SOSIALISASI PEMILU 2019

Photobucket

Sabtu, 03 November 2018


SASARAINAFM.COM, MUNTEI-Turuk (Tari) tradisional Mentawai memiliki keunikan budaya tersendiri bagi masyarakat Mentawai, dimana tari tradisional Mentawai tidak hanya sekedar tari biasa, namun  memiliki nilai sakralitas yang lebih dalam.

Gerakan Turuk laggai pada umumnya menyerupai perilaku binatang yang ada di Kepulauan Mentawai yang dijuluki Bumi Sikerei ini, misalnya uliat manyang (prilaku elang) saat terbang mengintai mangsa, begitu juga uliat turugou-gou' (tari ruak-ruak), uliat bilou (Prilaku monyet) dan gerakan binatang lainnya..

Yosep Sagari selaku koordinator sanggar budaya di Kecamatan Siberut Selatan, kapada sasarainafm.com mengatakan turuk laggai yang digunakan untuk ritual pengobatan tidak boleh dipertontonkan, karena hal tersebut merupakan pantangan yang tidak boleh dilanggar. Ia menyebutkan sedikitnya terdapat 15 uliat yang biasanya digunakan Sikerei.

"Turuk laggai untuk ritual pengobatan tidak boleh dipertontonkan, kecuali turuk laggai yang bukan digunakan untuk ritual, namun setelah atraksi turuk itu kami selalu mengumpulkan atribut daunan yang digunakan para peserta turuk, kemudian daunan itu kita letakkan di tempat yang sejuk, tidak sembarangan dibuang takutnya terjadi hal yang tidak kita inginkan, " kata Yosep yang sekaligus menjadi juri lomba Turuk Laggai pada Festival Pesona Mentawai, Jumat (02/11)..

Lebih lanjut dikatakannya turuk laggai yang dilakukan oleh sekelompok Sikerei dalam ritual pengobatan biasanya untuk mengobati orang yang dianggap roh nya telah pergi dari dirinya dengan uliat lajo simagre (memanggil roh). Selain ritual pengobatan juga ada ritual dalam meraya pesta pernikahan, lahir anak, syukuran dan pesta sakral lainnya.

Sementara lomba turuk laggai pada Festival Pesona Mentawai Tahun 2018 di Desa Muntei, kata Yosep merupakan turuk biasa yang boleh dipertontonkan, karena sifatnya bukanlah ritual.

"Penilaiannya seperti biasa yaitu kekompakan tim, kemudian keserasian atribut yang digunakan, kemudian nyanyian yang digunakan sesuai dengan uliat apa yang dibawakan, " terangnya.

Sedikitnya 150 orang yang ikut serta dalam perlombaan turuk laggai yang terdiri dari 10 tim peserta dewasa dan 6 tim peserta remaja dengan jumlah masing-masing tim beragam ada yang 5 orang sampai 15 orang dalam satu tim. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Pilihan Redaksi

Recent Posts Widget

Olahraga

Kesehatan

Wisata budaya

Jurnalistik Radio

Diberdayakan oleh Blogger.
Photobucket

Radio Visual

Photobucket 081 266 088 XXX ...Streaming Sasaraina FM cukup jernih di dengar di Depok-Jabar // 081 166 42XXX..Dari Sragen Jawa Tengah, salam hangat untuk warga Mentawai // 081 267 22X XX...Mantap SasarainaFM Semakin Dekat Dengan Pendengar dimanapun berada .// 082 283 767 XXX...Dari Padang terdengar sangat jernih suara sasarainafm // 081 267 211 XX....Tolong Siarannya diperbanyak informasi tentang Budaya dan Pariwisata Mentawai // 081 166 327 XX ....Siaran Streamingnya mantap dan jernih di dengar di Yogya // 085 287 373 XXX....website yang top, informasi tentang Mentawai cukup lengkap, suara radionyapun jernih...sukses untuk sasarainafm