Rabu, 20 Maret 2019

Ilustrasi : Tower Peringatan Dini

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT —  Tower Early Sytem Warning (ESW) yang digunakan untuk sirine stunami di Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, ternyata sudah tidak berfungsi sebelum akhirnya dibongkar karena nyaris tumbang ditimpa pohon kelapa yang tumbang akibat angin kencang beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dikatakan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Mentawai Amir Ahmari kepada SASARAINAFM.COM baru-baru ini di Tuapeijat, dimana tower yang hampir tumbang itu membahayakan masyarakat dan kabel listrik PLN yang ada disekitar lokasi tower..

"Kami posisinya sekarang menyelamatkan, jadi kita bongkar dan kita amankan di kantor BPBD, hal ini telah kita laporkan ke BNPB pusat, karena ini kewenangan pusat, termasuk pemeliharaan tower ada di pusat, nah tower ini sebelum dibongkar juga sudah tidak berfungsi, " ungkapnya.

Ia menyebutkan sementara ini, sirine stunami di Kecamatan Sipora Selatan dalam keadaan kosong dan Ia juga telah meminta kepada pusat untuk segera mendirikan tower ESW tersebut."Kapan akan dibangun kita belum tau, yang jelas kita sudah laporkan hal ini ke pusat," timpalnya.

Ia menyebutkan sedikitnya di Kepulauan Mentawai terdapat 8 tower ESW untuk sirine tsunami yang dibangun oleh BNPB pusat diantaranya masing-masing satu di Siberut Utara, Siberut Tengah, Siberut Selatan dan Siberut Barat Daya. Kemudian tiga di Kecamatan Sipora Utara, antara lain dua di Desa Tuapeijat dan satu di Desa Betumonga, selanjutnya satu di Desa Sioban Kecamatan Sipora Selatan. (red).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

LINTAS BERITA ASOSIASI LPPL SUMBAR

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK