Update Real Count Pilpres 219

Photobucket
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan Pasangan Joko Widodo (Jokowi) -Ma'ruf Amin menjadi pemenang Pilpres 2019. Dengan jumlah suara sah 85.607.362 suara. Sedangkan jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 Hasil pilpres itu ditetapkan dalam keputusan nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN). KPU menyebut jumlah suara sah nasional 154.257.601. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional. Pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul di 21 provinsi, yang terdiri atas Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung. Selanjutnya pasangan nomor urut 01 itu menang di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah. Kemudian Jokowi-Ma'ruf unggul di Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Maluku, dan Papua.  Sementara itu, 13 provinsi lainnya dikuasai pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Selasa, 23 Oktober 2018


SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT- Akibat kontruksi tanah yang tidak labil dan adanya guyuran curah hujan yang cukup deras yang terjadi beberapa hari ini mengakibatkan bagian belakang bangunan kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Mentawai mengalami longsor, dan kondisi itu dikuatirkan dapat membahayakan keselamatan pegawai yang bekerja di kantor tersebut.


Kepala Bagian Pemerintahan Umum (Pum) Narman Ulian yang meninjau secara langsung, Selasa, (23/10), siang mengatakan, bahwa, kondisi bangunan kantor Kominfo dapat mengganggu kenyamanan orang-orang yang melakukan aktifitas di dalamnya..

"Ini, tentunya dapat mengganggu kenyamanan orang-orang yang bekerja. Terutama yang berada pada bagian belakang bangunan," katanya kepada sasarainafm.com, Selasa (23/10), siang.

Narman menambahkan, bangunan Kantor Kominfo sudah termasuk ke dalam lokasi yang perlu diwaspadai atau di relokasi. Sebab ada peralatan didalamnya termasuk yang tergolong perangkat sensitif.

"Bila pohon penahan pondasi bangunan itu tumbang, secara otomatis bangunan akan turun dan berakibat fatal atau ambruk. Nah, ini perlu diwaspadai," katanya.

Menurut dia, kondisi mesti mendapat perhatian dan sesegera mungkin dicarikan solusinya. Paling tidak, kata dia, badan bangunan atau lokasi rawan tersebut, di buat turab.(jhn)


0 komentar:

Posting Komentar

Photobucket

Radio Visual

SIARAN SUARA NUSANTARA LPPL RADIO INDONESIA