BPPT Bersama BMKG Cek Alat Sensor Tsunami di Kepulauan Mentawai - SasarainaFM

Breaking

radio

Kamis, 23 Juli 2020

BPPT Bersama BMKG Cek Alat Sensor Tsunami di Kepulauan Mentawai

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet saat mendengar penjelasan dari ketua tim pelaksana Iyan Turyana
SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) lakukan pengecekan atau pemeliharaan alat sensor pendeteksi Tsunami di wilayah Kepulauan Mentawai.

“Kita di Kepulauan Mentawai ada dua alat sensor pendeteksi dini Tsunami, satu ada di Siberut dan satu lagi di Sipora ini,” kata ketua tim pelaksana, Iyan Turyana, Kamis, (23/7/2020).

Ia menyebutkan pembangunan alat sensor Tsunami sudah dibangun sejak tahun 2019, namun saat ini timnya hanya melakukan pemeliharaan tahunan.

Tahun lalu ada sebanyak 15 sensor pendeteksi dini tsunami yang dibangun oleh Badan Meteorologi dan Klimatolo Geofisika (BMKG) di Sumatera Barat (Sumbar), 7 diantaranya dipasang di Kabupaten dan Kota di Sumbar.

Wilayah tersebut berada di pantai Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sebelumnya BKMG juga sudah memasang 9 alat yang sama di Sumbar. Kini dengan penambahan pemasangan di 15 titik lagi, Sumbar sudah punya 24 alat sensor dini tsunami.

“Alat ini mendeteksi Tsunami, saat Tsunami itu melewati sensor, maka alat ini langsung mengirimkan data dalam waktu beberapa detik ke Jakarta, lalu tim disana akan mengola apakah ini Tsunami atau tidak, kemudian  dikirim datanya ke daerah atau tempat kejadian secara cepat dalam sistem warning, dimana BMKG itu memiliki Base Station Subsystem atau BSS,” ungkap Iyan.

Sementara Bupati Kepulauan Mentawai, di tempat yang sama mengatakan bahwa Kepulauan Mentawai sebagai daerah wisata patut dijaga terutama dari ancaman bencana alam, dan masyarakat bisa bersahabat dengan bencana dalam artinya tidak panik jika terjadi bencana, masyarakat yang siaga.

“Dalam hal ini tentunya edukasi, kemudian informasi, ketiga strategi pembangunan yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Untuk edukasi kita melalui BPBD memberikan, memulai edukasi di pedalaman-pedalaman termasuk Perda, untuk penangan mitigasi Bencana,” katanya.

Ia juga berharap kepada pihak BPPT untuk memberikan informasi yang berhubungan dengan kebencanaan, terutama alat komunikasi tanpa menggunakan tower atau sistem link satelit jika sewaktu-waktu terjadi bencana yang merusak alat komunikasi biasa.

“Kita berharap dengan adanya BPPT bisa membantu kita bagaimana berkomunikasi tanpa tower jika terjadi bencana, nah ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita juga ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak kita yang sudah datang dari Surabaya yang sudah membangun dan melihat alat sensor pendetiksi dini Tsunami di Kepualaun Mentawai,” ujarnya. (Str)