Update Real Count Pilpres 219

Photobucket
Jakarta - Data yang masuk ke Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 90%. Sejauh ini, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan selisih 11%. Dilihat dari situs pemilu2019.kpu.go.id, Senin (20/5/2019), pukul 09.00 WIB, data yang sudah masuk berasal dari 738.229 TPS (90,76400%). Total ada 813.350 TPS pada Pemilu 2019. Berikut ini real count KPU berdasarkan data yang telah masuk: 01. Jokowi-Ma'ruf 77.375.524 suara (55,63%) 02. Prabowo-Sandiaga 61.709.353 suara (44,37%)

Jumat, 09 November 2018


SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT — Petani di Mentawai saat ini mengeluhkan turunnya harga kelapa cungkil atau kopra, dari harga Rp 7 ribu turun hingga menjadi Rp 2 ribu per kg. Disaat kopra itu anjlok rotan manau menjadi andalan bagi warga petani Simalegi.

Rotan Manau atau nama biomial nya (Calamus manan) saat ini kata Kepala Desa Simalegi sedang dibudidayakan oleh masyarakat petani di Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat. Dimana saat ini rotan masih menjadi andalan masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi..

"Sekarang itu harga kopra turun sampai Rp 2 ribu, harga ini sudah tidak sesuai lagi dengan harga barang yang kini melambung tinggi, namun dibalik itu, kami di Simalegi ada rotan manau yang harga nya masih stabil, " kata Viator kepada sasarainafm.com pada Jumat, (09/11) di dermaga Tuapejat.

Ia menyebutkan rotan manau biasanya dibeli oleh tenkulak dengan harga beragam mulai mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 5 ribu per 4 Meter, sesuai dengan kelas dan ukurannya."Kalau harganya sesuai kelasnya mulai dari Rp 5 ribu samapai Rp 10 ribu, " tuturnya.

Menurutnya setiap bulan masyarakat Simalegi mampu mengeluarkan rotan sebanyak 15 ribu potong yang dijual langsung ke penampung, " Rata-rata warga petani kita menanami rotan, sekali panen itu, satu batang mencapai 8 potong, dengan usia rotan sampai 10 Tahun, kan biasanya satu tahun pertumbuhan rotan mencapai 3 Meter " paparnya..

Disamping rotan manau, masyarakat setempat kata Viator juga membudayakan rotan cacing, dimana saat panen nanti, rotan cacing itu dipotong per 4 meter oleh petani dan dijual ke pengumpul dengan harga Rp 6 ribu per kg.

Ia menyebutkan saat ini belum ada masyarakat yang mampu mengolah rotan manau menjadi alat-alat perabotan atau furniture, kendati demikian rotan manau banyak dipergunakan untuk kerajinan tradisional seperti oorek atau keranjang dukung, long atau tempat ayam, ayunan bayi dan kerajinan tradisional lainnya.

"Ke depan kita berharap potensi ini bisa kita garap dengan membuat industri kerajinan tangan berupa perabotan yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, dan untuk mendukung itu kita memohon kepada instansi terkait dari pemerintah agar membantu kita, kedepannya rencana kita di Desa seperti itu, " pungkasnya. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar

Photobucket

Radio Visual

SIARAN SUARA NUSANTARA LPPL RADIO INDONESIA