Selasa, 23 Oktober 2018


SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT - Harga souvenir khas Kepulauan Mentawai yang dijual di pusat penjualan souvenir di wilayah Kepulauan Mentawai relatif mahal.  

Hal ini diakui Sekretaris Disperindagkop dan UMKM Mentawai Roger saat dimintai keterangan di ruang kerjanya Rabu, (24/10/2018).

Menurut dia,  souvernir khas Mentawai sebenarnya sangat diminati wisatawan lokal bahkan mancanegara, namun dikarenakan harganya terlalu tinggi membuat wisatawan mengurungkan niatnya membeli souvernir yang nantinya dijadikan sebagai oleh-oleh.

"iya memang souvernir kita sebenarnya sangat diminati. Tapi harganya terlalu mahal, itu yang membuat wisatawan tidak jadi membeli" katanya..

Ia berharap kepada pengrajin souvernir khas Bumi Sikerei agar menjadikan keahliannya sebagai rutinitas bukan pekerjaan sampingan dan tidak menjual hasil karyanya terlalu mahal. Meski harganya murah, tetapi hasil penjualannya cepat.

"kita berharap kepada pengrajin souvernir harus fokus jangan dijadikan sebagai kerja sampingan saja dan  tidak menjual mahal hasil karyanya. Harga mestinya disesuaikan, biar murah tapi perputaran penjualannya cepat" harapnya.

Ia mengakui harga souvernir di pasaran saat ini seperti  leccu mencapai Rp.45.000-Rp.50.000, Luat Rp. 300.000- Rp.400.000, papan surfing mini yang terbuat dari kayu mencapai 1.5 juta, tirai rotan Rp.450.000-Rp.500.000, Inu (kalung khas Mentawai) bisa mencapai Rp.200.000. (Nbl)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK