Kamis, 24 Oktober 2019

Pertemuan FGD bersama UGM di aula kantor bupati Mentawai

SASARAINAFM.COM |TUAPEJAT- Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan FGD Kajian Diseminasi Informasi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (24/10) diselenggarakan di àula Kantor Bupati Mentawai.

Dian Arimamy Dosen Fisipol UGM mengatakan Kegiatan yang bertajuk "Kajian Diseminasi Informasi Melalui Jaringan Perguruan Tinggi 2019" itu bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelaborasi permasalahan rill, mengenai desiminasi informasi, tata kelola dan jaringan pelaksana di Lingkungan Pemkab Mentawai.

"Kita memang lagi keliling indonesia untuk memahami diseminasi di area-area tersebut seperti apa, potensi dan persoalannya seperti apa, nanti berdasarkan kajian ini, kami akan menciptakan model diseminasi informasi yang efektif untuk kesejahteraan masyarakat, " paparnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet dalam sambutannya  menyebutkan bahwa infrastruktur jaringan Telekomunikasi dan Informasi di Kepulauan Mentawai masih sangat minim, sehingga masyarakat Mentawai belum merasakan manfaat telekomunikasi secara total.

Hal tersebut Ia sampaikan pada acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Mentawai,  di ruang rapat kantor Bupati Mentawai.

Ia berharap kementerian pemerintah pusat melalui Kominfo  segera menuntaskan persoalan telekomunikasi di Kepulauan yang dijuluki sebagai Bumi Sikerei ini, sebab menurutnya dengan adanya jaringan tersebut akan membantu masyarakat dalam berkomunikasi serta mendapatkan informasi.

Ia menyebutkan saat ini pemerintah pusat mulai membangun infrastruktur tersebut, salah satunya adalah telah dibangunnya jaringan Fiber Optik di Kepulauan Mentawai, melalui Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL), kendati demikian jaringan itu pun baru bisa melayani sebagian pulau Sipora.

"Fiber Optik ini juga belum maksimal, baru bisa melayani sebagian masyarakat pulau Sipora, sementara pulau Pagai Utara dan Selatan dan Pulau Siberut belum mereka nikmati," timpalnya.

Menurutnya sebagai Daerah yang terpisah-pisah dari Pulau satu ke pulau lainnya yang hanya bisa ditempuh melalui akses laut sangat membutuhkan jaringan Telekomunikasi yang bisa menghubungkan satu dengan yang lainnya, disamping itu jaringan Telekomunikasi juga dimanfaatkan untuk segala sektor,  seperti Kesehatan, Pendidikan, pariwisata dan lain sebagainya.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Mentawai, Plt Kadis Kominfo Mentawai drs.Pudjo Rahardjo, Sejumlah Kepala Dinas atau perwakilannya, Tim Bakti, Tim UGM, Tim Akademi Komunitas Negeri Mentawai, Tokoh pemuda dan peserta undangan lainya. (Red).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK