Iklan

Gelar Sosialisasi, Bawaslu Mentawai Optimalkan Peran Pengawas Partisipatif di Pemilu 2024

Selasa, 30 Januari 2024, Januari 30, 2024 WIB Last Updated 2024-01-30T14:42:10Z

Chandra Simanungkalit divisi P3S saat membuka acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Pada Pemilihan Umum Tahun 2024

SASARAINAFM.COM | TUAPEJAT- Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai, dalam hal ini diwakili anggota Bawaslu Chandra Simanungkalit, S.Sos divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa ( P3S )mengungkapkan butuhnya peran serta masyarakat menjadi pengawas pemilu partisipatif sebagai mitra Bawaslu dalam mencegah dan menangkal pelanggaran pemilu. Menurutnya, peran masyarakat sangat strategis karena akan kesulitan bagi Bawaslu untuk mengawasi pemilu tanpa peran serta masyarakat.


“ bapak ibu intinya bagaimana dalam pemilu 2024 ini dan pilkada 2024 kita bisa melibatkan semua pihak, dengan melibatkan semua pihak maka masyarakat bisa ikut mengawal pemilu, karena itu sangat strategis. Peran masing-masing pengawas partisipatif sangat dibutuhkan untuk memasifkan fungsi pencegahan atas potensi pelanggaran Pemilu demi mewujudkan Pemilu yang berintegritas.’’ Ungkapnya saat membuka acara sosialisasi pada Pengawasan Pemilu Partisipatif pada Pemilihan Umum tahun 2024 di Hotel Graha Viona Sipora Utara, Selasa (30/1).


Dikatakan Chandra, Bawaslu menganggap partisipasi publik sebagai nyawa dalam proses pengawasan. Maka itu dengan melibatkan banyak orang, mencegah potensi pelanggaran akan semakin maksimal.


"Bawaslu tidak pernah berhenti bekerja sama dengan semua pihak, untuk terlibat dalam pengawasan Pemilu," imbuhnya.


Ia menyampaikan, pengawasan partisipatif Pemilu yang dilibatkan Bawaslu di Kabupaten Kepulauan Mentawai  antara lain mulai lembaga pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepemudaan mahasiswa, ormas-ormas, media massa serta komunitas.


Chandra mengatakan, kerap kali Bawaslu menemukan adanya beberapa pelanggaran. Pelanggaran ini diantaranya persoalan politik uang, politik transaksional, ujaran kebencian dan hoak.


Untuk penanganan dan pencegahan kata Chandra, tidak hanya dengan pendekatan formal legalistik. Melainkan juga pendekatan kultural, sehingga bentuk-bentuk partisipasi masyarakat yang dibutuhkan.

 

Ia meminta pada semua pihak, baik Organisasi Masyarakat (Ormas) hingga media massa untuk dapat terus bersama-sama membantu meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024. 


Sementara Analis SDM Aparatur Bawaslu, Mansyur, S.Pd mengatakan  tujuan kegiatan ini meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kepemiluan dan demokrasi. Selain itu, mengoptimalkan peran serta masyarakat sebagai pengawas Pemilu dan mendorong masyarakat untuk peduli terhadap Pemilu dan demokrasi.


"Sosialisasi ini juga bertujuan untuk membangun sinergi antara Bawaslu dan unsur masyarakat untuk mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil," katanya. {Md}.


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gelar Sosialisasi, Bawaslu Mentawai Optimalkan Peran Pengawas Partisipatif di Pemilu 2024

Terkini

iklan2

Iklan