Iklan

Basarnas Siap Dukung Pariwisata Di Mentawai

Jumat, 15 November 2019, November 15, 2019 WIB Last Updated 2019-11-15T06:24:44Z
Direktur Bina Potensi Basarnas Marsekal Pratama TNI Faturakhman Indrajaya berfoto bersama
SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT – Direktur Bina Potensi Badan Search And Rescue (SAR) Nasional (Basarnas) Marsekal Pratama TNI Faturakhman Indrajaya menyebutkan bahwa pihaknya siap mendukung parawisata di Mentawai.

Hal tersebut ia sampaikan pada sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi SAR Daerah (Rakorsarda) dan Pelatihan Potensi Sar di Kepulauan Mentawai, pada Kamis (13/11) di Aula hotel graha viona, jalan Raya Tuapeijat, Kec. Sipora Utara.

“Mentawai merupakan daerah surfing yang terbaik kedua di dunia, sehingga apabila didukung dengan adanya SAR otomatis Mentawai akan terangkat dalam kancah dunia pariwisata, seperti Bali yang kita lihat sekarang ini dan itu didukung oleh SAR yang dilengkapi dengan alutsita kapal dan Helikopter, kita berharap semua kantor Sar bisa memiliki Helikopter,” paparnya.

Menurutnya wilayah Indonesia memiliki potensi rawan bencana alam dan kecelakaan, baik laut, darat dan udara, sehingga pihaknya perlu melakukan penguatan personil maupun secara kelembagaan yang memiliki potensi membantu melakukan operasi SAR, khususnya di Kepulauan Mentawai.

“ Dengan ditandatanganinya komitmen bersama tentang rencana kontigensi ini, maka diharapkan kepada unsur potensi SAR mau melakukan tugasnya dalam melakukan upaya pencarian dan pertolongan jika terjadi suatu peristiwa, misalnya terjadi kecelakaan kapal atau kondisi yang membahayakan nyawa manusia di wilayah salah seorang unsur potensi SAR, maka potensi SAR tadi bisa melakukan tugasnya,” Paparnya.

Sementara itu Kepala Kantor SAR Kelas B Mentawai Akmal mengatakan kegiatan yang mengangkat tema “Melalui rapat koordinasi SAR Daerah dan pelatihan potensi SAR Mentawai kita tingkatkan professional, sinergitas dan militan dalam pelayanan di bidang pencarian dan pertolongan di Kabupaten Kepulauan Mentawai” tersebut diikuti oleh masing-masing 40 peserta baik kegiatan Rakorsarda maupun pelatihan potensi SAR.

“Untuk rakor pesertanya adalah unsur instansi terkait, sama halnya dengan peserta pelatihan potensi SAR, hanya saja untuk peserta rakor khusus untuk manajemennya, sedangkan pelatihan potensi SAR dipersiapkan untuk membantu melakukan operasi pencarian dan pertolongan,” paparnya.

Akmal mengatakan pelatihan yang dilaksanakan tersebut lebih mengarah kepada pencarian dan pertolongan di atas air, hal itu dikarenakan, dari 20 kejadian sepanjang tahun 2018, 15 diantaranya merupakan kecelakan kapal.

”Dari 15 kejadian kami perkecil lagi, karena kecelakaan kapal itu bermacam-macam ada yang terbakar, tenggelam, lost contact ada juga yang mati mesin dan dari 15 kejadian itu 8 kali kejadian adalah mati mesin makanya kita lebih menitik beratkan rencana kontijensi kecelakaan kapal mati mesin,” paparnya.

Dikatakan Akmal kegiatan pelatihan potensi SAR tersebut akan dilaksanakan selama 7 hari, hal itu sesuai dengan standar pelatihan Basarnas dan setelah itu akan mendapatkan sertifikat dari Basarnas yang  nantinya peserta pelatihan bisa ikut dalam operasi SAR jika diperlukan.

“Setelah selesai pelatihan peserta nanti juga bisa memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan apabila suatu ketika terjadi kecelakaan kapal, pencarian orang hilang atau terjadi hal-hal yang tidak dinginkan,” Pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Mentawai Bidang Pemerintahan, Hukum dan politik Nurdin, Unsur Forkopimda, Kalaksa BPBD Mentawai, Kadinkes Mentawai, Direktur RSUD Mentawai, Kadishub Mentawai, Unsur pimpinan dan jajaran personil Kantor SAR Kelas B Mentawai, Peserta Rakorsarda dan Pelatihan Potensi SAR.  (Red).
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Basarnas Siap Dukung Pariwisata Di Mentawai

Terkini

iklan2

Iklan