Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar

Jumat, 13 September 2019

Foto Ilustrasi: BPBD distribusikan air bersih

SASARAINAFM.COM | TUAPEIJAT  - Kekeringan di sebagian besar wilayah  kabupaten kepulauan Mentawai yang terjadi  belakangan ini, berdampak pada warga  untuk mendapatkan sumber air bersih. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan MCK ( Mandi, Cuci, Kakus) sebagian warga harus mengeluarkan puluhan ribu rupiah untuk membeli air tangki.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Mentawai Amir Ahmari membenarkan terjadinya bencana kekeringan itu terutama di Tuapejat sebagai ibu kabupaten kepulauan Mentawai.

"Kekeringan sudah berlangsung selama tiga bulan sejak juli lalu. Hujan yang turun hanya sebentar dan belum bisa memenuhi kebutuhan warga," kata Amir, jumat (13/09).

Mengatasi bencana kekeringan tersebut Amir katakan pihaknya telah melakukan pelayanan di desa Tuapejat dan Sipora Jaya (SP1).

Prosedur mendistribusikan air kepada masyarakat selain melihat langsung kondisi kekeringan, juga karena adanya permintaan masyarakat melalui surat dari perangkat desa/dusun.

"Sudah ada dua atau tiga surat yang meminta bantuan distribusi air ke BPBD.  Pelayanan kita tidak memungut biaya sepeserpun alias gratis," ujar Amir.

Warga yang membutuhkan bantuan air diminta untuk menyediakan ember, drum, atau sejenisnya di depan rumah atau pinggir jalan yang nantinya diisi olehTim BPBD.

"Dalam sehari kita mengisi 9-10 tangki mobil berkapasitas 5.000 Liter/5 ton," kata Amir.

Air tersebut diambil dari sungai Goiso' Oinan yang mengalir dari perbukitan yang bersih dari kotoran manusia.
(KS)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK