Jumat, 21 Juni 2019

Ilustrasi suasana jual beli di pasar tradisional


SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT - Harga kebutuhan pokok di Tuapejat-ibu Kabupaten Kepulauan Mentawai mengalami pelonjakan harga pasca Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.
Dari pantauan reporter sasarainafm di beberapa kedai penyedia bahan sembako menyebutkan harga-harga kebutuhan sehari-hari rata-rata mengalami penaikkan, namun yang cukup menonjol adalah harga cabe merah yang biasanya hanya dijual kurang dari RP. 50 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp. 60 ribu rupiah, sedangkan harga sayur wortel juga mengalami kenaikkan yang cukup tinggi yakni dari Rp.15 ribu menjadi Rp.25 ribu rupiah per kilogram


Valeria ( 27) seorang ibu rumah tangga warga Tuapejat cukup terperanjat dengan harga cabe dan wortel yang cukup tinggi kenaikkan harganya, namun demikian dia tetap membeli bahan kebutuhan itu untuk keperluan pokok memasak setiap harinya, “ ya habis gimana lagi, cabe itu kan pokok, nggak mungkin rasanya kita makan tanpa cabe, ya tetap belilah,” Kata Vale
Selain cabe merah dan wortel, harga cabe giling juga mengalami kenaikkan menjadi Rp. 60 ribu per kilo meskipun sebelumnya hanya dijual Rp. 50 ribu per kilo.
Abias (35) karyawan Toko Nel di Tuapejat mengatakan harga-harga bahan kebutuhan sehari-hari memang rata-rata mengalami kenaikkan harga, namun banyak juga yang masih dengan harga yang sama atau bahkan mengalami penurunan, “ kalau cabe merah, cabe giling dan wortel naik, tapi banyak juga bahan lain yang turun harganya, “ ujar Abias  
Abias merinci, harga jual bawang merah menurun dari Rp, 50 ribu per kilogram menjadi Rp, 35 ribu per kilogram. Sementara bahan-bahan yang masih dengan harga stabil atau sama yaitu bawang putih dijual seharga Rp, 50 ribu per kilogram, beras kampung masih dengan harga yang sama yaitu Rp, 170 ribu per karung isi 10 kilogram, beras anak daro Rp, 150 ribu per karung isi 10 kilogram, minyak manis Rp, 13 ribu per kilogram, dan telur 45 ribu per 30 butir.
Kata Abias naik turunnya harga bahan-bahan pokok yang dijualnya tergantung harga dari penyuplai barang di Padang yang biasanya dikirim ke Mentawai melalui kapal
"Kita tergantung dari kapal, jadi tetap memasok bahan sembako meskipun harganya naik," kata Abias.
Ia mengakui ada pelanggan yang mengeluh karena harga cabe ataupun wortel yang naik. Meskipun demikian, ia menambahkan dalam waktu dua hari pasokan cabe sebanyak 4 karton besar tetap habis.
Ia berharap tidak terjadi kelangkaan bahan-bahan sembako dan proses distribusinya dari kota tidak terkendala sehingga tidak menimbulkan kenaikan harga di Mentawai.
(KS)


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK