Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar


TERM OF REFERENCES
(TOR)

FESTIVAL PESONA MENTAWAI TAHUN 2019




DINAS PARIWISATA, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI
TAHUN ANGGARAN 2019
TERM OF REFERENCE (TOR)
FESTIVAL PESONA MENTAWAI TAHUN 2019

A.   GAMBARAN UMUM
I. LATAR BELAKANG
Seni dan Kebudayaan yang mengandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat dan kemampuan hakiki yang dimiliki oleh manusia dari salah suku bangsa. Nilai hakiki demikian bahagian penting untuk dilestarikan dan kelola secara berkelanjutan dan bijak agar memenuhi kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia yang kompleks dapat diperoleh manfaat dari melestarikan nilai budaya suku bangsa. Budaya suku bangsa terutama di Kepulauan Mentawai, mampu mewujudkan wadah perekat bangsa, menjalin persaudaraan antar komponen bangsa maupun komunitas masyarakat lokal. Pelestarian nilai budaya yang berkelanjutan juga dapat menjadi daya tarik, diminati dan daya pendorong pembangunan kepariwisataan Indonesia terutama dalam teritori Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Melestarikan nilai budaya terdapat sejumlah langkah yang dapat ditempuh agar tidak punah, dipakai, dinikmati oleh anak cucu secara berkelanjutan. Memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berekspresi melalui event, pagelaran dan festival maupun melalui misi kebudayaan antar bangsa-bangsa di dunia adalah satu upaya pemicu. Faktanya, unsur akan nilai kebudayaan mulai bergeser oleh kemajuan zaman, seni, tradisi dan pertunjukan rakyat yang lebih dianggap modern. Banyak generasi muda kurang peduli, bahkan menganggap seni budaya atau tradisi peninggalan nenek moyang mereka dianggap kuno dan tidak mampu merubah hidup kearah yang mensejahterakan. Fenomena ini tidak saja terjadi di Indonesia, akan tetapi terjadi diberbagai suku bangsa di penjuru dunia. Padahal kebudayaan merupakan peninggalan dari nenek moyang, semestinya diturunkan kepada generasi penerus. Upaya mengantisipasi pergeseran oleh transformasi dan peradaban sosial, dapat mengalami kepunahan melalui “revitalisasi” sejak dini. Revitalisasi dapat dilakukan pada komunitas kebudayaan atas entitas suku bangsa, termasuk anak-anak secara berkelanjutan. Entitas kebudayaan dapat berakar kuat menjadi landasan kehidupan masyarakat Mentawai dimasa depan, yang agraris dan maritim, bahagian terpenting untuk ditumbuhkan atau dikembangkan.
Mempertahankan Originalitas entitas kebudayaan maupun alam merupakan sebuah kebanggaan dan kekayaan yang mesti dipertahanakan secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, peran Pemerintah Daerah berupaya untuk mendorong pembangunan kepariwisataan Indonesia, berkewajiban membentuk dan memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan entitas kebudayaan mereka agar memperoleh nilai tambah. Disamping itu semua pemangku kepentingan baik secara perorangan, badan usaha, komunitas masyarakat dapat melibatkan diri memajukan pembangunan sektor kepariwisataan di Kepulauan Mentawai. Peran, fungsi dan kapasitas Pemerintah selaku fasilitator dan regulator agar mempedomani, memelihara keharmonisan stakholder, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melestarikan kebudayaannya. Selain ruang masyarakat, pihak swasta berperan aktif sesuai dengan kompetensi dan profesionalisme masing-masing. Harapan demikian yang mendukung pembangunan kepariwisataan secara terintegrasi oleh berbagai stakeholder, sehingga mampu mempertahankan, mengelola entitas budayanya sendiri dari berbagai faktor kerentanan.
Pemikiran demikian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan kegiatan bertajuk FESTIVAL PESONA MENTAWAI TAHUN 2019.

II. DASAR HUKUM
1.        Undang-Undang Nomor 49 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2000;
2.        Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan;
3.        Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dua kali terahir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015;
4.        Instruksi Presiden Nomor 16 Tahun 2005 tentang Kebijakan Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata;
5.        Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 29 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Pariwisata Tahun 2015-2019;
6.        Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif Konvensi dan Pameran
7.        Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dua kali dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
8.        Peraturan Daerah Kabupaten kepulauan Mentawai Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan;
9.        Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Nomor 8 Tahun 2015 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga
10.    Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai Nomor 3 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019;
11.    Peraturan Bupati Kepulauan Mentawai Nomor 142 Tahun 2018 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019.

III. MAKSUD DAN TUJUAN
1.    Mendorong upaya Pemerintah Daerah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara tahun 2019 lebih 15.000 orang  dan mancanegara mencapai 1.500.
2.    memperkenalkan Alam, keragaman seni dan Budaya lokal yang spesifik/unik dari berbagai daerah/komunitas masyarakat Mentawai pada forum Internasional.
3.    meningkatkan apresiasi, pengetahuan dan pemahaman generasi muda dan masyarakat terhadap seni dan budaya Daerah;
4.    menyediakan Arena Promosi (pajang dan gelar) bagi Instansi Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, Swasta/Pengusaha dan Asosiasi terkait sektor Pariwisata. 
5.    Meningkatkan apresiasi seni budaya, tradisi dan kearifan lokal dengan melibatkan generasi muda, sehingga memperkaya dan memberdayakan sentra-sentra kesenian dan produk budaya spesifik dengan memberikan ruang gelar/pamer/pajang terhadap kegiatan seni budaya dan produk khas yang ada di Kepulauan Mentawai;
6.    merangsang pertumbuhan kesenian lokal yang lebih kreatif, inovatif dan pertumbuhan dari akar tradisi;
7.    terlaksananya misi kesenian bertaraf internasional sebagai upaya mempromosikan warisan leluhur melalui ekspresi tari, musik, permainan rakyat, upacara dan ritual serta seni budaya tradisi;
8.    meningkatkan pencitraan Kabupaten Kepulauan Mentawai pada forum internasional maupun masyarakat lokal, terkait potensi destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menawan, unik dan prioritas untuk dikunjungi.
V. SASARAN
  1. merangsang pertumbuhan kesenian lokal yang lebih kreatif, inovatif dan pertumbuhan dari akar tradisi;
  2. menumbuhkan kerajinan khas menjadi bernilai ekonomis dan berdaya jual tinggi
  3. terciptanya ruang interaksi dan komunikasi antara seniman tradisi;
  4. terbukanya peluang untuk menarik wisatawan asing datang ke Kabupaten Kepulauan Mentawai;
  5. terciptanya ruang interaksi dan komunikasi antara pihak investor dengan pelaku usaha (direct selling antara suller dan buyer) sehingga tercipta iklim perdagangan yang kondusif dan diminati secara berkelanjutan;
  6. terlaksananya misi kesenian bertaraf internasional sebagai upaya mempromosikan warisan leluhur melalui ekspresi tari, musik, permainan rakyat, upacara dan ritual serta seni budaya tradisi;
  7. meningkatkan pencitraan Kabupaten Kepulauan Mentawai pada forum internasional maupun masyarakat lokal, terkait potensi destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menawan, unik dan prioritas untuk dikunjungi.
VII. TEMPAT DAN WAKTU
       FESTIVAL PESONA MENTAWAI TAHUN 2019 dilaksanakan pada:
Tempat    : Kawasan Wisata Mapadegat (HomeStay Mapadegat)
  Dusun Mapadegat Desa Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara
  Kabupaten Kepulauan Mentawai
       Waktu      : 28 Juni s/d 1 Juli 2019
VIII. MATERI KEGIATAN
       Jenis kegiatan dalam tajuk FESTIVAL PESONA MENTAWAI TAHUN 2019 antara lain:
1.      Teater Rakyat
Teater rakyat disusun oleh tim khusus dengan mempedomani beberapa referensi buku terkait Mentawai. Tema Teater terkait kebudayaan diambil dari berbagai referensi dan dikaitkan dengan fakta empiris. Dalam rangka memperkuat argumen, teater ini disusun dari sumber utama, buku “Suku Kebudayaan Mentawai”, ditulis oleh Bruno Spina yang dilakukan melalui penelitian selama menjalankan tugas sebagai misionaris. Sumber lain dipakai sebagai pendukung terhadap naskah teater agar memiliki argumen secara akademik terhadap pesan pesan yang disampaikan kepada publik mengenai kebudayaan Mentawai. Durasi teater ini paling lama 1 jam, diseleksi oleh tim editor yang ditunjuk.
2.      Pawai Budaya
Kegiatan ini akan dilakukan melalui jalan kaki bersama menuju lokasi kegiatan. Salah satunya adalah pertunjukan pakaian tradisional adat Mentawai dan salat alat yang dipakai oleh masyarakat Mentawai dalam beraktifitas dengan kriteria antara lain:
1.    Pakaian yang ditampilkan tidak untuk diperlombakan
2.    Ditampilkan berpasangan (laki-laki dan perempuan) yang berusia 15 sampai 30 tahun.
3.    Pakaian Adat tradisional yang ditampilkan adalah Maileppet, Muntei, Silak oinan (siberut), Simatalu, Paipajet, Simalegi, Terekan, Bojakan, Sikabaluan, Saibi, Rereiket, Katurei, Taileleu, Sigapona, Sagulubbek, Sikakap dan Sipora.
4.    Menampilkan benda-benda budaya sesuai dengan peran yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari seperti nelayan, ka mone, pakaian perkawinan, pakaian sikerei simatak dan berburu 
5.    Peserta Pawai budaya yang ditunjuk oleh panitia, dan telah ditentukan atribut yang digunakan, berasal dari masyarakat, sekolah, unit usaha maupun perangkat daerah.
6.    Pawai dimulai dari Kantor Bupati sampai Pelabuhan Tuapeijat
3.      Peragaan Busana Mentawai
      Kegiatan ini akan menampilkan pakaian Adat tradisional layaknya digunakan            dalam prosesi pesta perkawinan dan atau aktifitas masyarakat lainnya. Peragaan            Busana ini dilakukan dengan kriteria antara lain:
1.    Peragaan Busana Pakaian Adat tradisional tidak untuk diperlombakan
2.    Penjelasan singkat dapat tergambar perbedaan pakaian adat setiap wilayah/komunitas masyarakat Mentawai
3.    Menyusun konsep peragaan dengan standar yang ada
4.    Informasi penting yang disampaikan menyesuaikan waktu.
4.      Tari Masal Kreasi Mentawai
Tari kreasi diawali dengan menyusun konsep dasar terkait kebudayaan Mentawai, dipadukan dengan lagu-lagu Mentawai dan memiliki nilai kebudayaan yang            tinggi. Tari kreasi yang disusun, mencerminkan aktifitas masyarakat Mentawai baik aktifitas sikerei, ke ladang (mone), ternak, upacara adat atau aktifitas masyarakat Mentawai. Konsep dasar diharapkan tidak dipublikasikan, sebelum mendapat seleksi atau editor dari tim yang ditunjuk. Selain memiliki nilai sejarah kebudayaan Mentawai, akan tetapi juga mengandung nilai seni yang dapat   dikembangkan masa mendatang. Akan lebih baik lagi, tari kreasi     menyebutkan sumber referensi agar memiliki argumen dalam menampilkan             kebudayaan Mentawai. Peserta utama maksimal 50 orang dan diikuti oleh masyarakat dengan durasi 30 menit.
5.      Turuk Laggai
Turuk laggai akan ditampilkan dalam sesi tertentu dengan menampilkan        beberapa jenis turuk yang sudah ada dan dipraktekkan oleh nenek moyang orang    Mentawai. Penampilan turuk laggai, akan ditampilkan oleh sikerei yang ditunjuk         antara lain dari Simatalu, Terekan, Saibi, Sabirut, Rereiket, Taileleu dan Sagulubbek. Penari turuk merupakan undangan khusus oleh tim agar tersampaikan kepada publik seorang sikerei merupakan sesuatu yang terus dipelihara dan dipertankan.
6.      Jelajah Hutan Mangrove dan Snorkeling
      Menjelajahi hutan mangrove dan keindahan alam laut merupakan upaya yang          dilakukan dan dibantu oleh Tim TIC Tuapeijat dan Pengawas Pantai Jati dalam                 memberikan informasi akan keindahan alam Mentawai dari aspek bahari.             Informasi yang disampaikan akan disusun secara khusus oleh tim yang      ditunjuk. Kunjungan ini menggunakan glass bottom boat milik Disparpora yang       memuat maksimal 25 orang dengan 2 unit glass bottom boat menuju titik/lokasi      yang representatif disekitar Tuapeijat.


7.      Atraksi Tato
      Atraksi “Ti’ti’ (Tato)” Mentawai yang menjadi tawaran paket bagi pelaku usaha.        Atraksi ini dipraktekan oleh tim yang ditunjuk dan dapat melayani bagi           masyarakat umum untuk melakukan tato (masititi)
8.      Pameran
      Pameran ini akan menampilkan berbagai produk unggulan dari berbagai bentuk,     terutama berkaitan dengan kepariwisataan. Pameran ini dapat dilakukan oleh         berbagai Stakeholder. Panitia menyediakan 10 stand yang diperuntukkan untuk    kecamatan dan masyarakat. Perangkat Daerah dapat membuat stand dan lokasi         ditentukan oleh panitia dengan biaya ditanggung oleh Perangkat Daerah.
9.      Panahan
Lomba Panahan ini dilakukan dengan mempraktekkan secara langsung pada lokasi yang ditentukan. Peserta lomba ini terdiri dari kategori SD dan Umum dengan ketentuan sebagai berikut:
A. Kategori SD
1.    Jumlah peserta 2 orang dan merupakan mewakili Kecamatan 
2.    Memakai pakaian tradisional saat lomba
3.    Membawa perlengkapan panah masing-masing peserta
4.    Anak panah yang dibawah adalah soirat dan tidak beracun
5.    Masing-masing peserta menggunakan 5 buah anak panah (soirat)
6.    Peserta tidak dipungut biaya
B. Kategori Umum
1. Jumlah peserta 2 orang dan merupakan mewakili Kecamatan 
2. Memakai pakaian tradisional saat lomba
3. Membawa perlengkapan panah masing-masing peserta
4. Anak panah yang dibawah adalah soirat dan tidak beracun
5. Masing-masing peserta menggunakan 5 buah anak panah (soirat)
6. Peserta dipungut biaya
10. Lomba Fhoto Iven
Lomba ini, dilakukan penilaian terhadap fhoto-fhoto yang terbaik menurut tim juri. Lomba ini dilakukan dengan ketentuan antara lain:
1.    Peserta lomba tidak terbatas dan/atau umum
2.    Jenis foto iven minimal 3 buah foto
3.    Tema foto terkait lingkungan, alam dan budaya minimal 2 buah foto
4.    Diserahkan dalam bentuk CD/flasdisk dan cetak ukuran 8R
5.    Peserta dipungut biaya
11. Lomba Turuk Laggai
Lomba ini akan menampilkan tarian tradisional (turuk laggai) untuk ketegori Sekolah Dasar dan SMP/SMA dengan ketentuan sebagai berikut:
A. Kategori Pelajar Sekolah Dasar
1.  Peserta 1 (satu) tim yang merupakan utusan kecamatan
2.  Peserta dalam 1 tim maksimal 3 orang (siputuruk) dan 3 orang sipugajeumak
3.  Sipugajeumak merupakan kategori anak Sekolah Dasar dan/atau tidak dewasa
4.  Alat musik sinnai wajib menggunakan siraraggoi (tidak menggunakan botol/tidak berasal dari bahan jenis buatan pabrikasi  
5.  Penari wajib memakai pakaian adat Mentawai saat tampil
6.  Turuk yang ditampilkan terdiri dari turuk wajib dan Turuk pilihan
7.  Tiga penyaji terbaik diberikan hadiah
B. Kategori SMP/SMA
1.  Peserta 1 (satu) tim yang merupakan utusan kecamatan
2.  Peserta dalam 1 tim maksimal 8 orang (penari, penari cadangan dan pemusik)
3.  Peserta turuk laggai dan turuk kreasi penyambutan tamu maksimal 8 orang 
4.  Penari wajib memakai pakaian adat Mentawai saat tampil
5.  Turuk yang ditampilkan terdiri dari turuk wajib dan Turuk pilihan
6.  Turuk Pilihan merupakan jenis turuk yang dikreasikan terkait penyambutan tamu
7.  Tiga penyaji terbaik diberikan hadiah
8.  Pemenang dapat ditampilkan dalam acara penutup (closing ceremony).
12.  Lomba Miniatur Uma
Bahan miniatur uma wajib menggunakan alat dan atau bahan lokal yang tersedia dalam lingkungan masyarakat dengan ketentuan sebagai berikut:
1.    Peserta tidak terbatas/umum
2.    Bahan utama yang digunakan adalah bahan lokal
3.    Miniatur uma adalah asli karya sendiri
4.    Ukuran miniatur uma minimal 15 cm dan maksimal 50 cm
13.  Lomba Selaju Sampan
Lomba ini, diperuntukan bagi masyarakat umum yang diwakili oleh Kecamatan. Sarana yang digunakan bagi peserta mencerminkan nilai dan atribut budaya Mentawai dengan kriteria antara lain:
1.    Peserta 1 (satu) pasang (laki-laki dan perempuan) yang merupakan utusan kecamatan
2.    Setiap beserta wajib dan mampu berenang
3.    Memakai atribut budaya Mentawai
14.  Lomba Lagu Mentawai
Lomba ini menyanyikan lagu wajib dan lagu pilihan berbahasa Mentawai. Lomba lagu terdiri dari dua kategori yakni anak sekolah dasar dan Kategori umur 13-25 Tahun. Kriteria penilaian oleh tim juri adalah Vokal, Penghayatan, ketepatan nada, syair dan atribut Mentawai. Kepesertaan lomba lagu dengan kriteria sebagai berikut:
A. Kategori Anak-Anak
1.  Peserta adalah usia 6-12 tahun
2.  Peserta kategori anak-anak sebanyak 2 orang utusan kecamatan
3.  Pencipta lagu dan sudah memiliki album tidak boleh ikut
4.  Peserta yang sudah dapat Juara pada Festival sebelumnya tidak boleh menjadi peserta
5.  Memakai atribut pakaian adat Mentawai
6.  Menunjukan identitas kepada panitia dan tim juri
B. Kategori Dewasa
1.  Peserta adalah usia 13-25 tahun
2.  Peserta  sebanyak 2 orang yang merupakan utusan kecamatan
3.  Pencipta lagu dan sudah memiliki album tidak boleh ikut
4.  Peserta yang sudah memperoleh Juara pada Festival sebelumnya tidak boleh menjadi peserta
5.  Memakai atribut pakaian adat Mentawai
6.  Menunjukkan identitas kepada panitia dan tim juri


15. Lomba Foto Selfi
      Lomba ini dengan menguanggah foto sefi terkait keindahan alam di Mentawai           dengan kriteria sebagai berikut:
a.  Foto selfi merupakan foto karya sendiri
b.  Foto selfi dimuat di media sosial facebook, twitter, instagram dan media sosial lainnya
c.   Penilaian berdasarkan dari jumlah like dan share
d.  Jumlah like dan share menunjukkan kepada panitia menjadi salah satu dasar penilaian
16. Lomba Karya Tulis
      Lomba ini dilakukan dengan terkait keindahan alam, kebudayaan Mentawai   dengan ketentuan sebagai berikut:
a.  karya sendiri
b.  Karya tulisnya dimuat di media cetak minimal Puailiggoubat/media lokal
c.   Tema karya tulis terkait kepariwisataan Mentawai dan Kebudayaan Mentawai
17.  Lomba Perahu Layar Tradisional (diorganisir oleh Dinas Perhubungan)
18. Perlombaan panahan kategori umum/dewasa, lomba foto dan lomba lagu Mentawai kategori Umum dapat dipungut biaya (insert) dengan besaran ditentukan berdasarkan pertimbangan hadiah yang akan diserahkan selain yang dianggarkan dalam dokumen anggaran Disparpora. Dikecualikan yang kepesertaannya ditanggung oleh panitia dari utusan kecamatan. Perlombaan lagu Mentawai dapat dimulai lebih awal dan semi final maupun finalis akan dilakukan pada waktu Festival. Pendayung pada lomba Selaju sampan, dibebankan pada peserta. Untuk menjunjung tinggi sportifitas, diharapkan tim juri merupakan pihak yang berkompeten dibidangnya (profesional) yang ditunjuk oleh Panitia. Semua jenis kegiatan yang diperlombakan, tim perlombaan wajib menyusun kriteria penilaian yang akan dipedomani oleh tim juri profesional.
  
X. SUMBER DANA
Sumber dana pelaksanaan “FESTIVAL PESONA MENTAWAI TAHUN 2019” adalah:
1.    APBD Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun Anggaran 2019, Kegiatan Festival Pesona Mentawai, Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata
2.    Sumber lain yang sah

XI. Susunan Acara
          (terlampir)
B.   URAIAN KEGIATAN
I.      TAHAP PERSIAPAN
Persiapan adalah tahapan terpenting, dilaksanakan melalui perencanaan, penyiapan bahan dan kebutuhan pada Festival Pesona Mentawai 2019 adalah:
1.    Survey Lapangan 
Survey dilakukan untuk menentukan Lokasi dan tempat yang memenuhi klasifikasi pelaksanaan Festival. Survey juga dalam rangka menghitung ketersediaan akomodasi, transportasi, komsumsi seperti kapal/speed boad untuk mengangkut Peserta dari Kecamatan ke lokasi kegiatan maupun Tim Pelaksana dari Padang/Tuapeijat ke Lokasi kegiatan, sarana MCK, ketersediaan Air bersih, Kesehatan dan keterlibatan masyarakat.

2.    Perencanaan
Perencanaan dilaksanakan dalam rangka upaya mengantisipasi segala kemungkinan terjadi keterbatasan dan kekurangan dapat diminimalisir. Perencanaan ini dilakukan melalui data yang diperoleh dari lapangan, kebutuhan peralatan, kebutuhan biaya. Selain itu data undangan, travel agent, media dan tamu lainnya dari berbagai stakeholder sektor kepariwisataan.
3.    Pemasangan Peralatan Pendukung
Pemasangan peralatan dilaksanakan terdiri dari :
-       Peralatan Pameran, terdiri dari Pembuatan Konstruksi Booth dan Panggung,  Dekorasi disekitar tempat pelaksanaan kegiatan, yang harus selesai sebelum pelaksanaan paling lambat satu minggu sebelum pelaksanaan.
-       Pembuatan panggung dan Stand dilakukan dengan mempedomani KAK dan Rencana Anggaran Biaya yang dituangkan dalam kontrak dan atau lampiran kwintasi pembayaran. Pelaksanaan kontrak wajib berdasarkan kontrak, konsekuensi tidak dilaksanakannya sesuai kontrak/kwitansi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait pengadaan barang dan jasa, dalam rangka efesiensi dan efektifitas pelaksanaan anggaran.
-       Peralatan pendukung adalah peralatan yang dipergunakan untuk pendukung acara seperti; sound system, genset, Internet, umbul-umbul, Baliho, Fotoboat, Spanduk  tenda-tenda, peralatan hiburan dan peralatan lainnya.
4.    Konsumsi, Akomodasi dan lain-lain
A. Konsumsi
Konsumsi yang diperuntukaan untuk panitia, tim/kontingen kecamatan, tamu/undangan dilaksanakan dengan mempedomani pengadaan barang dan jasa. Peruntukan konsumsi wajib dilaksanakan dengan mengantarkan langsung pada lokasi peruntukannya dengan ketentuan sarapan pagi Jam 07.00 wib, snack 10.00 wib, makan siang jam 12.00 Wib, snack sore jam 15.00 wib dan makan malam jam 19.00 wib. Ketentuan snack dapat dilaksanakan dengan mempedomani susunan acara yang sudah ditetapkan. Peruntukan konsumsi dalam bentuk prasmanan akan dilakukan dengan komunikasi pelaksanaan yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Ketentuan waktu dimaksudkan adalah sudah siap disajikan dan/atau sudah harus sampai dilokasi sebelum waktu yang sudah ditentukan.
B. Akomodasi
Panitia akan mendata kapasitas hotel/homestay/penginapan yang ada dalam lingkungan penyelenggaraan festival. Data tersebut panitia menentukan peruntukan untuk panitia, kontingen kecamatan, undangan/tamu. Panitia akan meyerahkan dan menentukan data peruntukannya kepada pemilik akomodasi sekaligus menyampaikan peruntukan akomodasi yang ditanggung oleh panitia. Diluar dari ketentuan yang dianggarkan dalam anggaran Disparpora merupakan tanggungjawab pemakai akomodasi.
C. Lain-lain
Untuk diketahui publik/calon wisatawan, pada saat konsep sudah yakin akan pelaksanaannya, dapat dipublikasikan baik melalui spaanduk, baliho, website mapun media sosial. Panitia melakukan komunikasi dan koordinasi semua pihak, agar penjelasan iven ini tersampaikan kepada publik terutama wisatawan. Untuk memastikan, seluruh komponen kegiatan dalam iven ini, panitia wajib melakukan komunikasi kepada kecamatan, desa dan masyarakat umum lainnya untuk dapat mengambil peran dalam penyelenggaraan iven ini. Selian itu, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mempromosikan hasil karya, hasil bumi, laut dan pangan lainnya sebgai sarana memasarkan produk produk unggulan lainnya. Komunikasi secara intenst kepada seluruh peran yang mengambil bagian dalam iven sampai pada intformasi sedetail-detailnya.
5.    Pelaksanaan
Pelaksanaan dengan mempedomani tahapan yang sudah disusun dan fasilitas sudah tersedia di lokasi kegiatan. Persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan kebutuhan Festival dilakukan melalui pola swakelola dan atau pihak ketiga sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelaksanaan melalui pihak ketiga hanya untuk kebutuhan pabrikasi seperti baju,spanduk dan jenis pabrikasi lainnya.
6.    Administrasi
Administrasi dilakukan dalam rangka mendukung dan mendokumentasikan seluruh kegiatan. Kegiatan ini diperlukan sarana, kertas, printer, Laptop, kamera dan peralatan lainnya. Selain itu, administrasi dimaksudkan untuk melakukan komunikasi surat menyurat, publikasi dan dokumentasi lainnya.
II.        TIM JURI
Tim juri bertugas untuk menilai, memutuskan pemenang setiap lomba yang diperlombakan. Keputusan tim juri secara kolektif dan tidak dapat diganggu gugat. Tim juri berasal dari Pakar, ahli, praktisi dan tokoh masyarakat yang dianggap memahami dan mampu, sesuai dengan topik lomba masing-masing. Dasar penilaian yang ditentukan oleh Tim Juri mempedomani kriteria yang disiapkan oleh panitia.
III.     HADIAH PEMENANG
       Total Hadiah dalam bentuk uang, bingkisan, piala dan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Hadia hanya diberikan kepada Juara I, Juara II dan Juara III setiap kategori yang diperlombakan dan ditetapkan oleh tim juri.
IV.     HASIL
  1. Peningkatan mutu pengelolaan dan pembinaan ivent-ivent Pariwisata di Tingkat Internasional yang bisa dijadwalkan secara periodik saling bersinerji antara satu dengan lainya.
  2. Peningkatan apresiasi Seni Budaya lokal untuk Generasi Muda dan Masyarakat
  3. Munculnya partisipasi aktifnya Masyarakat dan Generasi Muda dalam pelestarian Seni budaya Lokal.
  4. Peningkatan Pengetahuan, Pemahaman dan keterlibatan generasi muda melalui intrakulikuler di sekolah-sekolah dan sanggar-sanggar dalam setiap ivent Pariwisata yang dilaksanakan oleh Kabupaten Kepulauan Mentawai.
  5. Terciptanya iklim pariwisata bernuansa Seni Budaya Lokal Mentawai.
  6. Pelaksanaan Festival secara langsung, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar lokasi acara saat kegiatan berlangsung diantaranya, pertumbuhan terhadap usaha ekonomi kreatif, serta memicu bertumbuhnya peluang perdagangan barang dan jasa masyarakat setempat.
V.        PENYELENGGARA ACARA
a.        Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah pemilik kegiatan yang berkewajiban:
1.    Mendukung terlaksananya kegiatan sesuai ketentuan dan standar yang telah disepakati.
2.    Menfasilitasi kebutuhan dan pelayanan terhadap peserta, juri dan pihak yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan sesuai kondisi keuangan yang tersedia.
3.    Mengkoordinir pelaksanaan acara Festival Pesona Mentawai.
b.     Perangkat Daerah wajib mendukung dan ikut membantu persiapan sampai pelaksanaan Festival terutama Perangkat Daerah terkait melalui koordinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.
c.      Tenaga pendukung Lainnya  terediri atas :
1.    Tenaga pendukung acara yang diangkat dari tenaga Pegawai Negeri Sipil Daerah dan atau Tenaga Kontrak dan atau tenaga yang ditunjuk oleh Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai beserta unsur Muspika.
2.    Media Publikasi adalah tenaga jurnalis dan cameraman sebagai tenaga pendukung teknis dan atau media cetak, online, elektronik dan media lainnya
3.    Tenaga Pendukung dari Pemerintah Kecamatan Siberut Selatan, Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Muntei sekitarnya.
d.     Desa yang terlibat dalam kegiatan ini, difasilitasi oleh Pihak Kecamatan masing masing terutama informasi

  VI.  JADWAL DAN TAHAPAN
No
Kegiatan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
I
Persiapan

1
Persiapan dengan team work publikasi media, pemasangan baliho dan sekaligus survei


































2
Press Conference/Press Realis


























3
Administrasi


























4
Media (Cetak/Elektronik)


























5
Konsolidasi tim


























6
Undangan


























7
Izin Keramaian


























8
Peserta


























9
Undangan/Tamu/Tim


























II
Pelaksanaan

1
Konsolidasi Semua Tim


























2
Sarana Baliho dll.


























3
Data Penginapan


























4
Konsumsi


























5
Sarana (Spanduk, Umbul. Tenta, Panggung)


























6
Pelaksanaan Kegiatan


























7
Penutupan Acara


























III
Penutup Acara

1
Evaluasi


























2
Laporan




























Ditetapkan di             Tuapejat
pada tanggal 30 Januari 2019                                             Disusun/diajukan oleh:
KEPALA DINAS                                                                      KEPALA BIDANG PEMASARAN


  
 DESTI SEMINORA, S.E.                                                       MATEUS SAMALINGGAI, S.IP
Pembina Utama Muda, IV/c                                                                 Penata, III/c
NIP. 19680921 19980 3 2004                                             NIP. 197102022001121003 

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK