Our social:
Loading...

Kepulauan Mentawai Juara Umum Jambore BPBD

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT — Jambore Pengurangan Resiko Bencana (PRB) yang diselenggarakan di Kota Padang. Pada Jambore yang ke 5 ini diikuti sebanyak 18 Kabupaten/Kota se Sumatera Barat (Sesumbar) serta diikuti sebanyak 22 peserta dari 3 Desa yang dilibatkan dari Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai, yakni Desa Tuapeijat, Desa Sipora Jaya dan Desa Gosok Oinan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Nurdin mengatakan kegiatan Jambore ini merupakan Event regional Provinsi dalam rangkah memotret tingkat ketangguhan daerah dalam tangguh Bencana.

“Jadi ini adalah event, relawan – relawan siaga Bencana se Sumatera Barat untuk memperlihatkan kemampuannya atau kapasitasnya dalam penanggulangan resiko Bencana”. Katanya pada Senin (10/9/2018) saat ditanya.

Ada lima kategori yang dilomba oleh saat Jambore PRB tersebut antara lain, pertama, menguji kemampuan melakukan pertolongan pertama pada gawat darurat, hal ini melakukan  pertolongan terhadap masyarakat yang terkena bencana atau musibah melakukan evakuasi dan sebagainya, kedua menguji kemampuan memasang tenda darurat secepatnya, hal ini bagaimana memasang tenda dengan cepat apabila terjadi bencana, ketiga lomba dapur umum, bagaimana memasak makanan menu lokal jika terjadi Bencana dengan cepat sesuai dengan standar gizi atau nutrisi, ke empat kegiatan managemen Posko, bagaimana membuat posko dan jika ada bantuan bagaimna memenetnya atau mendristribusikannya, serta mencatat daftar – darftar korban Bencana, ke lima lomba cerdas cermat.

Lebih lanjut disampaikan Nurdin masyarakat khususnya Mentawai paling tidak memiliki kemampuan lima kategori yang dilombakan tersebut, “Jadi lima kemampuan dasar itu merupakan potret atau gambaran masyarakat Mentawai atau kita semua paling tidak memiliki lima kemapuan itu yang harus dilakukan. Tidak perlu panik atau takut dalam menghadapi Bencana, jadi itu”. Ujar Nurdin.

Juara yang diraih oleh Jambore PRB Kepulauan Mentawai yakni, Juara satu menguji kemampuan dalam menghadapi pertolongan Pertama atau Bencana Gawat Darurat (BGD), kemudian Juara satu Pasang cepat tenda dengan memecahkan rekor tercepat 11 menit, kemudian Juara dua Dapur umum denganbahan lokal atau masak Subbet.

Kepala Bidang Kebencanan, Yusuf menyampaikan yang menjadi kelemahan timnya dalam mengikuti lomba Managemen Posko, “Tahun lalu kita tidak dapat apa – apa, namun tahun ini kita masuk sepuluh besar, kemudian pemenang lomba ini diambil satu sampai tiga. Jadi kita dapat beberapa juara dan tropi sehingga akumulasi nilai kita tertinggi”. Katanya.

Ia menjelaskan moment yang menarik, menurutnya yaitu moment wisata yang menarik perhatian bagi peserta lain, dimana tim BGG Mentawai mnggunakan pakaian adat Mentawai setiap kegiatan atau perlombaan yang diikuti.

Yusuf berharap kedepan adanya dukungan penuh dari pihak terkait untuk menyelenggarakan Jambore PRB, baik pariwisata, Kominfo atau Media.

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake, mengucapkan apresiasinya kepada peserta lomba yang membawa nama Mentawai ditingkat Provinsi dengan menyabet Piala Bergilir.

“Kami dari Pemerintah mengucap terima kasih kepada kita semua terutama bagi yang mengikuti lomba Jambore, ini merupakan perjuangan yang luar biasa, dan dengan ini tentunya kita akan menjadi tuan rumah tahun depan, kita tentunya berharap ini akan dipertahankan, sekali lagi selamat”. Katanya. (Suntoro).

0 Comments:

Posting Komentar