Kamis, 14 Maret 2019

Bupati Kepulauan Mentawai hadiri rakor Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Tuapejat

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT — Dalam rangka meningkatkan indeks kesehatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Dinas Kesehatan Mentawai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelayanan Kesehatan Masyarakat, kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari mulai Rabu-Kamis (13-14/03) di Aula Kantor Bupati Mentawai..

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet di hari kedua pada kegiatan tersebut dalam arahannya menyampaikan kepada seluruh petugas kesehatan untuk serius dalam menangani kasus-kasus kesehatan yang ada di Kepulauan Mentawai.

"Saya ingin tegaskan, jika ada ibu hamil melahirkan meninggal tanpa disentuh oleh tenaga kesehatan, maka petugas di wilayah itu  akan kita berhentikan, ini kita serius akan kita buat MoU. Saya ingin indeks kesehatan meningkat, kalau bisa angka kematian ibu dan bayi di Mentawai 0 persen, tetapi kalau sudah berusaha tetapi meninggal juga itu sudah kehendak Tuhan, " timpalnya.

Ia berharap melalui Rakor tersebut, instansi terkait yang bisa mendukung program kesehatan,   misalnya penyedia air bersih, kawasan pemukiman, pendidikan, sosial dan lingkungan hidup harus saling bersinergi sehingga pelayanan terhadap kesehatan masyarakat bisa lebih baik lagi.

"Kita mau masalah kesehatan dapat teratasi, karena kesehatan berhubungan pendidikan, sosial, lingkungan dan sarana pendukung lainnya, maka kita minta semua harus mengambil peran masing-masing, kalau penurunan kasus gizi buruk, kita di Mentawai kaya dengan ikan, nah dengan mengkonsumsi ikan dan makan bergizi lainnya, kita terlepas dari kasus gizi buruk,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mentawai Lahmudin Siregar di tempat yang sama dalam sambutannya mengatakan Pemkab Mentawai telah membangun 15 Puskesmas guna mendukung program kesehatan di 10 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dimana selama ini akses rumah sakit di Mentawai hanya 8 persen, artinya 92 persen masyarakat Mentawai kesulitan akses rumah sakit, untuk itu pelayanan kesehatan di Puskesmas harus ditingkatkan. 

"Perlu kami sampaikan bahwa indeks kesehatan di Mentawai pada prinsipnya semakin membaik, namun masih banyak masalah kesehatan yang perlu ditangani dengan serius, misalnya Angka Kematian Ibu (AKI), dimana Tahun 2015 tercatat 9 kasus, 2016 dan 2017 masing-masing ada 6 kasus dan 2018 ada 5 Kasus, hal ini akan kita upayakan turun sampai tidak ada lagi kasus AKI di Mentawai, " paparnya.

Sedangkan kasus stunting di Mentawai, menurut Lahmuddin hingga saat ini tercatat 31 persen, dimana angka tersebut masih berada di posisi baik dibandingkan beberapa daerah lainnya di Sumatera Barat. Sedangkan target secara Nasional angka stunting harus turun hingga 20 persen. Dimana Tahun 2015 tercatat 39,8 persen, Tahun 2016 tercatat 34,8 persen dan Tahun 2017 tercatat 31,9 persen dan Tahun 2018 tercatat 31 persen di Kepulauan Mentawai.

Sedangkan kasus malaria katanya juga cenderung menurun hingga sekarang tercatat 4,6 per mil, hal tersebut tidak bisa ditangani oleh Dinas Kesehatan saja, namun perlu dukungan dari semua elemen masyarakat, misalnya membersihkan lingkungan yang menjadi tempat nyamuk bersarabg dan berkembang biak..

Sedangkan pada kasus penyakit tuberkulosis (TB)   kata Lahmudin, Dinas Kesehatan telah mengidentifikasi sebanyak 180 orang sepanjang Tahun 2018 lalu, dimana jumlah jumlah yang terdeteksi mencapai 80 persen, melebihi dari target yang ditetapkan yaitu 70 persen.

"Sepanjang tahun 2018, kita telah berhasil mendeteksi sebanyak 180 orang, jumlah ini jauh lebih dari jumlah yang kita tergetkan, karena sebagian masyarakat melalui sosialisasi yang kita lakukan, sudah tau bahwa penyakit ini menular dan harus segera diobati sampai sembuh," paparnya.

Berikutnya kasus gizi buruk di Mentawai berada di angka dibawa 5 persen atau tercatat sebanyak 48 orang 16 diantaranya terdapat di Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, namun pada rapat tersebut Kepala Puskesmas Sikakap yang memiliki wilayah Taikako tersebut menyampaikan bahwa dari 16 orang sekarang sudah turun menjadi 2 orang.

Rakor tersebut diikuti oleh 15 Kepala Puskesmas dan Jajaran Dinas Kesehatan Mentawai, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendukung peningkatan indeks kesehatan diantaranya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai Oreste Sakeru, Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Budi Siregar, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nicolaus Sorot Ogok dan Perwakilan dari Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Mentawai. (rd)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK