Selasa, 19 November 2019

Salah seorang pelamar cpns sedang mengurus SKCK di Mapolres Mentawai

SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT - Meski sudah sepekan layanan kepengurusan  Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Mapolres Mentawai dibuka, namun sampai saat ini baru tercatat 118 orang yang mengurus SKCK guna kelengkapan administrasi pendaftaran CPNS di Mentawai.

Kasat Intelkam Polres  Mentawai Iptu Andri Soleh mengatakan minimnya minat untuk mengurus SKCK itu kemungkinan  dipengaruhi oleh syarat pemberkasan SKCK bagi pelamar CPNS baru dilakukan usai pengumuman kelulusan tes SKD dan SKB mendatang.

"Biasanya ngurus SKCK kan setelah ada pengumuman lulus SKD dan SKB mungkin nanti baru ramai, " kata Iptu Andri Soleh di Tuapeijat,  Selasa (19/11).

Andri menyebutkan pembuatan SKCK di Polres  Mentawai terbilang cukup cepat, bahkan bisa selesai dalam waktu lima menit karena jumlah pemohon lebih apalagi jumlah pemohon sampai saat ibu terbilang masih sedikit bila dibanding daerah lain.

Dijelaskan, Pos pelayanan SKCK  Polres Mentawai  melayani pembuatan SKCK setiap hari yakni dari Senin-Kamis mulai dari pukul  09.00 hingga 15.00 wib dan Jumat - Sabtu dari pukul  09.00 hingga 12.00 wib.

Namun demikian kata Andri, Polres Mentawai tetap memberikan layanan meskipun lewat jam kerja yang ditentukan, terutama bagi  warga yang domisilinya jauh dari Tuapeijat juga diberikan keringanan jika ada kekurangan data yang masih bisa  ditolerir.

Andri menyebutkan untuk biaya administrasi pembuatan SKCK dipatok sebesar Rp. 30.000, namun kata dia pihak Polres akan membantu bila pemohon SKCK mengalami masalah dengan biaya itu.

"Waktu itu pernah ada warga yang hanya memiliki uang setengah dari biaya administrasi. Akhirnya, kita membantu biaya administrasi setengahnya lagi, karena memang benar-benar yabg bersangkutan tidak punya dan kita bantu, " imbuhnya.

Andri mengatakan masa berlaku SKCK adalah selama 6 bulan terhitung mulai saat dikeluarkan, dan bagi pemohon SKCK baru syaratnya antara lain  berupa  fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi ijazah, pas foto warna 4x6  sebanyak 6 lembar dengan background warna merah,  dan rumus sidik jari.

Sementara untuk kepengurusan perpanjangan SKCK syaratnya, fotokopi SKCK lama, fotokopi KTP, fotokopi KK, dan pas foto 4x6 sebanyak 4 lembar berbackground merah.(KS)

Senin, 18 November 2019

Rapat Evaluasi Program Inovasi Desa 2019 di Tuapeijat 
SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT  -  Mewujudkan Desa  Inovatif merupakan tugas dan tanggungjawab  seluruh  stakehokder, terkhususnya pendamping Desa. Gerakan tersebut mestinya dilakukan secara serius sehingga dapat  mempercepat capaian  yakni kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Hal itu dikatakan Bupati Kepulauan Mentawai dalam hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar,  saat membuka rapat evaluasi program inovasi desa tahun 2019 di hotel Graha Viona Sipora Utara Selasa, (19/11). 

"Ini tugas kita bersama, dan pendamping desa harus bisa menjawab harapan masyarakat" katanya.
     
Lanjutnya, sejak tahun 2017 telah digagas Program Inovasi Desa (PID). Program ini dimaksudkan untuk menggalang dan mengkristalisasi gagasan-gagasan pembangunan desa yang kreatif, inovatif dan diyakini dapat membantu meningkatkan produktivitas masyarakat desa, salah satu strategi yang dikembangkan dalam Program Inovasi Desa (PID) yakni Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) untuk kemudian direplikasi di tempat lain.

Dengan inovasi dan kreativitas, diharapkannya, pembangunan desa lebih efektif, efisien, dan bisa memaksimalkan output dengan sumberdaya yang ada.

PID diarahkan pada tiga ranah, yaitu pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan sumberdaya manusia, sesuai dengan Permendes prioritas pembangunan desa.

Ia berharap Inovasi Mampu Menjadi Pilar kemajuan desa di daerah yang dijuluki Bumi Sikerei.

Tambahnya, dari 43 desa yang   tersebar di Kepulauan Mentawai, belum ada  yang mencapai Desa maju, namun Desa di Bumi Sikerei sebanyak 3 desa telah  mampu menjadi desa mandiri, 18 Desa berkembang, dan 22 Desa tertinggal.

"Di daerah kita memang tidak ada lagi desa sangat tertinggal dan juga tidak ada desa maju. Desa kita berada pada level menengah. Ini suatu prestasi yang cukup membanggakan" jelasnya. 

Menurutnya, desa-desa di Mentawai telah banyak  berinovasi, hanya saja kurang terpublikasi.

"Saya yakin desa di Mentawai sudah berbuat banyak, namun belum terpublikasi" pungkasnya. (Nbl)
Bupati MentawaiYudas Sabaggalet saat beramah tamah bersama warga desa Simatalu
SASARAINAFM.COM | SIMATALU - Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet berencana menjadikan desa Simatalu sebagai salah satu Kampung Budaya Mentawai.

Yudas menyebutkan desa Simatalu yang berada di kawasan Kecamatan Siberut Barat itu diyakini sampai saat ini masih tetap mempertahankan adat dan budaya asli Mentawai.

" Desa Simatalu kedepan bakal kita jadikan kampung budaya, karena disini strategis, keberadaan kekuatan  adat dan sikerei, dan disini menentukan masa depan adat budaya Mentawai,  " kata Yudas saat ramah tamah bersama masyarakat Simatalu di gedung SDN 05 Simatalu,  Minggu malam (18/11)

Terkait dengan rencananya itu Yudas
 meminta kepada kepala desa dan masyarakat setempat agar mempersiapkan lahan untuk pembangunan Uma (rumah adat Mentawai),  museum budaya, dan fasilitas lainya yang bernuansa budaya, pasalnya kata Yudas kedepan desa Simatalulah salah satu desa yang bakal dijadikan sebagai tempat untuk  belajar tentang budaya Mentawai.

Dari sisi pendidikan budaya lokal, Yudas juga meminta agar mata pelajaran Budaya Mentawai (Bumen) di sekolah  diperdalam, dan di kaji ulang.

"  kita tidak bisa mengganggap sepele tentang pemahaman budaya, dan ini harus dipaparkan kepada anak didik di sekolah,  harus dipahami betul oleh guru pengajar, supaya anak didiknya berkembang berlandaskan budaya, dan di desa  Simatalu inilah merupakan benteng terakhir kekuatan budaya Mentawai, papar Yudas

Acara ramah tamah yang diisi dengan diskusi antara warga dengan pemimpinnya itu berjalan akrab, banyak aspirasi yang dilontarkan warga antara lain tentang perkembangan desa Simatalu terutama  menyangkut  pembangunan, pendidikan, kewirausahaan, peningkatan ekonomi, perkebunan dan pertanian, jaringan Komunikasi.

Yudas juga mengapresiasi peran warga desa Simatalu dalam percepatan  perkembangan pembangunan di desa Simatalu yang menurutnya sangat pesat di banding 5 tahun yang lalu. Ia berpesan kepada Pemerintah desa dan masyarakat setempat tetap menjalin komunikasi, saling berkoordinasi dengan pihak keamanan, desa, kecamatan , agar menjadi Simatalu yang aman dan kondusif.

Hadir pada ramah tamah tersebut,antara lain  Kepala Badam BKPSDM Mentawai,  Sermon Sakerebau, Kepala dinas Pendidikan Oreste Sakeru, Kepala dinas Pertanian Hati Sama Hura, Plt kepala dinas Perumahan Budi Siregar, Kabag Hukum Seli Heri Bw, Ketua Dekranasda Ny. Rosmaida Yudas, Tokoh Agama dan  masyarakat setempat. (SS)
Apel Gabungan 17-an Pemkab Mentawai

SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT- Apel gabungan kesadaran nasional yang digelar setiap bulan pada tanggal 17 merupakan agenda rutin bagi jajaran Pemkab Mentawai.

Apel Gabungan yang sering disebut apel 17-an ini dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Mentawai  dalam rangka silahturahmi, evaluasi diri dan kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Seperti pada apel gabungan 17- an yang digelar Senin (18/11) pagi, di pelataran kantor bupati Mentawai diikuti ratusan   Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kontrak dilingkungan Pemkab.Mentawai

Asisten III bidang administrasi dan keuangan Pudjo Rahardjo mewakili Sekretaris Daerah Mentawai dalam amanatnya mengajak para ASN di jajaran Pemkab Mentawai untuk bisa mewarisi spirit Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, terutama saat menjalankan tugas sebagai pengabdi dan pelayan publik.

" saya  mengingatkan kembali kepada kita semua, bahwa semangat apel gabungan pada hari  ini, haruslah tetap dijiwai oleh spirit proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, terutama sebagai ASN di jajaran Pemkab Mentawai harus bisa mengemban tugas disertai disiplin karena kita ini sebagai pelaksana kebijakan publik dan juga pelayan publik yang juga  mempunyai fungsi sebagai perekat dan pemersatu bangsa, " Ujar Pudjo Rahardjo

Pudjo juga mengajak para ASN, para tenaga kontrak dan peserta apel untuk menunjukkan kinerja yang sungguh-sungguh, disiplin, penuh dedikasi, berintegritas dan melakukan inovasi untuk mewujudkan percepatan pembangunan dan segera mengeluarkan Kabupaten Kepulauan Mentawai dari status daerah 3T.

Dibagian akhir amanatnya, Pudjo Rahardjo yang saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kominfo dan kerap dijuluki " bapak renungan " itu, pada apel gabungan kali ini juga tak lupa menyampaikan renungannya yang berbunyi " sebelum  saya akhiri amanat pendek ini. Saya sampaikan sebuah renungan untuk hari ini,  jika tanganmu pendek untuk membantu rekanmu, panjangkan lisanmu untuk banyak berterima kasih dan mendoakannya," pungkas Pudjo (dio)

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK