Selasa, 19 November 2019

Seorang Sikerei saat melakukan pengobatan kepada pasien (foto : internet)
Laporan Reporter Suardi Santo
Dari Desa Simatalu Siberut Barat

Sikerei adalah sebutan bagi seorang dukun di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat yang dianggap memiliki kekuatan supranatural. Sikerei dinobatkan melalui upacara khusus yang disebut taddek.

Bagi orang Mentawai, kerei adalah pengetahuan, keahlian, serta keterampilan akan pengobatan dan tanaman obat. Orang yang dapat berhubungan dengan roh-roh dan jiwa orang-orang di alam nyata maupun di alam gaib.

Oleh karena keistimewaan tersebut, Sikerei memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan orang Mentawai. Sikerei menjadi tokoh pengobatan dan spiritual dan pemimpin ritual dalam setiap upacara adat atau punen (pesta) di uma(rumah adat Mentawai).

Menyikapi hal  itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berencana melakukan kolaborasi dalam melakukan pengobatan kepada pasien antara Sikerei melalui pengobatan secara tradisional supranatural dengan dokter yang melakukan pengobatan secara medis.

Rencana kolaborasi dalam pengobatan itu tercetus pada pertemuan  antara Bupati, Dinas Kesehatan Mentawai   bersama para Sikerei di Desa Simatalu Kecamatan Siberut Barat beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi antara dokter yang melakukan pengobatan secara  medis dan Sikerei  dengan menggunakan berbagai ramuan obat dari alam secara tradisional  untuk menangani pasien melalui kolaborasi pengobatan.

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet menyebutkan secara prinsip adanya kolaborasi itu bisa dilakukan asal tujuannya sama yaitu untuk menolong pasien yang akan ditangani secara medis  dan tradisional.

“ ini kita lakukan agar pasien tertangani dengan dua sisi baik secara medis maupun secara tradisional dengan menggunakan obat kampung, dan ini bukan berarti mengunggulkan satu sisi, tetapi menyatukan persepsi, nanti kita hanya bikin protap atau SOPnya, " ucap Yudas.

Sementara salah seorang dokter  umum di Puskesmas Simatalu, dokter  Sudirman menyatakan menyambut baik  adanya rencana kolaborasi itu. Kata dia dengan adanya kolaborasi itu justru akan membantu dalam kaitannya menolong pasien.

Pendapat yang sama juga disampaikan Bison (56) salah seorang Sikerei. Dia mengatakan pengobatan yang dilakukan para Sikerei memang melalui ritual yang bertujuan antara lain untuk menyatukan jiwa pasien (Simagre) dan juga membutuhkan tempat khusus, “kami sebagai Sikerei berobat dengan cara berbeda, tentu melalui ritual dulu, apalagi spiritual menyatukan jiwa pasien (Simagre), dan membutuhkan tempat yang khusus," ujarnya

Sementara kepala dinas kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar menyebutkan untuk menindaklanjuti rencana kolaborasi pengobatan itu pihaknya dalam waktu dekat melalui Puskesmas di desa Simatalu akan melakukan pendataan serta mendalami penyakit yang akan ditangani, baik melalui pengobatan medis atau  penyakit yang nantinya akan ditangani para Sikerei secara tradisional, kita akan siapkan protapnya dulu, kita data mana pasien yang perlu penanganan medis dan mana pasien yang nantinya akan ditangani secara tradisional melalui para Sikerei," pungkasnya (ss)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK