Jumat, 15 Februari 2019

Mentawai (sasaraina) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terus berupaya meningkatkan fasilitas di kawasan pariwisata. Salah satu yang paling dibutuhkan oleh wisatawan yakni ketersediaan sinyal sekaligus jaringan internet. Dengan begitu, wisatawan yang berlibur dapat update kegiatan mereka di media sosial. Mengingat Mentawai memiliki potensi pariwisata yang sudah dikenal di mancanegara dengan keunggulan ombak surfing terbaik di dunia serta pantai  yang bersih dan bumi yang memiliki tato tertua di dunia.

Untuk itu sudah tentu sangat membutuhkan alat komunikasi dan jaringan internet yang lancar untuk mengakses berbagai informasi tentang potensi pariwisata bumi Sikerei ini. Internet merupakan salah satu sarana informasi dan promosi yang sangat dibutuhkan di Bumi Sikerei.

Hal itu dikatakan Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet saat diminta keterangan usai membuka kegiatan Laying Ceremony Of Padang - Mentawai Telkom Submarine Cable System Termination di Pantai Mapadegat Jumat, (15/2/2019).

"dengan selesainya pemasangan kabel optik bawah laut ini tentunya juga akan berdampak positif terhadap pariwisata kita. Jadi tamu Mancanegara bisa melakukan promosi langsung Kegiatan yang sedang  mereka lakukan melalui Internet " katanya.

Dengan pemasangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL)  yang diperkirakan rampung bulan April mendatang,  maka segala akses komunikasi dan promosi pariwisata Bumi Sikerei yang telah mendunia bisa dilakukan melalui jaringan internet yang memadai.

Yudas mengatakan dengan adanya SKKL di Mentawai dapat memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan meluasnya jaringan komunikasi di Mentawai.
Dijelaskannya, ini merupakan bagian yang  perjuangan Pemkab Mentawai disamping adanya pembangunan infrastruktur Trans Mentawai yang saat ini sedang dalam proses pekerjaan.

Lebih lanjut ia menuturkan, dengan selesainya SKKL tentunya jaringan komunikasi  dan internet di wilayah kabupaten kepulauan Mentawai  bisa dinikmati  masyarakat.

Yudas mengatakan, selama ini di kepulauan Mentawai internet yang digunakan hanya langsung dari satelit, dan itu tidak maksimal dan sering terputus-putus serta sulit terkoneksi. Maka dari itu pemkab Mentawai berinisiatif untuk melakukan pemasangan kabel bawah lautnya.

Keinginan dan perjuangan keras pemkab Mentawai kini membuahkan hasil dan  pihak Telkom telah melakukan pemasangan SKKL tersebut.

Sementara  General Manager PT. Telkom wilayah Sumbar Sulkan mengatakan, pemasangan  SKKL segment Padang - Mentawai sepanjang 170 Kilometer akan menyediakan kapasitas yang lebih besar yakni 100 GB, dan dengan  kapasitas yang lebih besar tersebut  mampu mengcover seluruh pengguna di wilayah pusat ibu kota Kabupaten Mentawai, yang mana penggunaan jaringan internet saat ini di Tuapejat memiliki kapasitas lebih kecil yakni hanya  1,6 GB.

Oleh karenanya, diharapkan  khususnya untuk wilayah Kepulauan Mentawai  layanan tersebut dapat menikmati  dengan baik.

Jaringan kabel tersebut , nantinya akan memiliki kualitas suara, kecepatan akses internet, speedy, akses data yang jauh lebih baik.

Ia menambahkan,  selain untuk meningkatkan fasilitas pariwisata, pengembangan sinyal di Kabupaten Kepulauan Mentawai ini juga merupakan salah satu tindak lanjut dari program pemerintahan Presiden Joko Widodo supaya tidak ada lagi wilayah Indonesia yang belum mendapatkan sinyal atau jaringan internet.

Turut hadir dalam kegiatan Laying Ceremony Of Padang - Mentawai Telkom Submarine Cable System Termination  Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Barat, Anggota DPRD Mentawai, Forkopimda, pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Mentawai, rombongan PT. Telkom wilayah Sumbar dan tokoh masyarakat.(Nbl)

Kamis, 14 Februari 2019

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT- Pembangunan Kabel SKKL di Kabupaten Kepulauan Mentawai sepanjang 170 Kilo direncanakan akan rampung pada April tahun ini. Hal ini disampaikan General Manager (GM) Telkom Sumatera Barat, Sulkan,

“Ini panjangnya kurang lebih 170 Kilo dari Padang sampai ke Mentawai, itu diambil dari belakang hotel pangeran beach, sampai di posisi BMH kita di Mapaddegat. Kapasitasnya bisa dilewatkan dengan bandwidth yang besar, kita berharap perangkat ini mampu melewatkan dengan 40 x 100 GB atau 4 Tera,” kata General Manager Telkom Sumatera Barat, Sulkan saat ditanya pada Jumat (15/2/2019) di Mapaddegat.

Ia menambahkan untuk saat ini pihak Telkom hanya memberikan 100 GB, namun dengan kapasitas terbut kata Sulkan bisa mengcover seluruh pengguna di Tuapeijat, baik Pemerintah, dimana penggunaan jaringan internet di Tuapeijat hanya 1,6 sementara itu sudah dibagi baik pengguna Pemerintah maupun pengguna lainnya.

Lebih lanjut Sulkan tambahkan selama ini penggunaan Indihome masih sangat terbatas, maka dengan adanya kabel SKKL mampu melewatkan bandwidth yang besar. “Ibarat jalan tol, jalannya sudah ada tergantung dengan pihak Kominfo setempat atau Bupati, apa-apa saja planning yang mau dikembangkan, dengan memanfaat SKKL yang sudah ada ini,” ujarnya.

Sementara pembangunan SKKL atau jaringan fiber optik di daerah Sikakap dan Siberut, disebutkan Sulkan belum ada tujuan kesana, sebab saat ini pihak Kementerian Kominfo fokus dengan anggaran pembangunan kabel SKKL di Sipora Utara atau Tuapeijat saja.

“Itu nanti tim pak Bupati selalu mengusulkan dengan program-program lanjutannya, di teritoria kita wilayah Sumbar, ini tersisih operasi eksekusi, tetapi terkait pengalokasian penganggaran itu dari pusat, jadi itu nanti tergantung tim Bupati dan Kominfo selalu mengupdate permohonan -permohonan ke pusat mana target yang perlu dibangun,” katanya.(Suntoro)
Yudas Sabaggalet Tinjauan Pengerjaan SKKL
SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT –Bupati Kepulauan Yudas Sabaggalet menyempatkan diri berkunjung ke kapal besar dengan lambung Limin Venture sebuah kapal yang sengaja datang ke perairan laut Mentawai untuk memasang Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL).

Kedatangan Yudas Sabaggalet ke kapal tersebut, untuk melihat langsung sejauh mana progres pengerjaan proyek pemasangan kabel laut tersebut. Ia berharap pengerjaan proyek tersebut bisa berjalan lancar, sehingga bisa selesai tepat waktu.

Dalam kunjungannya itu, Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada penyedia layanan telekomunikasi terutama kepada pemerintah pusat. dimana jaringan telekomunikasi memang saat ini masih sangat terbatas, terutama jaringan internet,

Menurutnya, diperkirakan pada bulan Maret tahun ini, proyek tersebut akan selesai dan masyarakat Mentawai tentu akan dapat memanfaatkan jaringan internet tersebut, tentu saja harapannya masyarakat bisa menggunakannya untuk hal-hal positif, demi kemajuan, serta semakin terbukanya informasi di mata dunia.

"Kita sangat menanti-nantikan, selesainya pemasangan kabel serat optik di Mentawai. Mudah-mudahan lebih kurang sebulan lagi sudah selesai.Kita juga menyampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo melalui Menteri kominfo Rudiantara yang telah membantu menuntaskan Mentawai dari status 3T (Terdepan,Terluar,Tertinggal),
" ujar Yudas kepada wartawan saat mengunjungi kapal tersebut.

Ia juga berharap ke depan dengan kondisi jaringan yang tidak lagi lelet, bisa membantu pemerintah dalam pengiriman data dan pelayanan kepada masyarakat secara online.
Hingga saat ini pengerjaan proyek tersebut sudah masuk proses  menyambungkan kabel serat optik tersebut ke jalur darat.

Dalam kunjungan itu, turut hadir Sekda Mentawai Martinus Dahlan, Kadis Kominfo Joni Anwar, Kadis Perhubungan Edi Sukarni, Camat Sipora Utara Marsen Taileleu, Danlanal Letkol Laut Anis Munandar, dan pihak Telkom.(KS)
Foto : Istimewa 
SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mentawai di Bidang Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) terus berupaya membangun irigasi pertanian, hal itu untuk memenuhi kebutuhan penyediaan air bagi kawasan pertanian di Kepulauan Mentawai.

Kepala Bidang PSDA Dinas PUPR Mentawai Brandus Donatus Simanjuntak kepada wartawan baru-baru ini di ruangan kerjanya mengatakan,
Tahun 2019 ini, kegiatan pembangunan jaringan dan peningkatan jaringan irigasi akan dilakukan di enam lokasi yakni pembangunan irigasi di Sigapokna, Kecamatan Siberut Utara, Pembangunan irigasi di Sagitci, Kecamatan Sipora Selatan.

Selanjutnya peningkatan jaringan irigasi di Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, pembangunan irigasi di Manganjo, Kecamatan Pagai Utara, peningkatan jaringan irigasi di Desa Matobe Kecamatan Sikakap dan peningkatan jaringan irigasi di Dusun Sila Oinan Desa Taikako.

Ia menyebutkan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi tersebut akan menelan dana sedikitnya Rp 19 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2019. Menurutnya irigasi memang merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Bumi Sikerei, untuk itu pembangunannya juga menjadi prioritas."Tanpa irigasi yang baik sulit bagi kita untuk membangun sektor pertanian, karena pasokan air salah satu penentu keberhasilan bertani," tuturnya.

Selain pembangunan dan peningkatan irigasi pertanian tahun ini pihaknya juga akan melakukan pembangunan turap, talud, dan bronjong akan menelan dana sedikitnya Rp 3,7 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2019 diantaranya pembangunan talud penahan tebing sungai di Desa Muara, Kecamatan Sipora Selatan, normalisasi sungai Puro, Kecamatan Siberut Selatan dan pembangunan penahan abrasi pantai di Pasakiat Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan.

Kendati sudah ada anggaran untuk  pembangunan talud penahan tebing sungai di Desa Mara dan normalisasi sungai Puro hingga saat ini masih dalam tahap pertimbangan, pasalnya ketersediaan anggaran untuk dua kegiatan tersebut dirasa tidak mencukupi, dikhawatirkan anggaran yang ada hanya mampu memobilisasi material.

Untuk diketahui kata Brandus anggaran pembangunan talud penahan tebing sungai di Desa Mara sebesar Rp 840 juta dan normalisasi sungai Puro senilai Rp 850 juta hanya mampu untuk mobilisasi alat berat.

Menurutnya anggaran untuk pembangunan talud penahan tebing sungai di Desa Mara setidaknya akan menelan dana sebesar 10 miliar dan  normalisasi sungai Puro sendiri akan menghabiskan dana sebesar 12 miliar. "dua pembangunan itu sampai saat masih dalam tahap pertimbangan, karena dana segitu hanya mampu untuk mobilisasi alat berat saja, " imbuhnya.

Selain itu,  tahun 2019 ini pihaknya juga akan membuat perencanaan pembangunan normalisasi saluran sungai di Dusun Peipei, Kecamatan Siberut Barat Daya dan sungai Masabuk, Kecamatan Sikakap, dimana dua kegiatan itu diperkirakan sekira Rp 155 juta dan  bersumber dari DAU.  (Nbl)

Berita Pilihan Redaksi

Recent Posts Widget

Wisata budaya

Jurnalistik Radio

Olahraga

Kesehatan

Diberdayakan oleh Blogger.

HPN 2019 JATIM

Photobucket
Photobucket

Radio Visual

Photobucket 081 266 088 XXX ...Streaming Sasaraina FM cukup jernih di dengar di Depok-Jabar // 081 166 42XXX..Dari Sragen Jawa Tengah, salam hangat untuk warga Mentawai // 081 267 22X XX...Mantap SasarainaFM Semakin Dekat Dengan Pendengar dimanapun berada .// 082 283 767 XXX...Dari Padang terdengar sangat jernih suara sasarainafm // 081 267 211 XX....Tolong Siarannya diperbanyak informasi tentang Budaya dan Pariwisata Mentawai // 081 166 327 XX ....Siaran Streamingnya mantap dan jernih di dengar di Yogya // 085 287 373 XXX....website yang top, informasi tentang Mentawai cukup lengkap, suara radionyapun jernih...sukses untuk sasarainafm