Senin, 24 Juni 2019

Kapal Antar Pulau Milik Pemkab Mentawai saat sandar di dermaga Tuapejat 
SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT – Dalam rangka mendukung dan mensukseskan Festival Pesona Mentawai (FPM) yang akan dihelat pada akhir bulan Juni 2019 ini oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Mentawai, Dinas Perhubungan Mentawai siapkan armada kapal laut antar pulau.

Kepala Dinas Perhubungan Mentawai Edi Sukarni menyebutkan pihaknya siap mendukung event budaya  bergengsi itu dengan membantu menyediakan  alat transportasi laut antar pulau dan juga angkutan darat.

“ Kita dari Dinas Perhubungan, pada waktu rapat bersama dengan pihak terkait lainnya, Dishub telah ditunjuk untuk mengkoordinir bagian transportasi baik darat maupun laut, kalau untuk antar pulau kita ada beberapa kapal yang selalu berlayar sesuai dengan jadwalnya, kemudian dibantu dengan kapal Perintis Sabuk Nusantara 68,” kata Edi Sukarni di Tuapejat Senin. (24/6)

Sementara itu disektor darat kata Edi, pihaknya menyediakan mobil angkutan umum jenis pick up dan mobil untuk para tamu yang siap untuk dirental, sementara kepada para pengemudi ojek di kawasan Tuapejat, puhaknya juga telah menghimbau dan berkoordinasi agat para pengemudi ojek itu mengenakan  rompi sebagai identitas pengemudi ojek sepanjang kegiatan festival  berlangsung.

“ Transportasi kita di Mentawai memang masih sangat minim sekali, berbeda dengan di Kota semuanya serba menggunakan aplikasi online, gampang sekali, tetapi untuk mendukung kegiatan ini, tentu kita optimalkan transportasi yang ada, agar nanti para pengunjung bisa sampai di acara Festival Pesona Mentawai, apalagi kalau pengunjung yang baru pertama kali datang ke Mentawai, tentu bingung mau kemana, untuk itu para ojek sudah kita sampaikan menggunakan rompi ojek, untuk menmudahkan penumpang,” pungkasnya. (Red)
Ilustrasi Penyakit Cacar Monyet
SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mentawai Lahmudin Siregar Sosialisasikan salah satu penyakit Cacar Monyet kepada seluruh aparatur Dinas Kesehatan Mentawai, Senin (24/6) di halaman Dinas Kesehatan Mentawai.

Kepada wartawan Lahmudin mengatakan bahwa penyakit cacar monyet tersebut merupakan penyakit yang barbahaya dan bisa menular, kendati demikian penyakit tersebut dilaporakan belum masuk ke Indonesia.

“ Meskipun di Mentawai itu belum masuk penyakit cacar monyet atau secara Nasional belum masuk, tetapi kita tentu tetap waspada, untuk itu kita mensosialisasikan hal ini kepada petugas kesehatan, setidak-tidaknya bisa menambah wawasan petugas kesehatan,” tuturnya.

Menurutnya penyakit yang berasal dari Monyet dan ditularkan salah satunya oleh binatang pengerat tersebut suatu waktu bisa saja masuk ke Indonesia dan tidak terkecuali Kepulauan Mentawai, terlebih Mentawai sering dikunjungi oleh Wisatawan Mancanegara.

“ Kita tidak bisa pungkiri penyakit cacar monyet bisa saja masuk ke Indonesia dan mungkin saja bisa menyebar sampai ke Kepulauan Mentawai, kalau orang turis, hari ini dia di negaranya besok bisa saja ada di Indonesia dan besok lagi bisa saja ada di Mentawai, kan tidak tahu kita, yang penting kita tetap waspada,” paparnya.

Diketahui Penyakit Cacar Monyet atau yang disebut dengan monkeypox pertama kali muncul di Tahun 1958 di Denmark, ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar dinamakan ‘Monkeypox.’.

Monkeypox merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan oleh virus ke manusia dari hewan seperti monyet dan hewan pengerat (rodent) melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yang terinfeksi dan mengkonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi.

Adapun gejala dan tanda-tanda yang timbul akibat terserang virus cacar monyet tersebut antara lain masa inkubasi, biasanya 6-16 hari, tetapi dapat berkisar 5-21 hari. Kemudian masa Prodromal 1-3 hari yaitu Demam, Sakit kepala hebat, Limfadenopati (Perkembangan kelenjer getah bening), nyeri punggung dan nyeri otot dan lemas.

Selanjutnya fase paling infeksius yaitu fase erupsi, dimana ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap, mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok, biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok.

Selanjutnya dalam sosialisasi tersebut pihaknya menyampaikan cara mencegah dan cara merawat penderita monkeypox sampai upaya yang bisa dilakukan oleh petugas medis dalam menangani pasien yang diserang virus menular tersebut. (Red)







PEMBANGUNAN
KESEHATAN
PERISTIWA
Photobucket
Diberdayakan oleh Blogger.
JURNALISTIK
SOSOK
Photobucket
LPPL Radio Sasaraina Pemkab Mentawai
Jl.Raya Tuapejat KM.2 Sipora Utara Kab.Kep.Mentawai
tel.:0759 320006/fax.:0759 320223
HP. 082390747044