Jumat, 08 Februari 2019


dr. Katrin Wilentina Siahaan

Hati adalah salah stau organ terpenting dalam tubuh manusia. Jika tidak dirawat dengan baik, organ yang memiliki tugas menetralisir racun dalam tubuh ini juga bisa terkena gangguan. Salah satu penyakit hati yang paling berbahaya adalah sirosis hati yang juga bisa memicu kanker hati. Penyakit sirosis hati sudah banyak memakan korban. Namun kurangnya informasi tentang penyakit ini membuat pengetahuan dan kesadaran tentang bahaya kerusakan hati ini tidak terlalu di perhatikan oleh orang–orang. Berikut ini informasi mengenai sirosis hati. Menurut Riset Kesehatan Oasar (Riskesdas, 2013), diperkirakan sebanyak 18 juta orang menderita hepatitis B dan 3 juta orang menderita  hepatitis C di Indonesia. Sekitar 50 persen dari orang tersebut memiliki penyakit hati yang berpotensi kronis dan 10 persen nya menuju sirosis hati. Sementara itu, satu kasus sirosis hati membutuhkan biaya pengobatan  sekitar Rp 1 miliar dan pengobatan kanker hati sekitar Rp 5 miliar dengan angka kesembuhan yang minimal. (Kemenkes, 2017)

PENGERTIAN SIROSIS HATI
SIROSIS hati adalah suatu keadaan penyakit yang mengakibatkan cedera hati yang terjadi dalam jangka waktu lama dan menimbulkan kerusakan serius pada struktur hati. Akibatnya, kerja hati seperti produksi berbagai zat yang dibutuhkan tubuh dan fungsi penetralisasi zat racun yang masuk ke dalam tubuh menjadi berkurang. Sirosis hati cenderung tidak mudah diobati. Penyakit ini dapat berkembang sebagai akibat dari infeksi hepatitis B dan C menahun, penyakit hati karena konsumsi alkohol yang berlebihan, dan autoimun. Sirosis juga lebih sering terjadi pada orang dengan kelebihan berat badan (obesitas) dan perlemakan hati atau menumpuknya lemak di organ hati. Bila tidak diobati, sirosis hati dapat berujung pada komplikasi, berkembang menjadi kanker hati, hingga kematian.
Hati adalah organ padat paling besar yang berada di dalam tubuh manusia. Hati memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh, berikut ini beberapa fungsi hati di dalam tubuh.
  • Menyimpan nutrisi berlebih dan mengembalikan sebagian nutrisi ke dalam aliran darah.
  • Memproduksi protein dalam darah untuk membantu penggumpalan, pengiriman oksigen, dan fungsi kekebalan tubuh.
  • Membantu menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
  • Menyingkirkan unsur berbahaya dalam aliran darah, termasuk di antaranya minuman keras dan obat-obatan.
  • Menghancurkan lemak jenuh dan menghasilkan kolesterol.
  • Memproduksi cairan empedu, yaitu unsur yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.
Pada dasarnya, hati adalah organ yang sangat tangguh karena dapat terus bekerja meski dalam keadaan rusak. Hati akan berusaha memperbaiki dirinya sendiri hingga organ ini benar-benar rusak dan tidak bisa berfungsi lagi..

TANDA DAN GEJALA SIROSIS HATI
Tanda dan gejala tahap awal penyakit sirosis adalah:
·           Kelelahan
·           Lemah dan lesu
·           Nafsu makan menurun
·           Mual dan muntah
·           Berat badan turun drastis
·           Telapak tangan merah
Sementara tanda dan gejala tahap akhir dari penyakit sirosis adalah :
·           Mata dan kulit menguning
·           Urin coklat atau kuning gelap
·           Rambut rontok
·           Perubahan pembuluh darah di kulit dan di sekitar pusar
·           Pertumbuhan payudara pada pria
·           Mudah memar dan berdarah
·           Muntah darah atau BAB hitam seperti aspal
·           Gangguan mental berupa kebingungan mental
·           Perut bengkak dari akumulasi cairan dan kaki bengkak
·           Limpa membesar
·           Koma
Kemunculan gejala sirosis hati di atas bisa berbeda pada setiap orang dan sangat bergantung pada parahnya penyakit. Namun jika gejala yang muncul sudah terkait dengan pendarahan, maka kemungkinan sirosis sudah mencapai tahap paling parah atau stadium akhir. Jika gejala yang dirasakan masih ringan, maka fungsi hati masih akan berjalan. Namun jika kerusakan sudah semakin parah makan fungsi hati akan sangat terganggu. Perlu diingat salah satu fungsi hati yang terpentin bagi tubuh adalah menyerap racun dan membuangnya. Jika hati tidak berfungsi dengan baik, maka kemungkinan akan berpengaruh pada kerja organ lainya dalam tubuh dan mengakibatkan terjadinya komplikasi.
Kapan Saya Harus Pergi ke Dokter ?
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. Gejala tahap awal termasuk kelelahan, muntah, dan kehilangan napsu makan. Setiap tubuh seseorang bereaksi berbeda. Lebih baik diskusikan dengan dokter Anda apa yang terbaik untuk kondisi Anda..
PENYEBAB SIROSIS HATI
Sirosis adalah jenis penyakit kronis yang perkembangannya memakan waktu bertahun-tahun lamanya. Meskipun berkembangnya tidak cepat, tapi tentunya akan lebih baik jika penyakit ini dideteksi sejak dini agar mendapat penanganan lebih cepat. Berikut ebberapa penyebab sirosis hati:

1. Konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan dan untuk jangka panjang memang jelas dapat menyebabkan gangguan hati. Alkohol dapat berekasi menghancukan sel-sel hati, sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan maka jaringan hati lama-kelamaan pun akan terganggu.Umumnya gangguan hati yang dialami oleh pecandu alkohol terbagi menjadi tiga tahap dan sirosis hati ada di tahap yang paling parah. Pertama-tama pecandu alkohol biasanya akan mengalami gangguan perlemakan hati, kondisi ini masih bisa diatasi dengan berhenti konsumsi alkohol.

Jika perlemakan hati dibiarkan dan Anda masih mengonsumsi alkohol, kemungkinan Anda akan masuk ke tahap yang disebut hepatitis alkoholik atau munculnya peradangan pada hati akibat konsumsi alkohol terus menerus. Ditemukan sekitar 10% penderita hepatitis alkoholik akan menderita sirosis hepatitis alkoholik.

2. Penyakit hepatitis
Hepatisis adalah kondisi infeksi hati yang disebabkan oleh beberapa sebab, paling umum adalah virus. Jika tidak ditangani dengan baik maka hepatitis sangat berpotensi menyebabkan sirosis hati. Jenis hepatitis akibat virus yang paling banyak menjadi penyebab sirosis hepatitis adalah hepatitis B dan C.

3. Perlemakan hati
Sebelumnya disebutkan bahwa konsumsi alkohol dapat menyebabkan perlemakan hati. Tetapi sebenarnya perlemakan hati juga bisa disebabkan oleh sebab lain seperti obesitas, tingginya kolesterol, hipertensi, dan juga obesitas. Pelemakan hati yang disebabkan faktor tersebut juga berpotensi menyebabkan sirosis hati.

4. Hepatitis autoimun
Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dalam tubuh. Penyakit hepatitis autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang hati hingga menyebabkan peradangan hati. Kondisi ini bisa berujung pada sirosis hepatitis atau sirosis hepatis.

5. Budd-Chiari syndrome
Budd-Chiari syndrome adalah kondisi di mana terjadinya pembekuan darah yang mengakibatkan penyumbatam sebagian atau penyumbatan total pada vena besar yang ada di hati. Penyebab dari sindrom ini diduga adalah adanya kondisi tertentu yang meningkatkan potensi pembekuan darah seperti anemia sel sabit.

6. Konsumsi obat-obatan jangka panjang
Konsumsi obat-obatan tertentu untuk jangka panjang juga bisa berpotensi menyebabkan sirosis hati. Tetapi kasus ini terbilang jarang ditemukan.

7. Kanker pankreas dan saluran empedu
Sirosis hati juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit lain seperti kanker pankreas dan kanker saluran empedu. Kedua penyakit ini bisa menyebabkan penumpukan cairan empedu akibat tersumbatnya saluran empedu.



DIAGNOSIS SIROSIS HATI
Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendiagnosis sirosis, yaitu:
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan mengamati perubahan fisik yang terjadi pada pasien.
  • Tes darah. Sampel darah diambil untuk mengetahui tingkat fungsi hati dan kerusakan jika ada.
  • PencitraanCT scanMRI, USG, dan beberapa prosedur pencitraan lain mungkin diperlukan untuk melihat kondisi hati.
  • Biopsi. Pengambilan sampel jaringan dari hati.
KOMPLIKASI SIROSIS HATI
Komplikasi sirosis hati yang sering ditemukan, antara lain peritonitis  bakterial spontan, yaitu infeksi cairan pada rongga selaput perut. Gejala yang dapat muncul, antara lain berupa nyeri perut dan demam. Komplikasi sirosis pada susunan saraf pusat dapat berupa ensefalopati hepatik, yaitu kelainan neuropsikiatri karena gangguan detoksifikasi oleh hati. Pasien mula-mula mengalami gangguan tidur seperti insomnia atau sukar untuk tidur, kemudian kesadarannya terganggu hingga berlanjut menjadi koma. Gangguan fungsi ginjal juga dapat terjadi sebagai komplikasi sirosis yang ditandai dengan peningkatan ureum dan kreatinin. Komplikasi sirosis yang sering dijumpai adalah varises esofagus atau pelebaran pembuluh  darah yang berada di kerongkongan sehingga bila tekanan semakin tinggi dapat berakibat pecah pembuluh darah..

PENGOBATAN SIROSIS HATI
Dokter Anda akan melakukan terapi berdasarkan penyebab yang mendasari dan seberapa parah kerusakan hati yang ada yaitu dengan terapi obat-obatan yang harus dikombinasi  dengan terapi tanpa obat-obatan. Berikut ini akan dipaparkan mengenai terapi tanpa obat-obatan bagi pasien dengan strosis hati:
1. Diet seimbang. Insiden malanutrisi sering terjadi karena penyakit sirosis dapat mengambil nutrisi dan tubuh dan otot sehingga otot menjadi kecil. Diet pada hal ini berarti mengatur jumlah kalori yang dikonsumsi beserta menu makanan yang baik untuk hati. Kalori yang dianjurkan adalah 35-40 kkal/KgBB ideal dengan protein 1.2-1.5/KgBB/hari.
2. Aktivitas fisik. Aktivitas fisik seperti berolahraga dapat mencegah pengecilan ukuran otot (atrofi otot) dan sehat untuk tubuh.
3. Stop konsumsi alkohol. Untuk melindungi hati, Anda harus berhenti minum alkohol. Hal ini mungkin dapat menjadi hal yang tidak mudah, terutama bila Anda ketergantungan alkohol. Bila kesulitan, konsultasikan diri ke dokter.
4. Pembatasan obat-obatan yang berbahaya bagi hati (hepatotoksik) dan ginjal (nefrotoksik). Setiap obat memiliki efek samping,  tetapi bermanfaat bila digunakan sesuai anjuran dari dokter. Terdapat beberapa obat yang justru dapat berbahaya bagi hati dan ginjal di mana dapat memperparah kerusakan hati dan ginjal yang mempengaruhi perjalanan penyakit sirosis.
Penyakit sirosis hati tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat diobati. Dengan pengobatan yang adekuat, kerusakan hati lebih lanjut dapat dicegah, komplikasi menjadi berkurang, dan kualitas hidup menjadi lebih  baik. Konsultasikan dengan dokter untuk mengendalikan kondisi sirosis hati agar selalu stabil dengan komplikasi yang rendah.




0 komentar:

Posting Komentar

PEMBANGUNAN
KESEHATAN
PERISTIWA
Photobucket
Diberdayakan oleh Blogger.
JURNALISTIK
SOSOK
Photobucket
LPPL Radio Sasaraina Pemkab Mentawai
Jl.Raya Tuapejat KM.2 Sipora Utara Kab.Kep.Mentawai
tel.:0759 320006/fax.:0759 320223
HP. 082390747044