Update Real Count Pilpres 219

Photobucket
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan Pasangan Joko Widodo (Jokowi) -Ma'ruf Amin menjadi pemenang Pilpres 2019. Dengan jumlah suara sah 85.607.362 suara. Sedangkan jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 Hasil pilpres itu ditetapkan dalam keputusan nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN). KPU menyebut jumlah suara sah nasional 154.257.601. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional. Pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul di 21 provinsi, yang terdiri atas Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung. Selanjutnya pasangan nomor urut 01 itu menang di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah. Kemudian Jokowi-Ma'ruf unggul di Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Maluku, dan Papua.  Sementara itu, 13 provinsi lainnya dikuasai pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Kamis, 24 Januari 2019

Doni (32) Salah Seorang Pengepul Tripang sedang menjemur tripang hasil tangkapan nelayan di Tuapejat

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT- Menjadi nelayan pencari teripang sepintas terlihat sangat menggiurkan, mengingat seringkali keuntungan yang diperoleh cukup melimpah. Padahal, bekerja menyelam ke dasar laut untuk mendapat teripang ini menanggung risiko serta bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Tidak jarang di antara nelayan pencari teripang ini harus mengalami lumpuh usai menyelam ke dasar laut bahkan bisa  mengakibatkan kematian..

Jasman Saogo (38) yang merupakan salah seorang nelayan atau pencari teripang di  Dusun Camp Desa Tuapejat menuturkan, dirinya bukannya tidak mengetahui bahaya dan risiko menjadi penyelam teripang, tetapi ia bersama pencari teripang lainnya tetap saja nekat dan mengabaikan bahaya yang mengintai demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

"mencari teripang itu berbahaya. Tapi mau tak mau itu harus kami lakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga " ujarnya saat diwawancarai di rumahnya Kamis, (24/1).

Ayah dari dua anak itu juga  mengatakan, selain melakukan penyelaman siang hari, dia bersama pencari teripang lain yang ada di wilayah Tuapejat juga menyelam pada malam hari. Dimana, pada malam hari teripang akan lebih sering ke luar sarang..

“selain turun siang,  kami juga menyelam pada malam hari. Biasanya teripang lebih banyak yang keluar malam ” katanya. Hanya saja, kata dia, menyelam pada waktu malam, jarak pandang tidak bisa terlalu jauh. Hal ini, juga menjadi salah satu kendala dalam mencari pergerakan teripang. Sedangkan, untuk siang hari, teripang cenderung berada pada kedalaman 10 meter hingga 25 meter.

 Menurutnya, saat ini untuk mendapatkan teripang sudah relatif sulit. Dia mengatakan, terkadang hanya bisa mendapat teripang 2  sampai 3 ekor dalam sehari.

Lebih lanjut ia menuturkan, saat ini kondisi mencari teripang sudah relatif lebih sulit. Apalagi, kata dia, untuk menyelam teripang juga harus bergantung pada kondisi cuaca. Jika kondisi cuaca badai, maka, pencari teripang  tidak bisa melakukan aktivitasnya.

Teripang  biasanya dapat ditemukan di kedalaman 10 meter hingga 25 meter. Setidaknya, ada 7 jenis teripang yang ada di perairan Mentawai.

Karena mencari biota laut yang satu ini sulit dan jumlahnya terbatas, teripang  diberi harga cukup tinggi..

Jenis teripang yang paling bagus harganya, yakni, teripang jenis gajah, mencapai Rp 1 juta per kilogramnya.

Selain itu, teripang jenis Karang dan Kacang berkisar  Rp 600 ribu per kilogramnya, teripang jenis burung dan nenas    Rp 250 ribu per kilogramnya, teripang jenis lakling merah Rp 80 ribu per kilogram dan lakling hitam Rp 20 ribu perkilogram.

Seperti diketahui, teripang sejatinya merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang, seperti kerang, siput, dan cacing. Meski masuk kategori hewan, teripang tidak punya organ mata, hidung, dan telinga. Satu-satunya kemampuan inderawi teripang yakni meraba. (Nbl)

0 komentar:

Posting Komentar

Photobucket

Radio Visual

SIARAN SUARA NUSANTARA LPPL RADIO INDONESIA