Update Real Count Pilpres 219

Photobucket
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan Pasangan Joko Widodo (Jokowi) -Ma'ruf Amin menjadi pemenang Pilpres 2019. Dengan jumlah suara sah 85.607.362 suara. Sedangkan jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 Hasil pilpres itu ditetapkan dalam keputusan nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN). KPU menyebut jumlah suara sah nasional 154.257.601. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional. Pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul di 21 provinsi, yang terdiri atas Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung. Selanjutnya pasangan nomor urut 01 itu menang di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah. Kemudian Jokowi-Ma'ruf unggul di Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Maluku, dan Papua.  Sementara itu, 13 provinsi lainnya dikuasai pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Rabu, 13 Maret 2019

Wabup Mentawai Kortanius Sabeleake di dampingi Kadis Kesehatan Lahmuddin pada Rakor Pelayanan Kesehatan 

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT-  Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake menegaskan pengangkatan aparatur sipil negara (ASN) oleh pemerintah adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan bukan karena hal lain.

“Kami  mengangkat pegawai bukan berarti anda sekolah atau sarjana, atau banyaknya orang Mentawai yang sudah sekolah maka kami angkat sebagai Pegawai Negeri, bukan karena itu, tapi kami angkat saudara selaku ASN alasannya adalah masyarakat kami, masyarakat di Mentawai ini butuh pelayanan, kalau tidak mau bekerja, malayani masyarakat disini silahkan cari kerja lain,” Tegas Kortanius pada sambutan Rakor Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat di Tuapejat Rabu, (13/3).

Lanjut Korta, selain bertugas melayani masyarakat, seorang pegawai negeri juga harus loyal dan patuh terhadap pimpinan dan sebaliknya seorang pimpinan juga harus bisa tegas dan mampu mengambil kebijakan dalam menghadapi masalah-masalah internal, “  “Setiap masalah-masalah yang ada di lingkungan kerja harus diselesaikan secara internal, jangan pula belum apa-apa langsung keluar, belum apa-apa langsung kemana-mana, karena anda adalah bagian dari Pemerintah maka selesaikan masalah itu dengan baik,” kata Korta.

Termasuk pegawai yang baru masuk sebagai tenaga medis sebanyak 67 orang, menurut Korta  merupakan tanggung jawab Kepala Puskesmas dalam memberikan kepercayaan kepada stafnya agar bisa bertahan, dari jumlah tersebut 50 persen merupakan pertama datang ke Mentawai.

Selain itu, Korta juga menyampaikan bahwa pimpinan harus memantau kehadiran stafnya, serta memberikan laporan yang benar bukan dikarang, “Pimpinan harus memberikan laporan yang benar, jangan simpan-simpan, kalau ada pegawainya sampai tahunan tidak masuk-masuk kerja, sampai bulanan tidak masuk kerja, laporkan, jika tidak kami pasti tegur,” ujarnya.

Menurut Korta dengan adanya 15 Puskesmas yang tersebar di seluruh Mentawai, pelayanan kesehatan di seluruh Kecamatan, bahkan Desa mestinya sudah maksimal, untuk itu pasien yang sakit harus ditangani di puskesmas-puskesmas atau Posyandu Kesehatan Desa (Poskesdes) terlebih dahulu, sebelum pasien dirujuk, bukannya langsung dirujuk ke rumah sakit tanpa penanganan terlebih dahulu di Puskesmas.

Korta menyebutkan, staf kesehatan sampai saat ini di Mentawai telah  mencapai 1.100 baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS, maka dari itu Kepala Dinas, Setiap empat bulan harus membuat surat peringatan, jika ada pegawainya yang tidak masuk kerja, dengan adanya surat peringatan, maka akan menjadi patokan sebagai dasar hukum untuk memberhentikan pegawai.

“Tugas untuk utama tenaga medis adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sementara ini ada 20 ribu lagi masyarakat kita belum punya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), saya berharap seluruh masyarakat kita sudah dapat data, puskesmas sudah mendata penduduk yang belum mendapatkan JKN, saya mau 3 bulan sudah ke depan itu sudah ada, saya rasa cukup waktu itu. Kita ada biaya 2 Miliar untuk itu,” Pungkasnya
(Suntoro)


0 komentar:

Posting Komentar

Photobucket

Radio Visual

SIARAN SUARA NUSANTARA LPPL RADIO INDONESIA