Minggu, 20 Januari 2019


Terletak 150 kilometer sebelah barat pulau Sumatera, Pulau Siberut yang merupakan bagian dari Kepulauan Mentawai hadir dengan keindahan alam yang luar biasa spektakuler. Untuk mencapai ke pulau indah ini, para wisatawan harus menumpuh perjalanan laut yang cukup panjang. Namun, perjalanan panjang tersebut akan terbayarkan ketika Anda menginjakkan kaki di Pulau Siberut yang juga terkenal sebagai salah satu spot selancar terbaik di dunia. Bangga? Sudah pasti. Tak hanya deretan pantai yang siap menyambut para wisatawa, ada juga suku Mentawai yang wajib Anda temui jika berkunjung ke Pulau Siberut ini. Mari mengenal suku Mentawai lebih dalam..
Suku Mentawai ini masih sangat memegang teguh warisan leluhurnya, maka jangan heran jika suku Mentawai masih sangat terisolasi dari kehidupan perkotaan, bahkan kehidupan modern. Untuk yang ingin mengenal suku Mentawai lebih jauh, para wisatawan bisa hidup layaknya suku Mentawai asli dengan mengenakan pakaian seperti mereka, tidur di rumah mereka, hingga beraktivitas seperti mereka juga. Tak perlu takut keberadaan Anda tak diterima baik, karena suku Mentawai sudah terkenal akan keramahannya dan sudah dapat menerima interaksi dari orang luar atau para wisatawan.

Mengenal Suku Mentawai, Si Pemilik Tato Eksotis

Kehidupan Suku Mentawai

Jika Anda ingin menambah pengalaman berharga selama berada di Pulau Siberut, maka jadilah bagian dari keluarga suku Mentawai. Pengalaman ini tak akan Anda dapatkan di institusi mana pun. Namun, sebelum merasakan kehidupan layaknya suku Mentawai, para wisatawan dapat mengunjungi visitor centre untuk diberikan arahan terlebih dahulu. Selain itu, ada baiknya untuk membawa buah tangan, makanan, atau rokok yang sekiranya dapat diberikan pada suku Mentawai agar keberadaan mereka dihargai..
Amat jauh dari kata modern, pakaian yang dikenakan suku Mentawai ini bahkan terbuat dari bahan-bahan sekitar. Misalnya untuk laki-laki, mereka mengenakan kabit yang merupakan cawat terbuat dari kulit kayu. Sedangkan untuk wanita, mereka mengenakan rok dari anyaman pohon sagu. Selain itu, para wisatawan juga dapat mengikuti kegiatan mereka sehari-hari, mulai dari berburu, memasak, hingga mengikuti ritual-ritual yang biasa mereka lakukan pada momen-momen tertentu. Beberapa alat masak dan alat buru yang mereka gunakan sehari-hari masih batu atau kayu, seperti kapak dan beliung.
Sebelum banyaknya wisatawan yang datang ke pulau ini seperti sekarang, suku Mentawai menjadikan sagu dan kedelai sebagai makanan pokok sehari-hari. Barulah beberapa tahun belakangan ini ketika banyak wisatawan yang berinteraksi, suku Mentawai sudah mulai mengolah nasi yang sering dibawa para wisatawan dan lauk pauk lainnya, seperti babi hutan yang memang hidup di pulau ini.

Sikerei

Sikerei atau dukun merupakan orang yang paling disegani oleh suku Mentawai. Mengapa? Menurut mereka, sikerei memiliki kekuatan supranatural sehingga dapat berinteraksi dengan para leluhur yang telah tiada. Selain itu, suku Mentawai juga percaya bahwa sikerei ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dengan cara meracik ramuan dan melakukan tarian mistis atau turuk.
Menjadi seorang dukun atau sikerei tak semudah yang dibayangkan, para calon sikerei harus melakukan beberapa tahapan selama bertahun-tahun. Tahapan-tahapan seperti itulah yang membuat banyak warga suku Mentawai tak mampu menjalaninya. Maka dari itu, sikerei biasanya ditunjuk berdasarkan keturunan..

Tato Mentawai

Suku Mentawai terkenal akan tatonya yang unik atau khas. Bukan dengan teknologi modern, pembuatan tato khas suku Mentawai ini menggunakan lidi yang kemudian dirajah dan diberi warna. Untuk memberi warna pada tato, sang pembuat tato atau sipatiti harus memasukkan tinta ke dalam kulit dengan menggunakan jarum kecil yang dipasang pada sebilah kayu kecil.
Bukan sembarang tato, tiap tato yang tergambar di badan suku Mentawai memiliki makna yang berbeda, di antaranya melambangkan keseimbangan dan roh kehidupan. Tato yang dimiliki tiap orang di suku Mentawai juga berbeda, misalnya seorang sikerei akan mendapatkan tato dengan gambar bintang sibalu-balu. Sedangkan tato seorang pemburu bergambar binatang tangkapannya, seperti rusa, monyet, burung, atau babi.
Sumber klik disini

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Pilihan Redaksi

Recent Posts Widget

Wisata budaya

Jurnalistik Radio

Olahraga

Kesehatan

Diberdayakan oleh Blogger.

HPN 2019 JATIM

Photobucket
Photobucket

Radio Visual

Photobucket 081 266 088 XXX ...Streaming Sasaraina FM cukup jernih di dengar di Depok-Jabar // 081 166 42XXX..Dari Sragen Jawa Tengah, salam hangat untuk warga Mentawai // 081 267 22X XX...Mantap SasarainaFM Semakin Dekat Dengan Pendengar dimanapun berada .// 082 283 767 XXX...Dari Padang terdengar sangat jernih suara sasarainafm // 081 267 211 XX....Tolong Siarannya diperbanyak informasi tentang Budaya dan Pariwisata Mentawai // 081 166 327 XX ....Siaran Streamingnya mantap dan jernih di dengar di Yogya // 085 287 373 XXX....website yang top, informasi tentang Mentawai cukup lengkap, suara radionyapun jernih...sukses untuk sasarainafm