![]() |
Kepala Sekolah SMAN 2 Sipora, Helimursida, sedang menunjukkan penggunaan komputer pada peserta simulasi |
SASARAINAFM.COM,
TUAPEJAT - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)
Kepulauan Mentawai, lakukan simulasi ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian
Kontrak (PPPK/P3K) Kamis (21/2) di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 (SMAN 2)
Sipora.
Simulasi
tersebut guna memantapkan ujian PPPK tanggal 23 Februari mendatang, dimana
sistem ujian yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dalam simulasi
tersebut diikuti sebanyak 27 peserta dari 33 yang lulus verifikasi, selebihnya
tidak bisa mengikuti simulasi karena masih dalam perjalanan dari pulau Siberut
dan Sikakap menuju Tuapejat..
“Jadi
hari ini sesuai dengan ketentuan Nasional merupakan simulasi, mulai jam 14.00
Wib sampai selesai, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan itu satu jam tiga
puluh menit, atau kurang lebih tiga jamlah . Ini sistemnya online jadi kalau
lewat dari tiga jam itu tidak bisa lagi dibuka, maka dari itu yang terlambat
sampai sore itu tidak bisa lagi,” kata Kepala BKPSDM Mentawai, Oreste Sakeru
saat diminta keterangan di lokasi simulasi ujian, Kamis (21/2).
Selanjutnya,
peserta yang terlambat sebanyak 6 orang dari Sikakap dan Siberut tidak bisa
mengikuti simulasi, sebab pihak pusat sudah menutup link setelah simulasi
selesai hari ini. Oreste juga menjelaskan, untuk ujian PPPK nanti, akan
berlangsung selama dua hari, dari tanggal 23 - 24 Februari 2019.
“Karena
kita hanya diikuti 33 peserta ujian, maka kita hanya satu sesi saja, yaitu
tanggal 23 saja, mulai dari pukul 10.00 Wib sampai 11.30 wib atau 90 menit,”
ujarnya.
Sementara
jumlah yang mendaftar secara online sebanyak 35 orang, sementara yang lulus
persyaratan hanya 33 orang, salah satu persyaratan yang tidak terpenuhi bagi
peserta yaitu pendidikan belum Strata satu (S1). Dari data Badan Kepegawaian
Negara (BKN) yang termasuk eks kategori K2 yakni guru-guru yang berjumlah 121
orang.
“Yang
memenuhi syarat hanya 33, karena yang lain ada Ijazahnya masih SMA walaupun
guru, ada yang sedang kuliah, dan yang diterima adalah S1,” kata Oreste..
Kemudian
pelaksanaan ujian sengaja dilakukan di SMAN 2 Sipora sebut Oreste terkait
kebijakan, dimana sebelumnya pihak BKPSDM mengusulkan sistem Computer
Assisted Test (CAT), namun ada kebijakan nasional memakai UNBK yang dimiliki
oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), maka ujian perekrutan
PPPK tahun ini tahap pertama menggunakan UNBK Kemendikbud, untuk itu BKPSDM
serta panitia pusat memilih SMAN 2 Sipora yang memenuhi syarat.
Ia
menyebutkan terkait dengan nilai ambang batas kelulusan seleksi PPPK sendiri,
pihaknya belum mengetahuinya, karena Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil
Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) atau Badan Kepegawaian Negara
(BKN) belum menyampaikan hal tersebut. "Sampai hari ini kita belum
mengetahui Berapa nilai kelulusan pada perekrutan PPPK yang akan ditetapkan
oleh Kemenpan RB mengikuti seleksi ini Namun yang pasti ambang batas nilai
kelulusan itu pasti ada," ungkapnya.
Sementara
yang dinilai antara lain Kompetensi Teknis, Manajerial, Sosio Kultural, dan
Wawancara tertulis di UNBK, namun masing-masing nilai sub skortesnya belum
ditentukan berapa nilai yang dicapai peserta.
Kepala
Sekolah SMAN 2 Sipora, Helimursida menyampaikan kesediaannya penggunaan
Komputer UNBK milik SMAN 2 Sipora dijadikan sebagai tempat pelaksanaan ujian PPPK
eks K2.
“Kami
dari pihak Sekolah dengan senang hati menyediakan sarana baik tenaga teknis
maupun tenaga pembantu, karena memang ini instruksi dari Kemendikbud, bahwa
ujiannya di Sekolah yang sudah UNBK, karena kita sudah UNBK maka kita bersedia
menyediakan sarana,” katanya.
Helimursida
juga menyampaikan di luar sarana adalah tanggung jawab panitia atau pelaksana.
Sementara kendala hingga saat ini tidak tidak ada komputer dan server dalam
kondisi baik.
Selain
itu,salah satu peserta ujian PPPK eks K2, Heni Susidar (37) menyebutkan dalam
pelaksanaan simulasi ia tidak mengalami kendala, namun yang membuat dia sulit
pada saat muncul soal berat seperti Bahasa Asing dan Menghitung (Matematika).
“Tidak
ada sih pak, kalau soal penggunaan alat meskipun agak lambat tapi bisalah, ca
sulit kami saat menjawab soal seperti Bahasa Inggris dan hitung-menghitung,
karena akan memakan waktu, tentu kita cari dulu, sementara waktu berjalan,”
jelasnya. (Suntoro)