Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar

Senin, 27 Agustus 2018

SASARAINAFM.COM, TUAPEIJAT — Antisipasi virus Jembrana menyerang sapi bali, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Mentawai siapkan vaksin dan antibiotik.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Nakeswan) DKPP Mentawai Zakirman kepada wartawan, pada Selasa (28/08) di ruang kerjanya.

"Dengan adanya sapi bali yang masuk ke Mentawai usai penyembelihan hewan qurban pada hari raya Idul Adha kemaren, kita antisipasi Virus Jembrana dengan menyiapkan vaksin dan antibiotik, yang dibantu oleh Provinsi Sumbar, " Ungkapnya.

Ia menyebutkan saat ini virus Jembrana masih menjadi masalah pada sapi bali Se-Indonesia, dimana virus tersebut mematikan bagi sapi bali, namun tidak menular pada manusia.

" Virus itu gampang sekali menular ke sapi bali lainnya melalui lalat, untuk itu perlu dilakukan antisipasi dengan pemberian vaksin jika terdapat ciri-ciri sapi bali yang terjangkit virus tersebut, " tuturnya.

Ia menyebutkan dari 1002 ekor sapi tercatat hingga akhir tahun 2017 lalu di Mentawai, populasi sapi bali lebih dominan, namun dengan adanya masalah tersebut, pihaknya akan mengembangkan sapi pesisir persilangan, karena dianggap lebih aman.

"Sampai akhir Desember 2017 populasi sapi di Mentawai mencapai 1002 ekor, jumlah itu tentu sudah bertambah, namun belum kita rekap, sedangkan kerbau 117 ekor, ke depan di Mentawai kita akan kembangkan peternakan sapi pesisir, karena lebih aman, " paparnya.

Sementara itu pada hari raya Idul Adha Tahun 2018 ini, sedikitnya tercatat 154 ekor sapi diantaranya 132 sapi jantan dan 22 sapi betina, kemudian 30 ekor diantaranya kerbau 14 jantan dan 15 betina, kemudian 21 ekor kambing diantaranya 15 jantan dan 6 betina.

"Data ini belum termasuk Kecamatan Barat, Siberut Barat Daya dan Pagai Utara, karena terkendala jaringan telekomunikasi sehingga laporan belum masuk,  kemudian hewan ternak betina yang disembelih itu sudah tidak berproduksi lagi, makanya kita anjurkan untuk dipotong," terangnya. (Red).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK