Update Real Count Pilpres 219

Photobucket REAL COUNT KPU RI - Jakarta - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 34,17545%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU' mencatat Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul atas Prabowo-Sandiaga Uno. Dilihat dari situs KPU, Kamis (25/4/2019) pukul 17.15 WIB, Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh 56,12 persen atau 29.317.988 suara, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 43,88 persen atau 22.923.015 suara

Selasa, 14 Agustus 2018

Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan bahan berita (teknik reportase). Yang dimaksud teknik wawancara di sini tentu saja bukan wawancara kerja, tapi wawancara jurnalistik –bertanya untuk menggali informasi.
Dalam wawancara, wartawan bertanya kepada narasumber (saksi, pengamat, pihak berwenang, dan sebagainya) untuk menggali atau mengumpulkan informasi, keterangan, fakta, atau data tentang sebuah peristiwa atau masalah.
Hasil wawancara disusun dalam bentuk karya jurnalistik –berita, feature, atau artikel opini.
Model Wawancara
Model wawancara ada dua macam
1. Wawancara langsung –bertatap muka (face to face) langsung dengan narasumber.
2. Wawancara tidak langsung –misalnya melalui telefon, chating, dan email (wawancara tertulis)..

Jenis-Jenis Wawancara

Dalam literatur jurnalistik dikenal banyak jenis wawancara, antara lain:
  • Wawancara berita (news-peg interview), yaitu wawancara yang dilakukan untuk memperoleh keterangan, konfirmasi, atau pandangan interviewee tentang suatu masalah atau peristiwa.
  • Wawancara pribadi (personal interview), yaitu wawancara untuk memperoleh data tentang diri-pribadi dan pemikiran narasumber –disebut juga wawancara biografi.
  • Wawancara eksklusif (exclusive interview), yaitu wawancara yang dilakukan secara khusus –tidak bersama wartawan dari media lain.
  • Wawancara sambil lalu (casual interview), yaitu wawancara “secara kebetulan”, tidak ada perjanjian dulu dengan narasumber, misalnya mewawacarai seorang pejabat sebelum, setelah, atau di tengah berlangsungnya sebuah acara.
  • Wawancara jalanan (man-in-the street interview) –disebut pula “wawancara on the spot”–  yaitu wawancara di tempat kejadian dengan berbagai narasumber, misalnya di lokasi kebakaran.
  • Wawancara tertulis –dilakukan via email atau bentuk komunikasi tertulis lainnya.
  • Wawancara  “cegat pintu” (door stop interview), yaitu wawancara dengan cara “mencegat” narasumber di sebuah tempat, misal tersangka korupsi yang baru keluar dari ruang interogasi KPK.

Teknik Wawancara

Para praktisi jurnalisme (wartawan) umumnya sependapat, tidak ada kiat mutlak wawancara jurnalistik.  Setiap wartawan emiliki trik atau cara tersendiri guna menemui dan memancing narasumber untuk berbicara.
Namun demikian, secara umum teknik wawancara meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pasca-wawancara..
Tahap Persiapan Wawancara
  1. Menentukan topik atau masalah
  2. Memahami masalah yang ditanyakan — wawancara yang baik tidak berangkat dengan kepala kosong.
  3. Menyiapkan pertanyaan.
  4. Menentukan narasumber
  5. Membuat janji –menghubungi narasumber atau “mengintai” narasumber agar bisa ditemui.
Pelaksanaan Wawancara
  1. Datang tepat waktu –jika ada kesepakatan dengan narasumber.
  2. Perhatikan penampilan –sopan, rapi, atau sesuaikan dengan suasana.
  3. Kenalkan diri –jika perlu tunjukkan ID/Press Card.
  4. Kemukakan maksud kedatangan –sekadar “basa-basi” dan menciptakan keakraban.
  5. Awali dengan menanyakan biodata narasumber, terutama nama (nama lengkap dan nama panggilan jika ada). Bila perlu, minta narasumber menuliskan namanya  sendiri agar tidak terjadi kesalahan.
  6. Pertanyaan  tidak   bersifat   “interogatif “ atau terkesan memojokkan.
  7. Catat! Jangan terlalu mengandalkan recorder.
  8. Ajukan pertanyaan secara ringkas.
  9. Hindari pertanyaan “yes-no question” –pertanyaan yang hanya butuh jawaban “ya” dan “tidak”. Gunakan “mengapa” (why), bukan “apakah” (do you/are you). Jawaban atas pertanyaan “MengapaAnda mundur?” tentu akan lebih panjang ketimbang pertanyaan “Apakah Anda mundur?”.
  10. Hindari pertanyaan ganda! Satu pertanyaan buat satu masalah.
  11. Jadilah pendengar yang baik. Ingat, tugas wartawan menggali informasi, bukan “menggurui” narasumber, apalagi ingin “unjuk gigi” ingin terkesan lebih pintar atau lebih paham dari narasumber..
Pasca-Wawancara
Sesegera mungkin, transkrip hasil wawancara. Jangan tunda, mumpung “rekaman wawancara dalam otak” masih segar. Wasalam. (www.romeltea.com).*

0 komentar:

Posting Komentar

Sasaraina Hari Ini
Kamis, 25 April 2019
06.00 - 09.00
Selamat Pagi Mentawai
09.00-10.00
Ruang Kita
10.00-11.00
Reportase
11.00-11.30
Berita Olah Raga RRI Jakarta
11.30-12.00
Resonansi Jiwa
12.00-14.00
Melodi Siang
14.00-16.00
Nusa Mentawai
16.00-17.00
Sasaraina Berdendang-Serdang
17.00-18.00
Libermen-Lintas Berita Mentawai
18.00-20.00
Nusantara
20.00-22.00
Ngobras- Ngobrol Bebas Tapi Terbatas
22.00-24.00
Senandung Malam
Diberdayakan oleh Blogger.
Photobucket

Radio Visual

Photobucket 081 266 088 XXX ...Streaming Sasaraina FM cukup jernih di dengar di Depok-Jabar // 081 166 42XXX..Dari Sragen Jawa Tengah, salam hangat untuk warga Mentawai // 081 267 22X XX...Mantap SasarainaFM Semakin Dekat Dengan Pendengar dimanapun berada .// 082 283 767 XXX...Dari Padang terdengar sangat jernih suara sasarainafm // 081 267 211 XX....Tolong Siarannya diperbanyak informasi tentang Budaya dan Pariwisata Mentawai // 081 166 327 XX ....Siaran Streamingnya mantap dan jernih di dengar di Yogya // 085 287 373 XXX....website yang top, informasi tentang Mentawai cukup lengkap, suara radionyapun jernih...sukses untuk sasarainafm
SIARAN SUARA NUSANTARA LPPL RADIO INDONESIA