Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar

Minggu, 22 September 2019

Tim SAR Mentawai saat menuju lokasi pencarian
SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT - Setelah sempat hilang kontak beberapa jam di Perairan Mentawai, tujuh penumpang long boat milik Dinas Koperindag Mentawai akhirnya ditemukan.

"Korban ditemukan dalam keadaan selamat. Sempat lost contact karena singgah ke sekitar area Karangmajat kecamatan Siberut Barat Daya akibat gelombang tinggi yang mencapai 2 hingga 3 meter, " ungkap Akmal Kepala Kantor SAR Kelas B Mentawai, Minggu (22/09).

Awalnya, kata Akmal long boat tersebut seharusnya sudah tiba di desa Tuapeijat sekira pukul 12.00 / 13.00 WIB siang tadi, namun karena hingga pukul 15.00 WIB tidak kunjung tiba dan tidak dapat dihubungi, Sekda Mentawai l, Martinus Dahlan berinisiatif  menginformasikan ke Tim SAR kelas B Mentawai.

Sebelumnya diketahui Long boat Dinas Koperindag Mentawai dilaporkan hilang kontak saat berangkat dari dermaga Muara Padang menuju pelabuhan Tuapeijat yang berangkat pagi tadi pukul 05.00 WIB.

Lokasi menghilangnya diperkirakan antar perairan Mentawai dan Padang dengan koordinat perkiraan LKP  1*37’23,52”S - 99*53’3,34” E dan jarak : 34,25* / 30 NM dari dermaga Tuapejat Sipora utara Mentawai.

Segera setelah mendapatkan informasi tersebut, Tim SAR kelas B Mentawai bersama stakeholder terkait segera meluncur menggunakan alut RIB 02 Mentawai dan peralatan SAR pendukung lainnya.

Akhirnya korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan tiba di dermaga Tuapejat sekira pukul 17.10 WIB sore.

"Kita juga sempat menyampaikan ke stasiun radio Pantai untuk menginformasikan ke kapal-kapal yang berlayar agar menginformasikan jika melihat keberadaan mereka," imbuh Akmal.

Adapun data 7 personil yang menumpang long boat  tersebut diantaranya;  Andi (42/L), Erik (40 / L), Adam (49/ L), Julpa (52/ L), Amar (13 / L), Nurlite ( 50/ P), Sari (48 / P), seluruhnya dalam keadaan selamat. (Kornelia Septin Rahayu)

Jumat, 20 September 2019

Tim BPBD Mentawai lakukan sosialisasi dan penyuluhan agar warga tidak bakar lahan0
SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT - Tim gabungan BPBD, Satpol PP, dan Damkar Mentawai melakukan tindakan persuasif melalui sosialisasi dan penyuluhan kepada warga agar tidak membakar lahan.

Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan itu dilakukan melalui monitoring atau patroli di tiga kecamatan yaitu  Sipora utara, Sipora selatan, dan Sikakap itu juga dimaksudkan untuk melakukan pengawasan  terhadap kemungkinan adanya pembakaran lahan oleh masyarakat setempat.

" Pada bulan Agustus lalu sudah terjadi kebakaran hutan dan ladang di daerah Taikako, Matobe di kecamatan Sikakap, nah kita saat ini lakukan patroli untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi lagi," Ujar Kalaksa BPBD Mentawai, Novriadi di Tuapeijat, Jumat (20/9).

Novriadi mengajak peran aktif para camat, kepala desa  khususnya di kawasan pulau Pagai dan juga Siberut ikut melakukan pengawasan dan patroli dalam
pencegahan kebakaran hutan lingkungan dan melakukan sosialisasi kepada warga.

"Sekecil apapun, kalau berdampak pada lingkungan, yang rugi masyarakat.Selain itu bisa dikenakan pasal pidana kepada pembakar lahan, untuk itu kita ajak peran aktif pemerintah di kecamatan dan desa untuk aktif dalam pengawasan ini," tutur Novriadi.

Saat patroli,kata Novriadi tim BPBD menemukan titik-titik pembakaran lahan yang dimonitor pada Kamis (19/09) diantaranya, Metrobibit 1 titik, Pogari 1 titik,  Rokot 2 titik,  dan Saureinuk 2 titik.

Dari pantauan tersebut pihaknya memberikan sosialisasi kepada para petani pembakar lahan dan melakukan pertemuan sekaligus koordinasi bersama aparat kecamatan dan desa. Adapun warga yang melakukan pembakaran lahan berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut.
(KS)

Rabu, 18 September 2019

Kalaksa  BPBD Mentawai Novriadi 

SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT- Badan Penanggulangam Bencana Daerah ( BPBD) Mentawai ingatkan warga berhati-hati terhadap ancaman bahaya kebakaran di musim kemarau saat ini.

Kepala Pelaksana BPBD Mentawai Novriadi meminta agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk membuka maupun membersihkan lahan pertanian dan perkebunan di musim kemarau yang berkepanjangan saat ini.

"Dalam kondisi kemarau panjang tahun ini akibat adanya El Nino, kita harus meningkatkan kewaspadaan sebagaimana arahan Presiden Jokowi di Riau awal minggu lalu, bahwasanya pencegahan lebih diutamakan daripada pengendalian atau pemadaman," ujar Novriadi di ruang kerjanya, Kamis (19/09).

Ia mengatakan bahwa pembersihan lahan sebaiknya dilakukan secara standar teknis yang disarankan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) / petugas apalagi kondisi saat ini sangat susah mencari sumber air untuk pemadaman.

Begitu juga katanya, dengan sampah-sampah sebaiknya dikumpulkan atau dibuang ke tempat yang sudah ditentukan.

Menyinggung dampak asap akibat kebakaran di kawasan hutan pulau Sumatera , kata Novriadi  dampak kabut asap yang cukup tebal sudah sampai hingga ke Mentawai.

"Meskipun dari sisi kesehatan dalam hal pernapasan belum terdampak, namun secara kasat mata sudah cukup mengganggu jarak pandang," ungkapnya.

Adapun Potensi kemudahan kebakaran hutan / lahan yang ada di Mentawai menurut pemetaan pewarnaan dari analisa parameter cuaca wilayah Sumbar oleh BMKG, kata Novriadi, wilayah Pulau Sipora arah Goiso'oinan, Saureinuk, Matobe, Mara, Sagitci, Beriulou, dan Bosua berpotensi cukup tinggi terjadi kebakaran. Di Pulau Pagai Utara yakni wilayah Taikako, Betumonga, dan Matobe. Sedangkan Pulau Pagai Selatan pada bagian tengah, sepanjang jalan utama, dan area Huntap. Sementara di pulau Siberut potensinya tidak terlalu besar karena pemukiman dataran rendah.

Potensinya di daerah pemukiman padat penduduk seperti di Muara Siberut, Sikabaluan, sedangkan wilayah pantai barat tidak ada. (KS)

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK