Senin, 04 Februari 2019

Wabup Mentawai Kortanius Sabeleake 

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT_Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake, menghimbau kepada masyarakat Mentawai agar tidak lagi membangun perumahan di pinggir pantai.
Hal ini dikatakannya saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (4//2/2019), ia menyampaikan bahwa untuk meminimalisir terjadinya korban Tsunami sebaiknya masyarakat memilih membangun rumahnya di lokasi yang jauh dari bibir pantai atau mencari tempat yang layak dan aman dari terjangan gelombang tinggi atau Tsunami.

“Untuk meminimalisir bencana yang terjadi sekali lagi Pemerintah tidak mengizinkan masyarakat untuk membangun rumah di tepi pantai, bangunan - bangunan dengan laut. Yang kedua pemerintah tidak lagi membangun jalan dekat tepi laut, supaya masyarakat tidak membangun rumahnya di dekat pantai,” katanya..

Meski disampaikannya masyarakat Mentawai kebanyakan kehidupannya nelayan atau melaut, namun untuk perumahan dan menjaga keselamatan sebaiknya membangun rumah di dataran tinggi. Sebab gempa yang terjadi di Kepulauan Mentawai disebabkan oleh patahan, dan gempa bumi yang terjadi di Mentawai sudah dikenal seluruh dunia.

Selain itu pemerintah juga memperluas bangunan atau jalan evakuasi, dan kepada masyarakat jangan terlalu berharap untuk membangun rumah permanen 100 persen, ia menyebutkan rumah dari kayu lebih tahan gempa, maka dari itu ia mengajak masyarakat untuk menjaga kayu, karena resiko kerusakan akibat gempa lebih kecil.

Akibat gempa yang terjadi beberapa hari lalu, beberapa bangunan fisik di daerah Sikakap rusak, seperti bagunan mercusuar roboh, jalan retak, Puskesmas di Malakopa retak dan papan nama puskesmas jatuh, dan yang parahnya Gereja GKPM di Dusun Kaute Desa Taikako Kecamatan Sikakap bagian depannya roboh.

Meskipun Gempa tidak berpotensi Tsunami dan tidak ada korban jiwa, kita tetap waspada”katanya.
Ia menyampaikan bahwa jika terjadi gempa, yang pertama dilakukan adalah lari menyelamatkan diri di daerah dataran tinggi, untuk menghindari Tsunami, “kita tidak perlu menunggu informasi, lebih baik kita antisipasi, keluar, karena daerah kita ini adalah daerah rawan bencana,” lanjut Kortanius..

Selain itu dia mengatakan bahwa kita juga harus peduli dengan orang lain yang ada di sekitar kita, jika memungkinkan kita harus menyelamatkan atau membantu yang lain.  Ia mencontohkan jika ada gempa mestinya kita menyelamatkan tetangga kita, malah kita mengejar anak di sekolah, sebab kata Kortanius anak - anak di sekolah ada gurunya yang mengawasi dan itu tanggung jawab guru - guru di sekolah.

“Biarkan orang lain yang menyelamatkan mereka (anak), kalau kita semua peduli, maka anak kita yang ada di tempat lain pasti akan diselamatkan orang. Kita juga harus memiliki tempat - tempat yang nyaman, rumah kita jangan lagi dibangun di pinggir pantai, maka kita Pemerintah tidak lagi memberi rekomendasi membangun rumah di pantai - pantai, jadi kita harus membangunnya di daerah dataran, daerah yang lebih tinggi, aman lebih jauh dari tepi pantai” ujarnya.
Kortanius mengajak masyarakat untuk menanam makanan di ladang atau kebun, sebab jika terjadi bencana masyarakat bisa bertahan dengan adanya makanan yang ditanam, sembari menunggu bantuan dari pemerintah datang.

“Dimana ada kebun kita, kita harus bisa menanam tanaman yang bisa kita makan, misalnya ubi, keladi, pisang dan sebagainya. Orang lain tidak punya makan namun kita ada stok, jadi jangan menanam tanaman satu jenis saja, tetapi macam - macam,” tuturnya..

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu takut dan panik namun waspada dan mengantisipasi, karena dimanapun kita berada pasti ada bencana.
Terkait dengan beberapa bangunan yang rusak Kortanius menghimbau kepada pihak Pemerintah setempat, seperti Dusun, Desa dan Camat untuk menyampaikan informasi menyangkut kondisi masyarakat atau kerusakan bangunan yang terjadi, kepada Pemerintah Kabupaten.

“Kita mengharapkan kepada pemerintah setempat untuk menyampaikan kondisi yang terjadi di daerahnya masing - masing, kita juga berharap kedepannya untuk bangunan itu lebih kokoh lagi, lebih baik lagi, dan jangan asal buat, bangunlah dengan takaran yang sesuai jangan asal bangun, dan juga kita berharap membangun gereja atau fasilitas lainnya lebih banyak kayunya,” tutup Kortanius. (Suntoro)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK