Pemkab Mentawai Kucurkan Sebagian Bansos BLT Bagi Warganya Yang Terdampak Covid 19 - SasarainaFM

Breaking

radio

Rabu, 20 Mei 2020

Pemkab Mentawai Kucurkan Sebagian Bansos BLT Bagi Warganya Yang Terdampak Covid 19

Kepala DP3A Mentawai, Nicholaus Sorot Ogo saat beri keterangan pers
SASARAINAFM.COM |TUAPEIJAT- Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kepulauan Mentawai, Nicholaus Sorot Ogo menyebutkan sampai saat ini telah  terdata 1.647 mahasiswa yang sudah terealisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) -nya, namun ada sekitar 160-an mahasiswa lagi yang belum memenuhi syarat.

Kata dia anggaran BLT untuk  1.647 Mahasiswa itu dikucurkan dari  APBD Mentawai  sekira Rp.1.152.900.000.

"Mahasiswa itu sudah hampir semuanya, namun ada beberapa Mahasiswa yang belum memenuhi syarat," Kata Nicholaus Sorot Ogo, Rabu, (20/5/2020).

Kemudian untuk bantuan masyarakat baik dari Provinsi maupun pusat atau Kementerian Sosial (Kemensos), di Provinsi ada sekitar 4.237 Kepala Keluarga (KK) yang diajukan namun pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Mentawai hanya bisa mengirimkan data sekitar 3.905 KK.

Setelah melakukan replikasi dan validasi data yang baru sekira 367 KK yang baru disalurkan melalui dua pihak PT. POS dan Perbankan, yang disalurkan melalui Bank BRI sebanyak 127, dan Bank BNI 68 KK, dasar penetapan jumlah  yang dilakukan oleh pihak bank itu ditetapkan oleh Rekening sendiri dengan cara mendeteksi rekening masyarakat yang sudah memiliki Nomor rekening lama.

"Semua bantuan itu kita disalurkan melalui pihak Pos bagi yang tidak memiliki nomor rekening, yang punya rekening ditransfer melalui Bank," Ungkapnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Keluarga  Berencana (DPMD2KB) Kepulauan Mentawai, Puji Rahayu mengatakan saat ini dana yang telah tersalurkan itu tahap pertama sudah 12 Desa dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  sebanyak 1.802 KPM jumlah penyaluran satu miliar Rp.1.081.200.000, sedangkan  untuk 31 Desa yang lainnya, seperti tahap kedua dan ketiga masih dalam proses.

Kemudian tahap kedua ada 2 Desa dengan jumlah 278 KPM jumlah penyaluran anggaran Rp.166.800.000. Selanjutnya tahap ketiga ada 8 Desa dengan jumlah 1.009 KPM dan penyaluran anggaran Rp.605.400.000

"Ini dari Kementerian Desa (Kemendes). Kita lihat waktunya sudah sangat mepet sebenarnya, kalau tidak sempat, terpaksa setelah Lebaran baru nanti kita lanjutkan untuk prosesnya lagi," Katanya.


Jika ditotalkan secara keseluruhan sekitar 3.089 KPM, sedangkan jumlah KK dari 43 Desa ada sekitar 10.697 KK, dengan jumlah penyaluran yaitu Rp.1.853.400.000, dari saldo Rp.5.560.200.000.

"Pada prinsipnya masih dalam proses dan dengan dikeluarkannya PMK 50 tahun 2020 kemarin ini penuh dengan persyaratan untuk pencairan dananya tidak lagi melampirkan dokumen-dokumen," Ungkap Rahayu. (Str)