Senin, 23 September 2019

Salah seorang atlet selancar peserta mahal surfing competition menuju arena perlombaan
SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT-  Sebanyak 60 peserta baik dari peserta lokal dan dari 3 negara asing ikuti lomba Lanal Surfing Competition tahun 2019 di Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang diselenggarakan pada 24 sampai 29 September 2019.

“Tujuan kegiatan ini sebenarnya menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tanggal 5 Oktober, sekaligus juga HUT Kabupaten Kepulauan Mentawai tanggal 4 Oktober 2019, kemudian di Padang sendiri kita ada HUT Lantamal (Angkatan Laut), jadi muncul ide apa yang bisa kita laksanakan, karena Mentawai terkenal surfing kita adakan surfing competition,” kata Danlanal Kepulauan Mentawai, Anis Munandar saat ditanya, Selasa (24/9).

Ia juga mengatakan peserta surfing ini diikuti sebanyak 60 peserta yang terdiri dari beberapa katagori ada dewasa, anak-anak (umur 16 tahun ke bawah), serta peserta surfing dari katagori  perempuan  sebanyak 4 orang, tak hanya peserta lokal namun Mancanegara juga ikut ambil bagian seperti dari Afrika Selatan, Malaysia, serta Australia.

“Kita berharap diadakannya surfing competition, kita diharapkan dapat memperoleh bibit unggul atlet surfing terutama dari Mentawai, karena Mentawai sendiri punya potensi luar biasa, kita punya ombak, punya alam, kenapa tidak muncul dari kita, dan sering juga kita lihat anak-anak kita punya kemampuan main surfing,” ungkap Anis.

Menurutnya, kalau dilaksanakan tanpa ada ajang yang bergengsi, ia menyebutkan mereka (peserta) nomor satu namun jika jurinya tidak propesional maka tidak akan diakui,

 “ini kan jurinya internasional, jadi dengan membawa juri Internasional, maka mereka bisa diikutkan pada lomba berikutnya kalau mereka menang,” ujarnya.

Sementara kendala yang dihadapi selama persiapan kata Anis tidak ada,

 “Alhamdulillah selama persiapan tidak ada kendala, karena ini juga terlaksana berkat dukungan semua pihak, dari masyarakat, OPD, Seort, termasuk dari panitia sendiri, kita kita berharap anak-anak kita bisa mengikuti competition lainnya seperti di Aceh bulan November nantinya serta Olimpiade” lanjutnya.

Sementara Ketua Persatuan Surfing Ombak Indoneia (PSOI) Sumatera Barat, Ari Algamar, mengatakan bahwa kompetisi surfing sudah masuk dalam suatu cabang olahraga (Cabor) baru yang akan diakui serta diterima menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Jadi selancar sekarang sudah menjadi Cabor baru yang nantinya dan kedapan dalam rangka mempersiapkan olimpiade di Jepang bahwasannya surfing juga akan dipertandingkan pada tahun depan, mudah-mudahan Indonesia bisa mendapatkan tiket ke olimpiade nantinya,”  kata Ari.

Ia menyebutkan setiap daerah di Indonesia yang memiliki potensi surfing sudah memiliki club-club termasuk pengurus-pengurus PSOI mulai dari Aceh sampai ke Pulau Rote. Pada tahun 2016 PSOI sudah mengadakan Indonesia Surfing Champion Cup termasuk Ward Kualipikasi termasuk Kepulauan Mentawai.

“Kedepan kita bukannya hanya persiapan olimpiade, tapi juga Sea Games, Asian Games, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON), bahkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), kalau di Porprov tentu yang berpotensi surfing kan di Mentawai, kita juga sudah bersinergi juga dengan ketua umum KONI Sumbar, jika surfing sduah mempersiapkan diri dari mulai Seagames dan sebagainya, kita sudah bisa ikuti nanti PON 2020 di Papua,” katanya.

Sementara Pemerintah Daerah (Pemda) Mentawai melalui Bupati Kepualaun Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Lanal Surfing Competition 2019.

“Kita dari Pemerintah sudah pasti kita mendukung, kita juga sudah menobatkan diri kita bahwa Mentawai itu merupakan daerah Pariwisata, jadi segala sesuatu yang berhubungan Pariwisata pasti kita dukung, seperti yang dilakukan saat ini oleh Danlanal Mentawai, kita berharap ini akan menjadi agenda tahunan,” katanya. (Suntoro)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

LINTAS BERITA ASOSIASI LPPL SUMBAR

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK