Jumat, 08 Februari 2019


dr. Katrin Wilentina Siahaan
Hampir semua orang pernah mendengar tentang Diabetes Melitus. Dan tak jarang kita juga mendengar mitos-mitos tentang penyakit itu di dalam masyarakat. Tapi, apa sebetulnya penyakit Diabetes? Apa penyebabnya? Diabetes mendapat julukan sebagai “ibu dari segala penyakit”, karena kondisi ini dapat memengaruhi banyak organ dalam tubuh. Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes dapat menyebabkan banyak komplikasi. Beberapa organ yang bisa terkena dampaknya adalah jantung, ginjal, mata, pembuluh darah, dan sistem saraf. Mari simak lebih lanjut mengenai penyakit ini.

APA ITU DIABETES MELITUS
Diabetes melitus atau biasa disebut dengan kencing manis merupakan penyakit kronis. Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan insulin atau berkurangnya efektivitas insulin. Hal ini ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa melebihi normal. Diabetes ditandai dengan kondisi hiperglikemia berlangsung terus- menerus. Insulin adalah hormon yang dibentuk oleh pankreas. Pankreas mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah. Insulin membantu glukosa untuk dapat masuk kedalam sel. Insulin menurunkan jumlah gula didalam darah.
Maka itu, penyakit diabetes dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:
Diabetes Tipe 1
Diabetes melitus tipe 1 adalah gangguan autoimun yang menyebabkan sistem ketahanan menyerang dan merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin, sehingga pankreas tidak dapat memproduksi hormon tersebut. Hal ini akan mengakibatkan tubuh kekurangan insulin dan meningkatkan kadar glukosa darah.
Kondisi ini umumnya menyerang pasien di bawah usia 40 tahun, terutama pada masa remaja. Biasanya gejala penyakit ini lebih cepat terdeteksi pada usia yang lebih muda, terutama pada masa kanak-kanak atau remaja.
Penyebab dari kondisi ini belum jelas. Para ahli menduga bahwa penyebab penyakit gula ini mungkin akibat faktor genetik dan lingkungan. Namun, Anda mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kondisi ini jika:
·           Orangtua atau saudara kandung Anda yang mengidap kondisi ini
·           Dalam keadaan paparan penyakit virus
·           Munculnya autoantibodi
·           Kekurangan vitamin D, mengonsumsi susu sapi atau susu formula, dan sereal sebelum usia 4 bulan. Meskipun tidak langsung menyebabkan kondisi ini terjadi, tapi masih berisiko.


Diabetes Tipe 2
Diabetes melitus tipe 2 disebabkan karena kekurangan insulin, dimana tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin yang dihasilkan tidak dapat bekerja secara memadai. Hal ini menyebabkan tubuh memiliki masalah dalam mengubah karbohidrat menjadi energi sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah.
Diabetes tipe 2 merupakan jenis penyakit yang dapat menyerang orang dari segala usia, namun mayoritas terjadi pada orang berusia diatas 30 tahun. Penderita diabetes tipe 2 dapat  mengontrol kadar gula darahnya dengan diet, olahraga, antidiabetik oral atau kadang-kadang memerlukan suntikan insulin. Apabila tidak melakukan terapi pengobatan dan perubahan gaya hidup yang tepat maka dapat menimbulkan resiko penyakit jantung, kebutaan, kerusakan saraf dan organ, dan kondisi serius lainnya.
Diabetes Tipe Lain
Diabetes gestational adalah jenis diabetes yang hanya terjadi pada wanita hamil. Penyakit ini dapat menyebabkan masalah pada ibu maupun bayi-bayinya jika tidak diobati. Namun kondisi ini biasanya sembuh setelah melahirkan..
TANDA DAN GEJALA DIABETES MELITUS

Gejala hiperglikemia/ diabetes yang khusus adalah
1.        Cepat merasa haus (polidipsia) dan sering buang air kecil (poliuria).
2.        idipsia muncul karena sebagian besar air yang ada di dalam sel tertarik ke dalam darah (yang mengandung glukosa dalam jumlah yang tinggi) akibat perbedaan tekanan osmosis. Akibatnya, sel kekurangan cairan.
3.        iuria muncul karena air di dalam pembuluh darah terlalu banyak sehingga perlu dikeluarkan.
4.        Sering mengalami kelaparan ekstrim (polifagia).
5.        ifagia muncul karena sebagian besar sel-sel tubuh kta kelaparan (tidak mendapatkan makanan yang dibutuhkan), karena glukosa sebagai hasil penguraian makanan yang kita makan tidak masuk ke dalam sel.
6.        Cepat merasa lelah dan mengantuk
Hal ini terjadi karena sebagian sel-sel tubuh kita tidak mendapatkan glukosa yang dibutuhkan untuk tetap bugar.
7.        Penurunan berat badan yang ekstrim dan tanpa sebab.
8.        Emosi tidak stabil.
9.        Penglihatan kabur.
10.    Pada wanita akan mudah mengalami infeksi jamur pada vagina.
11.    Mudah terserang infeksi.
12.    Jika mengalami luka akan sulit sembuh karena diabetes mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri dan melawan infeksi. Ketika kadar gula dalam tubuh sudah mencapai kadar yang tinggi biasanya terjadi gekgejala seperti : pusing, .gangguan penglihatan dan haus.






Gejala diabetes lain yang harus Anda sadari

1. Kaki sakit dan mati rasa

Kadar gula darah yang sangat tinggi akan menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf tubuh. Tak semua orang yang mengalami gejala ini.Namun orang yang mengalami diabetes, akan merasa mati rasa, kesemutan, dan rasa sakit pada tubuh, terutama di kaki. Gejala seperti ini biasanya terjadi pada seseorang yang sudah mengalami diabetes selama 5 tahun atau lebih.
2. Pandangan kabur
Pandangan kabur pada diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes) biasanya berasal dari gangguan lensa (katarak) atau gangguan saraf mata (retinopati diabetikum).Kondisi gula darah yang cukup tinggi dapat memicu penumpukan protein di dalam lensa mata sehingga terjadinya proses katarak. Gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di mata terganggu bahkan pecah sehingga saraf mata (retina) tidak dapat bekerja dengan baik.
3. Perubahan keadaan kulit
Kadar insulin yang tinggi mendorong pigmen yang menimbulkan bercak hitam pada kulit. Jika ada perubahan yang terasa pada kulit, bisa saja menjadi tanda awal Anda memiliki penyakit gula atau kencing manis. Perubahan bisa saja ditandai dengan kulit yang menjadi gelap, bersisik, hingga muncul keriput dini.
4. Rentan terhadap infeksi atau penyakit
Seseorang dengan gejala awal kencing manis ini cenderung lebih rentan terhadap infeksi bakteri maupun jamur karena mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang menurun.Mikroorganisme tersebut membutuhkan glukosa sebagai sumber energinya. Infeksi dapat tumbuh dalam lipatan kulit yang hangat dan lembab, seperti antara jari tangan dan kaki, di bawah payudara, atau di dalam atau di sekitar alat kelamin.
5. Gusi merah dan bengkak
Penyakit gula ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan kemampuan Anda untuk melawan infeksi sehingga meningkatkan risiko infeksi pada gusi dan rahang gigi Anda. Gusi Anda dapat bengkak atau mungkin mengalami luka.
6. Lambatnya penyembuhan luka
Gula darah tinggi dapat mempengaruhi aliran darah dan menyebabkan kerusakan saraf di daerah tubuh sehingga mengganggu proses penyembuhan alami tubuh Anda.Mengetahui gejalanya lebih awal akan memudahkan Anda untuk mengatasi gejala tersebut dan bahkan dapat mencegahnya. Penyakit gula atau kencing manis ini juga dapat dicegah dengan melakukan olahraga teratur, menjaga pola hidup sehat dan menjaga kadar gula darah tetap normal.Untuk menjaga kadar gula darah normal, Anda harus membatasi konsumsi gula, tapi bukan berarti Anda jadi anti gula, yang dapat Anda lakukan adalah mengganti gula harian Anda. Gunakan pemanis rendah kalori dan bebas gula untuk mencegah penyakit gula dan mengontrol asupan kalori.
7. Cepat lapar
Kurangnya insulin untuk memasukkan gula ke sel membuat otot dan organ melemah dan tubuh kehabisan energi. Otak akan mengira kurang energi itu karena kurang makan, sehingga tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan mengirimkan sinyal lapar.
8. Penurunan berat badan tiba-tiba
Walau nafsu makan meningkat, para diabetesi dapat mengalami penurunan berat badan, bahkan sangat drastis.  Berhati-hatilah bila perubahannya sampai 5 persen dari berat badan.Karena kemampuan metabolisme glukosa terganggu, tubuh akan menggunakan apapun lain sebagai ‘bahan bakar’, misalnya otot dan lemak sehingga orang akan tampak kurus..

KAPAN SAYA HARUS PERGI KE DOKTER?

Anda harus segera menemui dokter untuk mengecek keadaan jika Anda merasakan gejala-gejala diabetes yang disebutkan di atas. Selain itu, Anda perlu menelepon nomor darurat jika Anda merasa:
·           merasa mual dan lemah
·           merasa haus berlebihan dan saat buang air kecil dibarengi dengan sakit perut
·           bernapas dengan cepat
DIAGNOSA DIABETES MELITUS
Diabetes melitus ditegakan atas dasar pemeriksaan kadar gula darah. Pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa secara enzimatik dengan bahan darah plasma dari pembuluh darah vena. Pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium.
Berikut rentang normal hasil pemeriksaan glukosa dalam darah :
1.        Gula Darah Puasa (GDP)
Puasa adalah suatu kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam. Rentang normal dari GDP adalah 80mg/dL-126mg/dL.
2.        Gula Darah 2jam Setelah Makan
Pemeriksaan Gula Darah 2jam Setelah Makan adalah suatu kondisi dengan beban kalori 75gram. Rentang normal dari Gula Darah 2jam Setelah Makan adalah 80mg/dL-200mg/dL.
3.        Gula Darah Acak (GDA)
Rentang normal dari GDA adalah 80mg/dL-200mg/dL.
4.        HbA1c
HbA1c atau Hemoglobin A1c adalah komponen minor dari hemoglobin yang berikatan dengan glukosa. Pemeriksaan HbA1c adalah pemeriksaan yang dapat menggambarkan rata-rata gula darah selama 2-3 buan terakhir sehingga dapat digunakan untuk melihat seberap baik pengobatan diabetes melitus. Nilai normal HbA1c adalah 4-5,6%,mengindikasikan prediabetes adalah 5,7-6,4% dan mengindikasikan diabetes >6,5%.

PENANGANAN DIABETES MELITUS 
Penanganan diabetes tentu harus didasarkan pada rekomendasi dokter dengan hasil pemeriksaan terlebih dahulu. Namun beberapa hal berikut ini perlu menjadi perhatian agar penanganan diabetes menjadi lebih maksimal.
  1. Membuat komitmen untuk dapat menjaga kadar glukosa dalam darah.
    Mengkonsumsi obat seperti yang direkomendasikan oleh dokter. Mengkonsumsi makanan sehat dan melakukan aktifitas fisik setiap hari untuk menjaga kondisi tubuh.
  2. Berkonsultasi dengan dokter spesialis mata secara rutin setiap 6 bulan sekali untuk melihat kemungkinan gejala kerusakan retina mata, katarak, dan glaukoma.
  3. Menjaga sistem kekebalan tubuh.
    Peningkatan kadar gula darah dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan tubuh mudah terinfeksi bakteri dan virus.
  4. Menjaga kondisi kaki
    Mencuci kaki setiap hari dengan menggunakan air hangat lalu keringkan dengan handuk yang lembut. Melembabkan kaki dengan lotion. Periksa kaki setiap hari untuk melihat adanya lecet, luka, kemerahan atau bengkak.
  5. Menjaga agar tekanan darah dan kadar kolesterol berada pada rentang normal dengan cara mengkonsumsi makanan sehat dan melakukan olahraga fisik setiap hari.
  6. Berhenti merokok
    Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi diabetes, seperti jantung, stroke, kerusakan saraf dan penyakit ginjal. Perokok yang menderita diabetes melitus memiliki resiko tiga kali lebih tinggi dari pada penderita diabetes non- merokok.
  7. Berhenti mengkonsumsi alkohol
    Minuman yang mengandung alkohol dapat meningkatkan kadar gula dalam darah terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan makan.
  8. Mengurangi stress karena hormon tubuh yang keluar karena stress dapat mencegah insulin bekerja dengan baik..
KOMPLIKASI DIABETES MELITUS
Dalam beberapa kasus diabetes melitus ditemukan beberapa masalah serius terkait kesehatan yang terpengaruh karena diabetes melitus. Berikut beberapa contohnya :
  1. Mengalami masalah pada jantung dan pembuluh darah.
  2. Mengalami kerusakan pada saraf (neuropathy). Neuropathy yang ditandai dengan sering merasakan gatal tanpa sebab.
  3. Kerusakan pada ginjal (nefropathy).
  4. Kerusakan pada mata (retinopathy).
  5. Kerusakan pada kaki.
    Kerusakan saraf di kaki atau aliran darah yang buruk ke kaki sehingga meningkatkan resiko berbagai komplikasi pada kaki. Luka dan lecet dapat menyebabkan infeksi serius pada kaki dan dapat memburuk sehingga memerlukan tindakan amputasi.
  6. Luka yang lambat untuk disembuhkan atau tertutup.
  7. Sering terjadi infeksi .
  8. Gangguan pada kehidupan sex.
    Diabetes dapat menyebabkan masalah atau merusak pembuluh darah dan saraf pada alat kelamin. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya perasaan dan membuat sulit untuk mengalami orgasme. Pada perempuan dapat menyebabkan kekeringan vagina. Sedangkan pada pria dapat menyebabkan impotensi.
 CARA UNTUK MENCEGAH DIABETES
Jika sudah tahu penyebab Diabetes maka akan sangat mudah mencegahnya, dengan menghindari penyebab Diabetes maka akan mencegah Diabetes. Mengubah gaya hidup yang lebih baik maka akan membantu mencegah Diabetes dan mencegah kenaikan gula darah. Jika menjaga kadar gula darah tetap stabil maka akan mencegah Diabetes. Cara menjaga kadar gula darah tetap normal maka harus menjaga asupan makanan. Makanan terlebih makanan manis memliki kandungan lemak tinggi dan dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Sebaiknya lagi untuk mencegah kadar gula darah meningkat dalam tubuh, dapat melakuklan aktifitas fisik seperti olahraga rutin, menghindari rokok dan minuman beralkohol serta menjaga berat badan ideal.

0 komentar:

Posting Komentar

PEMBANGUNAN
KESEHATAN
PERISTIWA
Photobucket
Diberdayakan oleh Blogger.
JURNALISTIK
SOSOK
Photobucket
LPPL Radio Sasaraina Pemkab Mentawai
Jl.Raya Tuapejat KM.2 Sipora Utara Kab.Kep.Mentawai
tel.:0759 320006/fax.:0759 320223
HP. 082390747044