Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar

Senin, 19 Agustus 2019

Kelompok PKH Sipora Selatan Pamerkan Hasil Produknya

SASARAINAFM.COM │TUAPEIJAT -  Kelompok Program Keluarga Harapan (PKH)  binaan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Kepulauan Mentawai mulai menunjukkan hasil yang diharapkan, khususnya hasil dibidang tani, ternak, dan olahan produk lainnya.

Koordinator PKH Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Berman Sibuea mengatakan bahwa kelompok tersebut sebenarnya sudah dibentuk sejak 2015, namun mulai mengembangkan usaha pemberdayaan masyarakat pada 2018 lalu..

Guga Vawer Munthe pendamping PKH di kecamatan Sipora selatan mengatakan bahwa hasil pemberdayaan masyarakat di sana pada tahun 2018 pada satu kelompok  mencapai sekira Rp,8 juta.
Produk olahan tersebut diantaranya berupa hasil pertanian seperti minyak manis, minyak VCO, beras, kripik Ubi, singkong, terong, pucuk ubi, kacang hijau, ternak, sunlight, dan lain sebagainya.

Kata Guga, setiap desa yang ada kelompok PKH di kecamatan Sipora selatan terdiri dari enam kelompok tersendiri yakni desa Matobe, Saureinuk, Sioban, dan Bosua. Sementara modal usaha berasal dari swadaya kelompok ibuk- ibuk di sana..

"Saat ini kita sedang berupaya mencari pasar dan membuat izin usaha agar produk ibuk-ibuk di sana bisa dijual di toko-toko," kata Guga di desa Tuapejat kecamatan Sipora utara, selasa (20/8).

Harga yang dipasarkanpun 1 liter minyak manis dijual seharga Rp 15 ribu, minyak manis 1 jerigen (4,5 liter) Rp 75 ribu, sunlight 1 liter lebih Rp,20 ribu, beras kemasan 1 liter Rp 15 ribu.

"Kendala kita selama ini hanya menggunakan peralatan manual dan diolah secara alami. Tidak ada bantuan peralatan," kata Guga.

Seperti penanaman padi tanpa menggunakan pupuk, proses pembuatan minyak kelapa dengan menggunakan parutan dari pohon duri, kemudian diperas dan disaring dengan tangan.

Ia berharap kelompok PKH di Sipora selatan mendapatkan bantuan peralatan agar pengolahan produk lebih efektif dan efisien.
(KS)



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK