Senin, 21 Januari 2019


SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT_ Meski   desa  lain di Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), namun di Desa Tuapejat yang justru berada di pusat ibu kota Kabupaten belum membentuk Bumdes.

Kepala Desa Tuapejat Pusuibiat T. Oinan saat ditemui di ruangan kerjanya Selasa,  (22/1/2019) mengatakan, sejauh ini pihaknya masih memiliki persoalan mendasar yang menjadi kendala di lapangan dan harus dicarikan solusi, yakni sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelola BUMDes itu sendiri.

Menurutnya,  pihaknya masih kesulitan mencari SDM yang betul-betul siap mengelola BUMDes ketika sudah terbentuk..

“kita masih susah untuk mencari siapa nantinya yang  mampu mengelola BUMDes ketika sudah terbentuk. Kita tidak bisa asal pilih. Kita butuh orang yang benar-benar mampu” tuturnya.
Dia merasa khawatir, jika pengelolaan BUMDes diserahkan kepada bukan ahlinya, yang akan terjadi bukan berkembang, tapi sebaliknya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai lembaga sosial maka segala aktivitas BUMDes harus berpihak kepada kepentingan masyarakat dalam penyediaan pelayanan sosial. Dengan demikian, masyarakat berhak mendapatkan akses dan manfaat dari BUMDes yang didirikan.

Sedangkan dalam posisi sebagai lembaga usaha komersil, BUMDes dapat membangun berbagai jenis usaha yang dikelola dengan manajerial profesional, akuntabel dan transparan. Melalui kegiatan-kegiatan yang diusahakan oleh BUMDes menjadi pendapatan bagi desa..

Ia menambahkan, BUMDes sebagai lembaga yang memiliki dua fungsi (sosial-ekonomi), maka dibutuhkan sosok figur yang kuat, memiliki kapasitas, mampu memotivasi tim kerja, berkepribadian baik, bermental kuat dan berjiwa entrepreneur dalam mengelolan BUMDes. Meskipun demikian, pengurus BUMDes tidak harus sarjana.

"tidak perlu sarjana, yang jelas pengelola Bumdes itu harus  berjiwa entrepreneur. Karena biasanya yang berjiwa entrepreneur lebih cepat dalam membaca peluang usaha-usaha yang inovatif dan kreatif. Supaya ikhtiar untuk BUMDes yang berdaya dapat terwujud" pungkasnya. (Nbl).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK