Kamis, 09 Mei 2019

Novriadi, Kalaksa BPBD Mentawai

mentawaikab.go.id_TUAPEJAT- Kepala Pelaksana BPBD Mentawai Novriadi mengharapkan masyarakat Mentawai tidak termakan isu tentang prediksi gempa besar di  Mentawai..

" kalau ancaman itu ada seperti yang diprediksi para ahli dan juga BMKG, namun kan kita tidak tahu kapan terjadinya, dimana titik tepatnya, dan BMKGpun belum pernah membuat release kapan terjadi gempa itu," kata Novriadi menanggapi prediksi para ahli gempa Jepang yang pernah disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit tentang potensinya terjadinya gempa magnitudo 8,9 skala richter yang bakal terjadi di Mentawai.

Menurut Novriadi yang terpenting saat ini adalah kesiapan warga dalam meningkatkan kesiapsiagaan, dan pihak BPBD Mentawai telah memberikan pelatihan serta  pemahaman tentang bencana yang  kepada masyarakat, sehingga masyarakat diharapkan akan lebih siaga dan mengerti apa yang harua dilakukan saat terjadi gempa yaitu melakukan evakuasi secara mandiri.

Novriadi menyebutkan, dari 43 Desa yang ada di seluruh Mentawai ada sebanyak 33 Desa yang terdampak dan rawan bencana, baik di sepanjang pantai Barat maupun Timur, bahkan pihak BPBD bersama LSM yang konsen terhadap kesiap-siagaan bencana sudah melakukan pelatihan di setiap Kecamatan melalui Satuan Penanggulangan Bencana (Satgas PB) termasuk di Desa-Desa kepada Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Dengan berbagai kesiapan dan juga perhatian pihak pemerintah terhadap kesiapsiagaan bencana ini, Novriadi berharap masyarakat Mentawai  tidak lagi termakan isu gempa, " 
“Jangan takut, tapi tetap waspada, warga harus  beraktivitas, pergi ke ladang, pergi melaut, jangan takut, yang penting kita waspada dan siaga, jika terjadi guncangan terasa kuat atau lama hingga 20 detik, langsung melakukan evakuasi mandiri, jangan menunggu sirine, atau aba-aba, karena bisa saja sirinenya rusak, jadi langsung saja lakukan evakuasi,” Ungkapnya.

Terkait kesiapan logistik, saat ini BPBD Mentawai selalu standby, makanan seperti beras, indomie, selimut serta kebutuhan lainnya saat terjadi bencana sudah disiapkan di gudang," kita tetap standby untuk logistik meskipun tidak terlalu banyak, karena untuk stok bahan pangan ini kan kita perlu pikirkan masa kadaluwarsanya " pungkas Novriadi (str)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK