Minggu, 05 Agustus 2018




TUAPEJAT, SASARAINA NEWS- Cuaca atau gelombang laut ekstrem, sejak sepekan belakangan di Kepulauan Mentawai menjadi sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh wisatawan, terutama bagi pecinta olahraga surfing atau selancar. Ternyata momen tersebut, juga sudah sejak lama dinantikan oleh Grant Twig Bakker peselancar empat kali juara dunia asal Afrika Selatan.

Wawan, 34, ketua komonitas Surfing Ag’gau di Tuapejat menyebutkan, bahwa, Bakker berada di Tuapejat selama sepuluh hari. Dikatakan Wawan, hampir setiap tahun Bakker selalu datang dan bermain surfing di Mentawai.

“Namun, kali ini sedikit berbeda. Kedatangan Bakker, sengaja dalam menyambut ombak yang sudah sepuluh tahun tidak muncul, kembali hadir. Puncaknya, yakni, pada hari Rabu tanggal 28 Juli kemarin,” ungkapnya.

Menurut Wawan, Bakker juga dikenal sebagai peselancar gila. Spot ombak yang jarang dimainkan oleh peselancar, karena ombaknya dikenal garang, namun, mampu, ditundukkan oleh Bakker. Pada hari puncak tersebut, kata Wawan, ketinggian ombak mencapai 20 fit atau sekitar 6 meter.

Diakatakan Wawan, Bakker juga dikenal sebagai peselancar Big Wave Tour (Tour Ombak Besar, red) atau spesialis ombak besar. Dia memulai karirnya sebagai peselancar BWT semenjak tahun 2003, sebagai finalis Red Bull Big Wave Afrika di Dunggeon, dekat Cape Town, seperti yang dilansir dari http://www.worldsurfleague.com ini.

Krisjanda, 45, salah seorang wisatawan asal California yang juga pencinta olahraga surfing, sempat membatalkan keberangkatannya untuk kembali ke Negara asalnya demi menunggu momen tersebut.
“Saya sengaja batalkan rencana kembali ke California, demi momen ini. Sebab, ini momen sangat langka, sejak sepuluh tahun terakhir,” ujarnya.(adl)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

LINTAS BERITA ASOSIASI LPPL SUMBAR

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK