Our social:
Photobucket
Loading...
LPPL Radio Sasaraina Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat │Media Informasi dan Edukasi Masyarakat Mentawai │Jl. Raya Tuapeijat KM.2 Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai │Interaktif +62 82390747044 │Whatsapp +628116642768 │e-mail : sasarainaradiofm@gmail.com │website : www.sasarainafm.com │Matikan player audio streaming disamping, bila Anda ingin mendengar dan melihat live video streaming │

Terkait Standar Depot Air Minum Isi Ulang, Begini Kata Kadinkes Mentawai

Kadis Kesehatan Mentawai Lahmuddin Siregar 

SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai  Lahmuddin Siregar mengharapkan  agar masyarakat tetap memperhatikan kualitas air yang dikonsumsinya demi kesehatan.

Menurutnya, perdagangan air minum isi ulang tersebut seharusnya mengacu pada peraturan Menteri kesehatan dan peraturan menteri perdagangan terkait standar atau persyaratan yang harus diikuti.

Lahmuddin mencontohkan bahwa kadar air yang bagus itu yang bakteri ekolinya nol, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.

Ia memaparkan bahwa sumber air minum bisa berasal dari air baku dan air olahan baik dari sumur, sungai, ataupun PDAM asalkan bersih dan dimasak.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan kadar atau kualitas air pada depot isi ulang air mineral dan dari hasil pemeriksaan, pemilik depot kita surati terkait hasil temuan yang harus ditindaklanjuti atau diperbaikinya," ujar Lahmuddin di ruang kerjanya, Rabu (8/1/2020).

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa Dinas kesehatan hanya mengurus sertifikat laik higienisnya atau sanitasinya saja, sementara sertifikat izin dan lainnya dapat diurus pada DPMPTSP atau Koperindag.

"Hingga saat ini kita sudah mengeluarkan beberapa sertifikat laik higienisnya depot isi ulang air minum mineral yang sudah kita undang dan latih," kata Lahmuddin.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan standar kelayakan depot air minum isi ulang tersebut seharusnya dilakukan sebelum menjalankan bisnisnya, selanjutnya dicek kembali kadar atau kualitas air minimal sekali tiga bulan.

"Jika ada temuan, kita tegur dulu dan berikan peringatan hingga beberapa tahapan pembinaan yang harus dilakukan. Jika tidak diindahkan, izinnya bisa dicabut," ujarnya.

Lahmuddin mengatakan bahwa di Kabupaten Kepulauan Mentawai terdapat sekira 30 depot air minum isi ulang yang dapat diakses masyarakat.

"Semua depot harusnya segera melakukan pengecekan ulang secara rutin dan bisa dicek secara mandiri. Jika menemukan yang tidak sesuai syarat, maka harus diperbaiki," imbaunya.

Ia berharap sebelum masyarakat memesan air minum isi ulang agar memperhatikan segelnya dan proses pembersihannya atau tidak membeli  yang sudah disediakan sebelumnya.

"Jika mengalami gangguan pencernaan segera beritahu tapi harus jelas dari depot isi ulang air minum mana. Ketika diambil harus ada segel untuk memastikan keluar dari produksi pengolahannya dalam keadaan steril," pungkasnya. (KS)

0 Comments:

Posting Komentar