Update Real Count Pilpres 219

Photobucket REAL COUNT KPU RI - Jakarta - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 34,17545%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU' mencatat Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul atas Prabowo-Sandiaga Uno. Dilihat dari situs KPU, Kamis (25/4/2019) pukul 17.15 WIB, Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh 56,12 persen atau 29.317.988 suara, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 43,88 persen atau 22.923.015 suara

Jumat, 22 Maret 2019

Kayu Menumpuk untuk Bahan Bakar PLTBM Saliguma

SASARAINAFM.COM, SALIGUMA - Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Bambu (PLTBm) Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai, saat ini sudah beroperasi sejak Desember 2018, kendati begitu masih menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar.

“Sudah lumayan lama hidupnya, sejak bulan Desember 2018 sudah mulai dicoba, tapi masih menggunakan bahan bakar solar sampai saat ini,” kata Kepala Desa Saliguma, Nicolaus saat ditanya di kediamannya, Selasa (19/3).

Ia juga menyampaikan, penggunaan bahan bakar kayu atau bambu, saat ini biomassa Saliguma belum menggunakannya, pernah dicoba dua hari menggunakan bahan bakar kayu, namun tidak berlanjut sebab bahan bakar kayu yang disediakan masyarakat Saliguma belum mencukupi, selain itu bahan bakar kayu juga saat itu belum kering dan masih basah.

“Pernah dicoba kalau tidak salah hanya dua hari, tapi tidak berlanjut, selain bahan bakar kayunya terbatas, kebetulan memang kayu-kayu yang dikumpulkan warga masih kondisi basah. Kalau basah tentu gas yang dihasilkan oleh kayu berkurang,” lanjut Nicolaus

Meski hanya menggunakan BBM solar, masyarakat sudah mulai terbantu dengan penerangan lampu biomassa ini, sebab sejak dulu warga Desa Saliguma tidak pernah menikmati lampu seperti biomassa atau Perusahaan Listrik Nasional (PLN), meskipun hanya hidup selama enam jam, mulai dari pukul 18.00 Wib sampai pukul 24.00 Wib.

“Memang masih enam jam hidupnya, karena keterbatasan bahan bakar solar juga kan, mereka masih menghemat, mungkin kalau sudah menggunakan bahan bakar kayu atau bambu itu sudah bisa 24 jam. Untuk saat ini petugas biomassa kita disini (Saliguma) hanya orang-orang kita, kalau Manajernya sedang tidak di tempat,” unjar Nicolaus.

Sementara salah seorang warga Saliguma, Meon menyampaikan dengan adanya lampu biomassa saat ini dia sangat bersyukur, sebab sudah terbantu penerangan di Desa Saliguma, dulunya hanya menggunakan lampu togok atau lampu minyak, sekarang sudah kampung halamannya sudah terang benderang.

“Walaupun cuma hidupnya enam jam, kami sudah bersyukur, terutama saya sendiri, karena dengan adanya lampu seperti ini, kita bisa terbantu baik dari segi pekerjaan maupun lainnya, misalnya mengetam kayu sudah bisa meskipun malam-malam,” ungkapnya.

Namun Meon menyayangkan lampu biomassa, meterannya masih sering berbalik saat beban atau penggunaan terlalu banyak, sebab saat ini meteran lampu yang dipasang pihak biomassa masih subsidi yakni 450 Watt, dengan muatan bola lampu sebanyak tiga buah saja, jika ditambah dengan alat elektronik lainnya maka akan mudah berbalik.

“Apalagi yang ada Televisi, lebih parah lagi tidak sanggup arusnya,” kata Meon.

“Belum lagi menggunakan mesin pompa air, ini kan hidup biomassanya malam, jadi memang banyak bebannya, belum lagi penerangan, pompa air, menggosok kain, sebentar-sebentar balik meterannya,” tambahnya.

Namun sampai saat ini meski lampu PLTBm sudah menyala belum ada ketentuan pembayaran bagi masyarakat sebab belum ada keputusan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Mentawai memberikan beban yuran, selain itu peresmian PLTBm belum dilakukan oleh pihak bersangkutan beserta Pemda Mentawai. (Suntoro)

0 komentar:

Posting Komentar

Sasaraina Hari Ini
Kamis, 25 April 2019
06.00 - 09.00
Selamat Pagi Mentawai
09.00-10.00
Ruang Kita
10.00-11.00
Reportase
11.00-11.30
Berita Olah Raga RRI Jakarta
11.30-12.00
Resonansi Jiwa
12.00-14.00
Melodi Siang
14.00-16.00
Nusa Mentawai
16.00-17.00
Sasaraina Berdendang-Serdang
17.00-18.00
Libermen-Lintas Berita Mentawai
18.00-20.00
Nusantara
20.00-22.00
Ngobras- Ngobrol Bebas Tapi Terbatas
22.00-24.00
Senandung Malam
Diberdayakan oleh Blogger.
Photobucket

Radio Visual

Photobucket 081 266 088 XXX ...Streaming Sasaraina FM cukup jernih di dengar di Depok-Jabar // 081 166 42XXX..Dari Sragen Jawa Tengah, salam hangat untuk warga Mentawai // 081 267 22X XX...Mantap SasarainaFM Semakin Dekat Dengan Pendengar dimanapun berada .// 082 283 767 XXX...Dari Padang terdengar sangat jernih suara sasarainafm // 081 267 211 XX....Tolong Siarannya diperbanyak informasi tentang Budaya dan Pariwisata Mentawai // 081 166 327 XX ....Siaran Streamingnya mantap dan jernih di dengar di Yogya // 085 287 373 XXX....website yang top, informasi tentang Mentawai cukup lengkap, suara radionyapun jernih...sukses untuk sasarainafm
SIARAN SUARA NUSANTARA LPPL RADIO INDONESIA