Iklan

Awal September 2020, SMP dan SMA Mulai Belajar Tatap Muka.

Selasa, 01 September 2020, September 01, 2020 WIB Last Updated 2020-09-01T07:48:32Z

Kadis Pendidikan Mentawai Oreste Sakeroe saat meninjau SMP 2 Sipora


SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT - Proses belajar mengajar tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah dapat dimulai lagi dengan sistem pembelajaran tatap muka (PTM) terhitung mulai selasa (1/9/2020).

Hal tersebut disampaikan oleh Serieli BW, Juru bicara kebijakan gugus tugas Covid-19 Mentawai saat melakukan peninjauan terkait persiapan SMPN 2 Sipora bersama Oreste Sakeroe, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai untuk memastikan dan sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

"Sepanjang tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Mentawai, mulai satu Oktober 2020 pembelajaran tatap muka  bagi siswa SMP dan SMA sudah bisa dilakukan sesuai surat edaran Bupati Nomor 360/355/ BUP-2020," tutur Serieli BW, Juru bicara kebijakan gugus tugas Covid-19 Mentawai, Selasa (1/9/2020).

Pada awal sistem pembelajaran tatap muka (PTM) ini, pihak sekolah diharapkan membiasakan beraktivitas aman dari covid 19 dan tetap produktif.

Berdasarkan pantauan, tempat cuci tangan sudah tersedia dan memadai dan para guru yang hadir sudah memakai masker.

"Guru dan murid yang hadir maksimal 50% dari jumlah yang ada. Para guru dan siswa kita harapkan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak, serta menjaga imunitas tubuh," papar Serieli BW.

Terkait implementasi protokol kesehatan, pihak sekolah harus benar-benar memperhatikan pelaksanaannya di tengah pengajar dan tenaga didik untuk mengantisipasi munculnya klaster baru di sekolah.

Selanjutnya, BW mengimbuhkan penting mengaktifkan satuan tugas (satgas) protokol kesehatan sekolah.

Guru-guru yang datang dari kota Padang diharapkan rutin melakukan tes swab dan jika tidak ada hal urgent, lebih baik tidak bolak-balik ke Padang dulu karena kasus Covid-19 masih bertambah di sana.

Kemudian, jika ada guru yang sakit, demam, pilek atau batuk disarankan mengajar dari rumah dengan memberi tugas dari rumah saja kepada muridnya.

"Kita akan evaluasi terus. Jika ada kasus baru, bisa jadi kembali belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tetap edukasi anak-anak dan pastikan seluruh protokol kesehatan berjalan sebagaimana mestinya," tukas BW.

Pada tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Mentawai,
Oreste Sakeroe berharap SMPN 2 Sipora bisa menjadi model pelaksananaan administrasi protokol kesehatan bagi SMP lainnya.(KS)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Awal September 2020, SMP dan SMA Mulai Belajar Tatap Muka.

Terkini

Topik Populer

Iklan