Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar

Sabtu, 15 Desember 2018

Salah satu Pembangunan Abrasi Pantai (PAP) di kawasan pantai Mapadegat-Sipora Utara 


SASARAINAFM.COM,  - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang PSDA terus upayakan pembangunan abrasi pantai (PAP) di pesisir pantai Bumi Sikerei.  Upaya tersebut guna mencegah erosi maupun abrasi saat gelombang pasang yang akan menimpah pemukiman penduduk dan fasilitas umum. PAP  pada tahun 2018 telah dilaksanakan pekerjaannya di 4 lokasi..

Hal itu di katakan Brandus Donatus Simanjuntak Kepala Bidang PSDA pada Dinas PUPR Mentawai saat dimintai keterangan pada Jumat (14/12).

"daerah kita kan merupakan Kepulauan dan memiliki musim gelombang pasang yang  terjadi hampir setiap tahunnya. Jadi banyak pemukiman penduduk di pesisir  terancam abrasi. Makanya kami terus upayakan PAP  2018 ini di 4 lokasi " katanya.

Adapun PAP yang dibangun di 4 lokasi pada tahun 2018  yakni  PAP Home stay Mapadegat yang dikerjakan PT. Cb Sikoember dengan nilai kontrak   4.2 milyar termasuk pajak dengan rencana panjang tahun 2018 sesuai ketersediaan dana   lebih kurang 400 meter di tambah dengan sebagian pelengkapnya seperti 1 unit tangga, counter fat dan beton kubus. 

Dengan tujuan mengurangi abrasi di kawasan home stay yg dibanguna dinas pariwisata dan di lokasi tersebut masih membutuhkan dana untuk pembuatan grouin atau pemecah gelombang,  PAP Pasakita Taileleu di Kecamatan Siberut Barat Daya dengan nilai kontak lebih kurang 3 milyar termasuk pajak dan dikerjakan  PT. Asela. Tahun ini membuat 11 unit grouin atau pemecah ombak berupa beton cetak seperti tanda tambah atau di sebut beton plus (+). 

Pembuatan grosir tersebut telah terlaksana. Sementara untuk pembangunan PAP di Pasakiat Taileleu sendiri  masih membutuhkan dana untuk pembangunan lanjutan  revietmen atau talud. Di daerah tersebut termasuk daerah abrasi yang cukup tinggi dan saat ini rumah penduduk dan fasilitas umumnya seperti jalan dan sarana umum lainnya terancam terkena dampak abrasi dan akses memobilisasi material ke lokasi sulit karna tergantung cuaca..

Kemudian PAP Desa Sioban Kecamatan Sipora Selatan yang dikerjakan CV. PEIPEI Mandiri dengan nilai kontrak lebih kurang 1.2 milyar termasuk pajak. Tahun ini membuat revietmen atau talud lebih kurang 190 meter, 1 unit tangga, 1 unit akses tambat perahu masyarakat dan beberapa beton kubus. 

Tujuan pembangunan PAP di sioban yakni lanjutan tahun sebelumnya meminimalisir abrasi akibat pengikisan pantai dan melindungi fasilitas umum seperti jalan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan pemukiman penduduk. 

Kemudian PAP di Nemnem Leleu Kecamatan Sikakap di kerjakan CV. Jamko Karya dengan  nilai kontak lebih kurang 889 juta termasuk pajak dan   mengerjakan revietmen atau talud dengan panjang rencana 150 meter, 1 unit tangga dan beberapa unit counter fat atau beton penopang. 

Pembangunan counter fat sendiri bertujuan melindungi fasilitas umum seperti jalan dan fasilitas pusat keagamaan (komplek Kantor Pusat GKPM) dan masih membutuhkan dana untuk lanjutan.

Brandus mengatakan, 2 lokasi sudah dapat di PHO  yakni PAP Taileleu dan PAP Sioban dan 2 lokasi lagi saat ini masih dalam tahap penyelesaian.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi cuaca, sulitnya akses memobilisasi material dan tingginya kesulitan mengerjakan bangunan air berdampak pada terlambatnya penyelesaian.

Menurutnya, pembangunan PAP di Kepulauan Mentawai di perlukan waktu yang cukup dan penyedia yang memiliki cukup modal untuk pekerjaan tersebut. (Nbl).


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK