Senin, 27 Agustus 2018


SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT – Aliasi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Kepulauan Mentawai, melalui Fokus Grup Diskusi (FGD) meminta kepada pihak Pemerintah Desa untuk mennganggarkan dana pemberdayaan Masyarakat Adat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) untuk, pada Senin (27/8/2018) di Aula Bundo Quest Haouse, Km 6, Sipora Utara.

Ketua AMAN Mentawai, Sandang Simajuntak, menyampaikan dalam diskusi itu sesuai yang dituangkan pada Perkemdes No. 19 tahun 2017, sebagaimana disebutkan pemberdayaan masyarakat itu harus bisa berjalan dengan baik. Mestinya pemedes mengajukan penganggaran untuk pemberdayaan masyarakat Adat.


Sementara itu Wakil Bupati Kortanius Sabeleake yang juga hadir dalam diskusi itu meminta kejelasan program kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa dan mendorong Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk pemberdayaan Masyarakat Adat.

“Untuk mendorong anggaran, harus jelas dulu program kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, pemberdayaan apa yang dimaksud AMAN,,,,? apa kegunaannya,,? laporan apa yang mendasar yang dilakukan oleh AMAN, bagaimana manfaatnya bagi masyarakat,” Tanya Kortanius.

“jangan sifatnya seperti kelompok pertanian atau nelayan, saat ini belum ada perkembangannya atau laporan kepada pemerintah, berbagai macam kelompok yang sudah terealisasi oleh pemerintah, setelah itu kelompoknya bubar, laporan peningkatan ekonominya sampai sekarang belum ada, ini harus ada komitmen,”. Tandasnya.

Dalam diskusi tersebut hadir dua orang Narasumber dari Kementerian Desa yakni Andil Hardiyanto dan  Pengurus Besar (PB) AMAN Eras Chayadi, Sejumlah Kepala Desa (Kades) diantaranya, Kades Tuapejat, Kades Goiso Oinan, Kades Matobek dan Kades Saureinuk, serta sejumlah Pengurus AMAN Tingkat Kabupaten Kepulauan Mentawai dan OPD tarkait. (SS)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK