Our social:
Photobucket
Loading...
LPPL Radio Sasaraina Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat │Media Informasi dan Edukasi Masyarakat Mentawai │Jl. Raya Tuapeijat KM.2 Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai │Interaktif +62 82390747044 │Whatsapp +628116642768 │e-mail : sasarainaradiofm@gmail.com │website : www.sasarainafm.com │Matikan player audio streaming disamping, bila Anda ingin mendengar dan melihat live video streaming │

Cegah Penularan Virus ASF pada Babi, Berikut Upaya Pemda Mentawai

Ilustrasi (foto: internet)
SASARAINAFM.COM |TUAPEIJAT  - Ratusan ekor  babi yang  mati mendadak dalam kurun waktu yang singkat di pulau Sipora Kabupaten Mentawai  beberapa waktu lalu diduga terjangkit virus african swine fever (ASF) atau  demam babi afrika.

Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake melalui Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mentawai menyatakan bahwa Pemerintah daerah setempat akan segera membentuk tim pengendalian virus ASF ini di Kepulauan Mentawai khususnya di pulau Sipora.

"Area babi yang suspect tertular ASF itu ada di belakang kantor pajak, Mapaddegat, Sioban, dan Saureinuk. Sementara area babi yang masih sehat dan belum tertular itu di Betumonga, Beriulou, dan Bosua," ungkap Zakirman, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mentawai, kamis (13/2/2020).

Zakirman mengimbuhkan bahwa tim akan  melakukan sosialisasi kepada peternak babi yang masih sehat agar babinya tidak tertular.

Petugas akan memulai pembinaan dari lokasi babi yang masih sehat baru kemudian menuju lokasi  yang terindikasi babinya  tertular virus ASF.

"Kita juga akan segera mengeluarkan surat edaran terkait pelarangan babi keluar dari pulau Sipora di lingkup Kabupaten Kepulauan Mentawai dan juga babi dilarang masuk ke Mentawai dari luar Kabupaten sepanjang dokumen karantina tidak ada," imbuhnya.

Jika babi yang didistribusikan dari luar Kepulauan Mentawai tidak memiliki dokumen karantina, maka pihak Dinas perhubungan, Lanal, Polres, dan Kodim akan bertindak menahannya karena disinyalir membawa virus ASF.

Selain itu, kata Zakirman, tim tersebut juga melarang masyarakat dari luar Mentawai membawa hewan pembawa virus rabies seperti anjing dan kucing masuk ke Mentawai. (KS)

0 Comments:

Posting Komentar