Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar

Selasa, 23 Oktober 2018


SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT - Produk ikan asin asal Bose Kecamatan Siberut Utara  hingga kini sangat diminati konsumen lokal maupun masyarakat luar daerah terhadap produk hasil tangkapan nelayan di daerah itu.

Neneng (37) salah satu petugas craft Center Dekranasda Mentawai mengatakan dari hampir seluruh jenis produk yang dititipkan masyarakat di craft center, ikan asin asal Bose paling banyak diminati konsumen. Ikan asin yang dijual sebagai oleh-oleh khas Mentawai itu menurut Neneng merupakan produk yang didatangkan dari Bose Kecamatan Siberut Utara..

"dari sekian banyak produk yang  dititipkan masyarakat di  sini,  ikan asinlah yang sangat diminati, karena selain kualitasnya terjamin utamanya tidak terlalu asin dan tergolong masih segar-segar bila dibanding dengan ikan asin dari luar daerah," kata Neneng saat disambangi jurnalis sasarainafm.com di craft centre tuapejat, Selasa (23/10)

Kata Neneng,  harga ikan asin asal Bose yang sudah dikemas dengan kantong plastik dijual seharga Rp. 55.000 per setengah kilogramnya.dan ikan asin asal Bose itu biasanya bisa habis terjual minimal 20 bungkus  per minggunya.

Sementara Sekretaris Dinas Koperindag Mentawai Roger mengatakan, ikan asin khas Bose  itu cukup banyak dicari konsumen lokal bahkan luar daerah yang biasanya dijadikan sebagai ole-ole dibawa pulang ke daerahnya.

Roger menuturkan, dengan adanya Craft Center sebagai pusat penitipan hasil produk masyarakat, harus dipergunakan dengan baik. Dan cara menitipkan hasil produk masyarakat ke craft center sangat mudah tanpa persyaratan. Cukup masyarakat datang dan titip hasil produk nya. Setelah produk terjual baru hasilnya diserahkan kepada masyarakat..

"apapun hasil karya dan produk masyarakat kita terima. Kalau ada masyarakat yang minat menitipkan hasil produknya, cukup datang saja di sini dan nanti setelah terjual baru kita serahkan hasil penjualannya." jelasnya.

Ia berharap kedepannya, masyarakat harus mampu memanfaatkan sentra-sentra produksi unggulan yang ada agar tumbuh dan berkembang menjadi kawasan industri. Salah satunya pengembangan industri perikanan pengelolaan ikan asin.

"kita berharap kedepannya masyarakat harus mengembangkan produksi ikan asin ini. Karena ikan asin juga merupakan produk unggulan Mentawai. Begitu juga dengan pengembangan produk-produk lain" pungkasnya. (Nbl)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK