Jumat, 26 Juli 2019

Salah Seorang Sikerei Pada Acara Jambore PRB Tingkat Sumbar Ke VI di Mentawai 

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT — Manusia dan seluruh makhluk hidup di dunia ini semua bergantung dengan Alam, hal ini tentu harus disadari oleh penghuninya, betapa pentingnya menjaga alam.

Seperti yang dikemukakan salah satu Sikerei atau orang yang dituakan dan memiliki kemampuan untuk melakukan ritual pengobatan di Mentawai, Aman Pangarita kepada sasarainafm.com, Jumat (26/07), Pada acara penutupan Jambore PRB Tingkat Sumbar Ke VI di Kawasan Wisata Pantai Mapaddegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara.

Menurutnya bencana yang terjadi sebagian disebabkan oleh tangan manusia, seperti pembabatan hutan, penambangan liar dan sebagainya "Bencana itu ada karena perbuatan kita manusia  yang selalu merusak alam, untuk mari kita sama-sama menjaga alam agar tidak rusak dan menjadi bencana bagi kita, " tuturnya.

Ia menjelaskan, sesuai tradisi atau kepercayaan masyarakat Mentawai zaman dulu, hutan, air, tumbuhan dan segenap isi alam, memiliki tuan atau pemilik. Dengan diabaikannya tradisi nenek moyang atau kearifan lokal atau malah tidak lagi menjaga keikei (pantangan-red), maka pemilik alam murka dan terjadilah bencana.

"Manusia sekarang tidak menjaga keikei. Itu tradisi kita. Dengan diabaikannnya keikei  maka terjadilah bencana. Kita harus tahu, alam ini ada pemiliknya, jadi kalau mengambil isinya, kita harus minta izin" jelasnya.

Menurutnya, orang memperlakukan alam semesta, terkadang tidak ingat atau  bahkan disengaja lupa, sehingga seenaknya merusak lingkungan, kurang peduli ataupun juga kurang menghargai arti pentingnya alam yang merupakan nafas keberlanjutan kehidupan.

" Lingkungan tidak terbatas pada lingkungan fisik dan biologis saja, tetapi juga lingkungan ekonomi, sosial, dan budaya. Lingkungan yang baik, begitu penting bagi seluruh mahluk hidup khususnya segenap umat manusia, untuk itu harus bisa dijaga dan dilestarikan, kalau kita ingin bebas dari bencana jagalah alam itu, maka alam akan menjaga kita" pungkasnya. (Nbl)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

LINTAS BERITA ASOSIASI LPPL SUMBAR

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK