SOSIALISASI PEMILU 2019

Photobucket

Sabtu, 02 Maret 2019

Bupati Mentawai Resmikan Puskesmas Bernuansa Uma di Simatalu, Kecamtan Siberut Barat.

SASARAINA.COM, SIMATALU_Puskesmas bernuansa Uma di Simatalu, Desa Simalibbeg, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai ini akan dipadukan sistem pengobatan Medis dan Natural (tradisional) ala Mentawai.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet saat peresmian Puskesmas Simatalu, Rabu (27/2/2019).


“Seluruh puskesmas yang ada di Mentawai yang pertama kita resmikan adalah di Simatalu. Maka saya berharap Kepala Dinas, Dokter dan Perawat bekerja sama dengan Sikerei, ini konsepnya perpaduan antara Budaya, Sikerei dan medis. Jangan menganggap Sikerei itu tidak memiliki kemampuan, sebelum ada Dokter disini, yang menyelamatkan masyarakat Mentawai adalah Sikerei,” katanya..

Tiga puskesmas yang hampir sama bentuknya, seperti di Desa Madobag Kecamatan Siberut Selatan, kemudian di Sigapokna Siberut Barat dan Simatalu Kecamatan Siberut Barat, sengaja dibangun nuansa uma, sebab kata Yudas budaya saat ini yang masih ada dan kental di Mentawai terdapat di daerah tersebut, sementara daerah lain, budaya Mentawai sudah hilang.


Kehadiran Sikerei para Dokter dan Perawat bisa belajar bersama mereka, begitu juga sebaliknya, Sikerei pun bisa belajar cara pengobatan medis. “Kalau ada yang sakit, sama-sama, menurut pandangan Sikerei seperti apa, menurut medis seperti apa, tidak boleh ada kesombongan di dalam menangani kesehatan daerah seperti begini. Saya juga alamiah, kadang-kadang tidak sembuh dengan obat modern (medis), sembunyi obat tradisional, begitu juga sebaliknya, tidak sembuh obat tradisional tapi sembuhnya obat medis,” ungkap Yudas.


Lebih lanjut Yudas sebutkan, jika ada pasien yang berobat di puskesmas, Sikerei juga bisa lihat apakah penyakit yang diderita pasien merupakan penyakit yang bisa diobati secara tradisional. “Kita orang Mentawai harus kita angkat budaya itu baik, jangan malu dengan budaya itu, ada nilai didalamnya, ada kearifan lokal di dalamnya, maka itu harus kita dipadukan antara tradisional dengan modern,” ujarnya..


Perlunya belajar dengan Sikerei, kemungkinan adanya temuan sistem pengobatan atau obat dari alam yang tentunya bisa dibagikan kepada dunia luar, disebutkan Yudas kita tidak boleh menutup mata dengan budaya yang ada saat ini di Mentawai, karena masing-masing budaya punya keunikan tersendiri serta kelebihannya.


“Meski begitu, kita juga tetap mendengar apa kata Dokter atau perawat, misalnya cuci tangan sebelum makan, anak-anak sebelum tidur sikat gigi, itu juga penting. Gedung ini (puskesmas) tidak ada gunanya kalau manusianya tidak patuh, kalau manusianya tidak mau berobat,” katanya.


Selain itu, Yudas juga menyampaikan agar ada Uma di Simatalu, sebab saat ini uma yang sering ditemukan hanya di Desa Madobag (Sarereiket) lagi, uma merupakan tempat membangun peradaban, “ masa di sini tidak ada uma, berkunjungvdi Sarereiket masih ada umu disana, di perkampungan itu, karena budaya yang tinggal saat ini hanya di Simatalu dan Sarereiket,” ungkapnya. (Suntoro)

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Pilihan Redaksi

Recent Posts Widget

Olahraga

Kesehatan

Wisata budaya

Jurnalistik Radio

Diberdayakan oleh Blogger.
Photobucket

Radio Visual

Photobucket 081 266 088 XXX ...Streaming Sasaraina FM cukup jernih di dengar di Depok-Jabar // 081 166 42XXX..Dari Sragen Jawa Tengah, salam hangat untuk warga Mentawai // 081 267 22X XX...Mantap SasarainaFM Semakin Dekat Dengan Pendengar dimanapun berada .// 082 283 767 XXX...Dari Padang terdengar sangat jernih suara sasarainafm // 081 267 211 XX....Tolong Siarannya diperbanyak informasi tentang Budaya dan Pariwisata Mentawai // 081 166 327 XX ....Siaran Streamingnya mantap dan jernih di dengar di Yogya // 085 287 373 XXX....website yang top, informasi tentang Mentawai cukup lengkap, suara radionyapun jernih...sukses untuk sasarainafm