SOSIALISASI PEMILU 2019

Photobucket

Kamis, 24 Januari 2019

Doni (32) Salah Seorang Pengepul Tripang sedang menjemur tripang hasil tangkapan nelayan di Tuapejat

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT- Menjadi nelayan pencari teripang sepintas terlihat sangat menggiurkan, mengingat seringkali keuntungan yang diperoleh cukup melimpah. Padahal, bekerja menyelam ke dasar laut untuk mendapat teripang ini menanggung risiko serta bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Tidak jarang di antara nelayan pencari teripang ini harus mengalami lumpuh usai menyelam ke dasar laut bahkan bisa  mengakibatkan kematian..

Jasman Saogo (38) yang merupakan salah seorang nelayan atau pencari teripang di  Dusun Camp Desa Tuapejat menuturkan, dirinya bukannya tidak mengetahui bahaya dan risiko menjadi penyelam teripang, tetapi ia bersama pencari teripang lainnya tetap saja nekat dan mengabaikan bahaya yang mengintai demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

"mencari teripang itu berbahaya. Tapi mau tak mau itu harus kami lakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga " ujarnya saat diwawancarai di rumahnya Kamis, (24/1).

Ayah dari dua anak itu juga  mengatakan, selain melakukan penyelaman siang hari, dia bersama pencari teripang lain yang ada di wilayah Tuapejat juga menyelam pada malam hari. Dimana, pada malam hari teripang akan lebih sering ke luar sarang..

“selain turun siang,  kami juga menyelam pada malam hari. Biasanya teripang lebih banyak yang keluar malam ” katanya. Hanya saja, kata dia, menyelam pada waktu malam, jarak pandang tidak bisa terlalu jauh. Hal ini, juga menjadi salah satu kendala dalam mencari pergerakan teripang. Sedangkan, untuk siang hari, teripang cenderung berada pada kedalaman 10 meter hingga 25 meter.

 Menurutnya, saat ini untuk mendapatkan teripang sudah relatif sulit. Dia mengatakan, terkadang hanya bisa mendapat teripang 2  sampai 3 ekor dalam sehari.

Lebih lanjut ia menuturkan, saat ini kondisi mencari teripang sudah relatif lebih sulit. Apalagi, kata dia, untuk menyelam teripang juga harus bergantung pada kondisi cuaca. Jika kondisi cuaca badai, maka, pencari teripang  tidak bisa melakukan aktivitasnya.

Teripang  biasanya dapat ditemukan di kedalaman 10 meter hingga 25 meter. Setidaknya, ada 7 jenis teripang yang ada di perairan Mentawai.

Karena mencari biota laut yang satu ini sulit dan jumlahnya terbatas, teripang  diberi harga cukup tinggi..

Jenis teripang yang paling bagus harganya, yakni, teripang jenis gajah, mencapai Rp 1 juta per kilogramnya.

Selain itu, teripang jenis Karang dan Kacang berkisar  Rp 600 ribu per kilogramnya, teripang jenis burung dan nenas    Rp 250 ribu per kilogramnya, teripang jenis lakling merah Rp 80 ribu per kilogram dan lakling hitam Rp 20 ribu perkilogram.

Seperti diketahui, teripang sejatinya merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang, seperti kerang, siput, dan cacing. Meski masuk kategori hewan, teripang tidak punya organ mata, hidung, dan telinga. Satu-satunya kemampuan inderawi teripang yakni meraba. (Nbl)

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Pilihan Redaksi

Recent Posts Widget

Olahraga

Kesehatan

Wisata budaya

Jurnalistik Radio

Diberdayakan oleh Blogger.
Photobucket

Radio Visual

Photobucket 081 266 088 XXX ...Streaming Sasaraina FM cukup jernih di dengar di Depok-Jabar // 081 166 42XXX..Dari Sragen Jawa Tengah, salam hangat untuk warga Mentawai // 081 267 22X XX...Mantap SasarainaFM Semakin Dekat Dengan Pendengar dimanapun berada .// 082 283 767 XXX...Dari Padang terdengar sangat jernih suara sasarainafm // 081 267 211 XX....Tolong Siarannya diperbanyak informasi tentang Budaya dan Pariwisata Mentawai // 081 166 327 XX ....Siaran Streamingnya mantap dan jernih di dengar di Yogya // 085 287 373 XXX....website yang top, informasi tentang Mentawai cukup lengkap, suara radionyapun jernih...sukses untuk sasarainafm