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Kabupaten Kepulauan Mentawai  memprakarsai Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa (PID)  Tim Inovasi Kabupaten (TIK) selama tiga hari (15-17/7) di tingkat Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Puji Rahayu Sekretaris DPMDP2KB Mentawai mengatakan  Rakor PID TIK bertujuan untuk menstimulasi pengelolaan dana desa agar lebih optimal,  dengan dibentuknya Tim Inovasi Kabupaten di tingkat Kabupaten dan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) di tingkat kecamatan, serta adanya pendampingan dari pendamping desa dan pendamping lokal desa.

"Kita berharap OPD terkait dapat bersinergi memberi stimulan pemikiran membantu desa memunculkan ide inovasi kegiatan. Sehingga dana tidak hanya terpaku pada pembangunan infrastruktur saja tapi ada loncatan-loncatan kegiatan yang meningkatkan kinerja dan aktivitas dana desa," kata Puji Rahayu di Tuapejat, Senin (15/7)

Kata Puji,  ke depan pihaknya akan menggelar kegiatan  Bursa Inovasi desa  di tiga kluster masing-masing pulau besar di Kepulauan Mentawai sebagai tahapan lanjutan dari Rakor PID TIK tersebut.

"Bursa Inovasi desa ini akan menampilkan capturing-capturing masing-masing desa apa saja yang sudah mereka lakukan terkait inovasi di desa masing-masing. Harapan kita masing-masing desa bisa saling share, dan meningkatkan wacana/pemikiran berinovasi di desa," tuturnya.

Bursa Inovasi desa di pulau Siberut akan dipusatkan di kecamatan Siberut selatan, pulau Sipora di kecamatan Sipora utara, Pulau Pagai utara dan selatan dipusatkan di kecamatan Sikakap.

Sementara Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Perangkat Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) provinsi Sumatera barat, Firmanto berharap rakor PID TIK mampu menstimulasi penggunaan dana desa lebih efisien, tepat sasaran, dan meningkatkan status desa tertinggal menjadi berkembang, maju, dan mandiri melalui inovasi desa.

Ia berharap adanya tindak lanjut yang dilakukan dari masing-masing OPD sesuai kewenangannya dan butuh keseriusan mengingat
Mentawai sebagai daerah maritim.

Pada saat bersamaan, Kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian  Masyarakat Politeknik Negeri Padang, Yuhefizar menambahkan bahwa konsep desa digital menjadi salah satu prioritas penganggaran dana desa terutama dalam menyampaikan informasi terkait unggulan desa ke dunia maya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Seharusnya setiap desa mempunyai website untuk mempromosikan desanya. Meningkatkan layanan  berbasis IT, dan membangun toko online produk andalan desa yang bisa dipasarkan ke dunia," paparnya selalu narasumber.
(KS)



PEMBANGUNAN
KESEHATAN
PERISTIWA
Photobucket
Diberdayakan oleh Blogger.
JURNALISTIK
SOSOK
Photobucket
LPPL Radio Sasaraina Pemkab Mentawai
Jl.Raya Tuapejat KM.2 Sipora Utara Kab.Kep.Mentawai
tel.:0759 320006/fax.:0759 320223
HP. 082390747044