Senin, 16 September 2019

Foto Ilustrasi warga mandi di sungai
SASARAINAFM.COM - SIBERUT TEBGAH-  Kemarau yang melanda Kepulauan Mentawai membuat warga Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah harus mengambil air kebutuhan sehari-hari di sungai.

Bahkan anak-anak pun ikut serta terlibat membantu orang tua mengambil air ke sungai, Dudui (9) contohnya ia mengambil air kurang lebih 200 meter dari jarak rumahnya menggunakan gerobak sorong dengan jerigen ukuran 20 liter beserta beberapa ember yang ia bawa untuk membantu orang tuanya, baik mencuci piring ataupun kebutuhan lainnya.

"Mau ambil air ke sungai bang, lumayan juga jaraknya dua ratus meter menggunakan gerobak sorong untuk cuci piring sama mandi," kata Dudui, Senin, (16/9/2019) saat ditanya.

Ia menuturkan, tugasnya mengambil air setiap hari setelah pulang sekolah, usai mengisi air di rumahnya Dudui baru bisa bermain bersama teman-temannya, "siap ambil air, baru nanti main sama teman, kalau sudah habis lagi Mamak perlu saya ambil lagi," ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga sesekali membantu orang lain untuk ambil air kalau diperlukan tenaganya, misalnya ada tetangga yang butuh air mandi atau mencuci namun tidak sempat ambil air, Dudui siap membantu, untuk biya tenaganya orang kadang kasih uang belanja atau bentuk lainnya.

"Kadang ada yang minta tolong diambilkan air, saya pergi saya ajak teman-teman supaa cepat, kami biasanya dikasih uang ucapan terima kasih, kadang sepuluh ribu, lima belas ribu, terserah mereka," katanya.

Sementara Kepala Desa Saliguma, Nikolaus Sakodobat mengatakan, musim kemarau di wilayahnya terjadi sejak Lebaran, namun saat itu masih sempat turun hujan sekali-sekali, tapi kali ini hujan tidak turun sama sekali sudah dua Bulan.

"Sebenarnya sejak Hari Raya Idul Fitri, itu sudah mulai kemarau, tapi masih sempat turun hujan sekali-sekali, yang tidak turun hujan sama sekali ini sudah dua bulan, terpaksa masyarakat kita mandi ke sungai," katanta.

Lebih lanjut ia jelaskan, sebelumnya pihak pemerintah setempat punya mesin pompa air, namun saat ini mesin itu kondisinya tidak bagus, "dulu kita punya mesin pompa air, tapi sekarang ini yang menjadi kendala mesin itu rusak, tidak bisa kita pergunakan, kita juga sedang mencari solusi lain agar masyarakat bisa menikmati air saat musim kemarau, terutama saat kedatangan tamu dari luar," ujarnya.

Untuk sementara masyarakat harus mandi ke sungai, biasanya masyarakat menikmati air Pamsimas  dan juga air sumur, karena kemarau pusat Pamsimas kekeringat dan tidak bisa mengalir ke rumah-rumah masyarakat, begitu juga sumur warga. (Suntoro)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

LINTAS BERITA ASOSIASI LPPL SUMBAR

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK