![]() |
Lapak lapak ikan tampak kosong dilokasi TPI KM. 2 Tuapeijat |
Kelangkaan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya kapal ASDP yang biasanya mengangkut bahan sembako dari Padang, sejak Jumat lalu (22/5/2020) hingga Senin (25/5/2020) tidak beroperasi menuju Tuapeijat di saat lebaran. Kapal baru akan beroperasi ke Tuapeijat Jumat (29/5/2020) mendatang.
Adapun bahan-bahan sembako di warung-warung sudah tampak kosong.
"Bahan sembako mulai kosong sejak sebelum lebaran karena banyak yang membeli untuk membuat bahan kue dan kapal tidak masuk," ujar Habib, putra pemilik kedai reza di Tuapeijat Selasa (26/5/2020).
Sementara itu stok ayam juga tampak kosong pada kios-kios ayam.
"Sejak Jumat lalu ayam kosong karena kapal tidak masuk. Mudah-mudahan Jumat nanti sudah normal kembali.
Biasanya kita menjual Rp,65 ribu per ekor dengan bobot sekira 2 kilogram," tutur Dasril, seorang pemilik usaha kios ayam di Tuapejat.
Selain itu, lapak ikan di TPI (tempat pelelangan ikan) juga mengalami hal yang sama. Kalaupun ada, stoknya hanya sedikit.
"Sebab lapak ikan masih kosong karena selain kondisi cuaca juga masih dalam suasana lebaran," kata Jefri dalah seorang Pedagang ikan di TPI.
Adapun harga ikan yang dijual fluktuatif dan kemungkinan naik sekira Rp, 5.000 tergantung modal saat membeli ikan dari nelayan.
"Kita terkendala pabrik es di TPI macet jadi tidak produksi sehingga kita memakai es kulkas sementara ini," kata Jefri.
Selain itu ia juga menuturkan bahwa pihaknya juga terkendala oleh atap gedung TPI yang sudah bocor apalagi ketika hujan dan angin kencang.
Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mentawai, Usman Labai mengatakan bahwa pihaknya mengusulkan anggaran untuk perbaikan atap di TPI melalui APBD perubahan tahun 2020 dimana gedung tersebut juga merupakan aset pemerintah.(KS)