Kamis, 25 April 2019

Warga sekitar pantai Mapaddegat nampak antusias mengikuti Simulasi Kesiap-siagaan bencana 

SASARAINAFM.COM, MAPADDEGAT- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai lakukan kegiatan simulasi kepada masyarakat Dusun Mapaddegat agar siap saat menghadapi bencana alam terutama Tsunami, Kamis (24/4).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Mentawai, Novriadi mengatakan simulasi bencana tersebut dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana terutama Tsunami, sebab Dusun Mapaddegat yang terletak di bibir pantai sehingga rentan di terjang gelombang Tsunami..

“Kita melakukan simulasi ini untuk kesiap-siagaan kepada masyarakat terkhusus yang ada di pantai Mapaddegat, dengan adanya simulasi ini masyarakat akan lebih tahu bagaimana bersikap, misalnya dengan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi, dan lain-lainnya,” kata Novriadi

Novriadi berharap dengan digelarnya simulasi itu, masyarakat akan untuk lebih sadar dan peduli dalam menghadapi bencana, mengingat kabupaten kepulauan Mentawai merupakan daerah yang rawan bencana.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulaun mentawai, Yudas Sabaggalet menyampaikan bahwa di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga akan dipersiapkan untuk membantu serta menghadapi bencana, dengan membuat Peraturan Bupati (Perbup), dengan tujuan untuk membiasakan diri menghadapi bencana yang terjadi, meskipun masyarakat tidak merasakan langsung.

“Minimal di memori mereka sudah ada, dalam ingatan mereka adam kalau terjadi bencana apa yang mesti merela lakukan, beginilah cara bertindak, beginilah cara menlakukan penyelamatan,” kata Yudas.

Ia menyebutkan untuk jarak berlari dari bibir  pantai ke daerah tinggi dalam simulasi tidak lebih dari 3 menit, namun katanya masyarakat harus lari atau menggunakan kendaraan, sebab pantai Mapaddegat relatif diterjang gelombang. “Kesiapsiagaan masyarakat kita bangun terus, itu yang utama, kemudian kita juga menyampaikan kepada masyarakat untuk waspada, jangan sampai terlena, kita menyadarkan masyarakat dengan cara seperti ini bahwa daerah kita kita rawan bencana,” ujarnya..

Tak hanya di pantai Maaddegat, pihak Pemerintah setempat juga menghimbau kepada masyarakat atau warga yang berada di pantai Jati agar bisa membangun pemukiman di kawasan atau di dataran tinggi.

“Dulunya kita ki pantai Jati itu tidak kita izinkan untuk membangun rumah di dekat pantai, setelah ada yang adatang kesini (Mentawai) dibangunlah rumahnya di bibir pantai sebelah kanan itu, akhirnya sulit, kita sekarang berfokus ke pantai Jati bagian utara, kita akan menata untuk kawasan pariwisata, jadi rumah yang rapat kita akan cba geser ke bukit,” katanya.

Dalam kegiatan simulasi tersebut masyarakat sangat antusias mengikutinya, bahkan ada simulasi penyelamatan di laut yang dilakukan oleh pihak Badan SAR Nasional Kepulauan Mentawai. (Suntoro)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK