Kamis, 21 November 2019

Mobil Pemadam Kebakaran (foto : internet)

SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mengusulkan penambahan moda transportasi pemadam kebakaran kepada pemerintah pusat melalui kementrian dalam negeri.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam kebakaran (Damkar) Kepulauan Mentawai, Dul Sumarno mengatakan bahwa moda transportasi untuk pemadam kebakaran (damkar) masih perlu ditambah kembali untuk mengatasi kebakaran di Bumi Sikerei lebih efektif dan efisien.

" ke kepmendagri kita  berencana usulkan  satu unit truk damkar, satu unit mobil patroli, dan sepuluh unit viar damkar, saya kira kebutuhan moda transportasi Damkar ini sangat perlu karena kawasan kita luas, sementara saat ini moda transportasi Damkar kita masih sangat minim," ujar Dul Sumarno di Tuapeijat, Jumat (22/11)

Kata Dul, di Mentawai hanya memiliki tiga unit truk Damkar yang tersebar di Kepulauan Mentawai, yaitu masing-masing di  kecamatan Sikakap,  Siberut Selatan, dan satu unit di Sipora utara.

"Kita berharap di Tuapeijat Sipora Utara sebagai ibu kabupaten  ke depannya seridaknya bisa memiliki  3 unit mobil damkar. Satu unit untuk Sipora selatan dan dua unit untuk Sipora utara," ujarnya 

Menurutnya, penambahan moda transportasi berdasarkan situasi di daerah dan membantu Mentawai keluar dari status tertinggal, terdepan, terluar (3T) dengan reaksi cepat dan tepat  dalam menangani musibah kebakaran yang bisa menghambat laju pembangunan.

Ia berharap permohonan bantuan moda transportasi b tersebut bisa mendapatkan respon dari pusat nantinya.

Sementara itu terkait jumlah personil Damkar saat ini menurutnya sudah cukup. Untuk wilayah Siberut dan Sikakap masing-masing terdapat dua regu. Sementara di Sipora utara empat regu. Dimana dalam satu regu terdiri dari 11 orang termasuk provosnya.

"Petugas Damkar kita Standby 24 jam sesuai pembagian shiftnya. Jika terjadi kebakaran seluruh regu dikerahkan ke lokasi bahkan Pol PP juga ikut membantu menangani kebakaran tersebut bersama masyarakat," pungkasnya (KS)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK