Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar

Jumat, 01 Februari 2019

Kepala Bappeda Mentawa Naslindo Sirait Pada Musrenbang Tingkat Kecamatan

SASARAINAFM.COM, SIKAKAP — Hingga Tahun 2020 Pembangunan infrastruktur masih prioritas di Wilayah Kecamatan Sikakap, hal itu terungkap saat musrembang Tingkat Kecamatan Sikakap, tahun anggaran 2019, Pada Kamis (31/01) di Aula Gereja GKPM Sikakap.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mentawai Naslindo Sirait mengatakan bahwa pada musrembang  tersebut pihaknya telah mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat melalui pemerintahan Desa yang mengusulkan program pembangunan di Desa, yang mana usulan-usulan itu lebih diprioritas pada pembangunan infrastruktur, seperti jalan, air bersih, jaringan telekomunikasi, irigasi pertanian dan infrastruktur lainnya.

"Jadi setiap tahun kita seperti biasa melaksanakan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hari ini kita telah menampung aspirasi masyarakat Di tiga Desa di Wilayah Kecamatan Sikakap ini antara lain Desa Taikako, Desa Sikakap dan Desa Matobe dan paling prioritas utama adalah pembangunan infrastruktur, karena memang infrastruktur masih minim di tiga Desa ini, " ungkapnya kepada wartawan usai Musrembang..

Menurutnya infrastruktur merupakan syarat yang mesti dipenuhi untuk mendukung peningkatan ekonomi sesuai potensi dari masing-masing Desa, seperti jalan, sarana air bersih, sarana pendidikan seperti sekolah paud, irigasi, telekomunikasi dan lainnya, setelah itu katanya baru menyusul pertumbuhan ekonomi, karena infrastruktur merupakan urat nadi pembangunan.

"Misalnya jalan, tanpa ada jalan bagaimana memobilisasi hasil potensi Desa, begitu juga irigasi pertanian, saran kesehatan, air bersih dan jaringan telekomunikasi untuk masyarakat bisa memantau pasar lewat internet, nanti baru kita bisa berbicara potensi pertumbuhan ekonomi baik berbasis parawisata, pertanian, perikanan dan lain sebagainya, " paparnya.  

Ia juga berpesan kepada Pemerintah Desa untuk benar-benar menggunakan Anggaran Pendapatan Desa (APBDes) tepat sasaran, sehingga pembangunan dapat dirasakan dengan baik oleh masyarakat setempat, kemudian ia juga menghingbau kepada Pemerintah desa untuk mengelola keuangan dengan baik, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan anggaran Desa..

"Kita menghimbau kepada Pemerintah Desa untuk  menggunakan dana Desa tepat sasaran dan Masyarakat juga ikut serta mengawasi jangan ada penyalahgunaan dana Desa, dimanfaatkan betul sehingga dapat dipertanggungjawabkan," tuturnya.

Sementara itu Camat Sikakap Frans Sakeletuk juga mengatakan hal yang sama bahwa pembangunan di tiga Desa tersebut masih prioritas infrastruktur, namun ada sejumlah potensi unggulan masing-masing Desa, Misalnya di Desa Sikakap memiliki potensi perikanan yang didukung dengan adanya Sentra Kawasan Perikanan Terpadu (SKPT) dan banyaknya masyarakat yang memiliki keramba apung pembudidayaan ikan kerapu.

"Di Desa Sikakap sendiri memiliki potensi unggulan yaitu perikanan, namun sekarang yang menjadi keluhan Masyarakat adalah, ketika musim panen, tidak ada penampung ikan kerapu yang masuk kategori ikan ekspor tersebut, sehingga para nelayan di sini dirugikan, biasanya harga ikan mencapai ratusan ribu rupiah, namun hanya bisa dijual dengan harga jauh lebih murah sekitar 30 ribu, " ungkapnya..

Kemudian di Desa Matobek dan Taikako kata Frans program unggulannya adalah pertanian dimana kedua desa ini setiap minggu mengeluarkan ribuan tandan pisang super, yang dibawa ke kapal dan dijual kepada tengkulak dan seterusnya dibawa ke Padang.

"Di Desa Matobek dan Sikakap program pertanian masih unggul, sekarang itu pisang menjadi andalan kedua desa ini untuk meningkatkan perekonomian, disamping itu cetak sawah juga masih terus dilakukan, di wilayah Kecamatan Sikakap sendiri sedikitnya sudah ada 88 hektare sawa, hal ini perlu kita genjot lagi agar ketahanan pangan selalu terjaga, " pungkasnya. 

Kegiatan Musrembang itu dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, dihadiri unsur muspika Kecamatan Sikakap, Anggota DPRD Mentawai, Camat Sikakap dan Kepala Desa Taikako, Desa Sikakap dan Desa Matobek tokoh agama, tokoh pemuda dan Masyarakat. (red)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK