Senin, 01 Juli 2019

Martinus Dahlan Sekda Kepulauan Mentawai

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT-  Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan menyebutkan omset para pelaku usaha menengah kecil (UKM) yang membuka stand untuk menjajakan dagangannya di arena Festival Pesona Mentawai 2019 diperkirakan mencapai Rp.1 juta sampai Rp. 5 Juta Rupiah per hari.

“Ada beberapa catatan selama pelaksanaan FPM kali ini, ketika kami datang ke lokasi pembelanjaan yang ada di stand, masyarakat mendapat keuntungan dalam penjualan mereka satu hari omsetnya mencapai Rp1 sampai Rp5 juta. Artinya dengan kegiatan ini ada dampak ekonominya bagi masyarakat kita, ini mesti kita pertahankan, kita juga kedepannya lebih baik lagi, “  Kata Martinus Dahlan saat menutup Pergelaran Budaya Festival Pesona Mentawai (FPM) 2019 di Pantai Mapaddegat, Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara Kepulauan Mentawai, Senin (1/7)..

Menurut Martinus, peningkatan pendapatan para pelaku usaha  masyarakat itu menunjukkan bahwa gelaran  budaya pada Festival Pesona Mentawai (FPM) 2019 yang diadakan di kawasan pantai Mapaddegat dari 28 Juni sampai 1 Juli 2019 berjalan sukses dan diminati masyarakat.

Pada kesempatan itu  Martinus juga berharap agar kegiatan FPM yang telah ditetapkan sebagai kegiatan budaya  pada setiap tahun itu  dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga event budaya milik masyarakat bumi Sikerei itu benar-benar dapat diminati masyarakat Mentawai, dan masyarakat Mentawai bisa semakin mencintai dan tidak melupakan budayanya sendiri.

“ Kegiatan Festival Pesona Mentawai ini milik masyarakat Mentawai, kami pemerintah daerah melalui dinas pariwisata hanya memfasilitasi, untuk itu kami menyampaikan kembali kepada kita, mari kita cintai budaya kita dan jangan melupakan budaya kita, Mentawai,”  kata Martinus.

Dibagian lain sambutannya, Martinus juga menegaskan kegiatan FPM merupakan cara memperkenalkan budaya Mentawai ke luar, meski banyak orang beranggapan Mentawai jauh dari Provinsi dan terpencil, sepi dan ombak besar. .

“Mentawai sekarang sudah jauh dari anggapan orang-orang, sudah jauh perubahannya, perkembangannya, pembangunan sudah kita rasakan, seperti trans Mentawai, objek-objek wisata, wisata Desa, sudah mulai kita kembangkan, sudah mulai kita bangun, karena kita punya potensi yang sangat besar kita miliki dan tidak dimiliki orang lain”, ujar Martinus.

Menurutnya kekayaan ini mesti dipertahankan, tanpa kerja sama dari berbagai pihak baik masyarakat, Pemerintah, Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda), Tokoh masyarakat, pemuka agama, jika tidak kerja sama maka pihak Pemda Mentawai tidak bisa berkembang.

Kepada Dinas Pariwisata dan  dinas terkait lainnya, Martinus berpesan agar setelah kegiatan FPM 2019 ini, sarana yang telah ada di kawasan Mapaddegat dapat dipelihara dan dimanfaatkan untuk kegiatan positif yang lain.

“Semua kegiatan yang diselengarakan di Mentawai terutama di Tuapeijat, kita akan pusatkan di kawasan pantai Mapaddegat ini, jadikan kawasan ini sebagai salah satu tempat dari promosi daerah wisata kita, supaya daerah-daerah lain mengenal dan lebih tahu Mentawai, “ Pungkasnya. (Suntoro)


0 komentar:

Posting Komentar

PEMBANGUNAN
KESEHATAN
PERISTIWA
Photobucket
Diberdayakan oleh Blogger.
JURNALISTIK
SOSOK
Photobucket
LPPL Radio Sasaraina Pemkab Mentawai
Jl.Raya Tuapejat KM.2 Sipora Utara Kab.Kep.Mentawai
tel.:0759 320006/fax.:0759 320223
HP. 082390747044