Senin, 18 November 2019

Rapat Evaluasi Program Inovasi Desa 2019 di Tuapeijat 
SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT  -  Mewujudkan Desa  Inovatif merupakan tugas dan tanggungjawab  seluruh  stakehokder, terkhususnya pendamping Desa. Gerakan tersebut mestinya dilakukan secara serius sehingga dapat  mempercepat capaian  yakni kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Hal itu dikatakan Bupati Kepulauan Mentawai dalam hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar,  saat membuka rapat evaluasi program inovasi desa tahun 2019 di hotel Graha Viona Sipora Utara Selasa, (19/11). 

"Ini tugas kita bersama, dan pendamping desa harus bisa menjawab harapan masyarakat" katanya.
     
Lanjutnya, sejak tahun 2017 telah digagas Program Inovasi Desa (PID). Program ini dimaksudkan untuk menggalang dan mengkristalisasi gagasan-gagasan pembangunan desa yang kreatif, inovatif dan diyakini dapat membantu meningkatkan produktivitas masyarakat desa, salah satu strategi yang dikembangkan dalam Program Inovasi Desa (PID) yakni Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) untuk kemudian direplikasi di tempat lain.

Dengan inovasi dan kreativitas, diharapkannya, pembangunan desa lebih efektif, efisien, dan bisa memaksimalkan output dengan sumberdaya yang ada.

PID diarahkan pada tiga ranah, yaitu pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan sumberdaya manusia, sesuai dengan Permendes prioritas pembangunan desa.

Ia berharap Inovasi Mampu Menjadi Pilar kemajuan desa di daerah yang dijuluki Bumi Sikerei.

Tambahnya, dari 43 desa yang   tersebar di Kepulauan Mentawai, belum ada  yang mencapai Desa maju, namun Desa di Bumi Sikerei sebanyak 3 desa telah  mampu menjadi desa mandiri, 18 Desa berkembang, dan 22 Desa tertinggal.

"Di daerah kita memang tidak ada lagi desa sangat tertinggal dan juga tidak ada desa maju. Desa kita berada pada level menengah. Ini suatu prestasi yang cukup membanggakan" jelasnya. 

Menurutnya, desa-desa di Mentawai telah banyak  berinovasi, hanya saja kurang terpublikasi.

"Saya yakin desa di Mentawai sudah berbuat banyak, namun belum terpublikasi" pungkasnya. (Nbl)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK