Update Real Count Pilpres 219

Photobucket
Jakarta - Data yang masuk ke Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 90%. Sejauh ini, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan selisih 11%. Dilihat dari situs pemilu2019.kpu.go.id, Senin (20/5/2019), pukul 09.00 WIB, data yang sudah masuk berasal dari 738.229 TPS (90,76400%). Total ada 813.350 TPS pada Pemilu 2019. Berikut ini real count KPU berdasarkan data yang telah masuk: 01. Jokowi-Ma'ruf 77.375.524 suara (55,63%) 02. Prabowo-Sandiaga 61.709.353 suara (44,37%)

Kamis, 21 Februari 2019



Kepala Sekolah SMAN 2 Sipora, Helimursida, sedang menunjukkan penggunaan komputer pada peserta simulasi
SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepulauan Mentawai, lakukan simulasi ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK/P3K) Kamis (21/2) di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 (SMAN 2) Sipora.

Simulasi tersebut guna memantapkan ujian PPPK tanggal 23 Februari mendatang, dimana sistem ujian yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dalam simulasi tersebut diikuti sebanyak 27 peserta dari 33 yang lulus verifikasi, selebihnya tidak bisa mengikuti simulasi karena masih dalam perjalanan dari pulau Siberut dan Sikakap menuju Tuapejat..

“Jadi hari ini sesuai dengan ketentuan Nasional merupakan simulasi, mulai jam 14.00 Wib sampai selesai, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan itu satu jam tiga puluh menit, atau kurang lebih tiga jamlah . Ini sistemnya online jadi kalau lewat dari tiga jam itu tidak bisa lagi dibuka, maka dari itu yang terlambat sampai sore itu tidak bisa lagi,” kata Kepala BKPSDM Mentawai, Oreste Sakeru saat diminta keterangan di lokasi simulasi ujian, Kamis (21/2).

Selanjutnya, peserta yang terlambat sebanyak 6 orang dari Sikakap dan Siberut tidak bisa mengikuti simulasi, sebab pihak pusat sudah menutup link setelah simulasi selesai hari ini. Oreste juga menjelaskan, untuk ujian PPPK nanti, akan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 23 - 24 Februari 2019.

“Karena kita hanya diikuti 33 peserta ujian, maka kita hanya satu sesi saja, yaitu tanggal 23 saja, mulai dari pukul 10.00 Wib sampai 11.30 wib atau 90 menit,” ujarnya.

Sementara jumlah yang mendaftar secara online sebanyak 35 orang, sementara yang lulus persyaratan hanya 33 orang, salah satu persyaratan yang tidak terpenuhi bagi peserta yaitu pendidikan belum Strata satu (S1). Dari data Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang termasuk eks kategori K2 yakni guru-guru yang berjumlah 121 orang.

“Yang memenuhi syarat hanya 33, karena yang lain ada Ijazahnya masih SMA walaupun guru, ada yang sedang kuliah, dan yang diterima adalah S1,” kata Oreste..

Kemudian pelaksanaan ujian sengaja dilakukan di SMAN 2 Sipora sebut Oreste terkait kebijakan,  dimana sebelumnya pihak BKPSDM mengusulkan sistem Computer Assisted Test (CAT), namun ada kebijakan nasional memakai UNBK yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), maka ujian perekrutan PPPK tahun ini tahap pertama menggunakan UNBK Kemendikbud, untuk itu BKPSDM serta panitia pusat memilih SMAN 2 Sipora yang memenuhi syarat.

Ia menyebutkan terkait dengan nilai ambang batas kelulusan seleksi PPPK sendiri, pihaknya belum mengetahuinya, karena Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) atau Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum menyampaikan hal tersebut. "Sampai hari ini kita belum mengetahui Berapa nilai kelulusan pada perekrutan PPPK yang akan ditetapkan oleh Kemenpan RB mengikuti seleksi ini Namun yang pasti ambang batas nilai kelulusan itu pasti ada," ungkapnya.

Sementara yang dinilai antara lain Kompetensi Teknis, Manajerial, Sosio Kultural, dan Wawancara tertulis di UNBK, namun masing-masing nilai sub skortesnya belum ditentukan berapa nilai yang dicapai peserta.

Kepala Sekolah SMAN 2 Sipora, Helimursida menyampaikan kesediaannya penggunaan Komputer UNBK milik SMAN 2 Sipora dijadikan sebagai tempat pelaksanaan ujian PPPK eks K2.

“Kami dari pihak Sekolah dengan senang hati menyediakan sarana baik tenaga teknis maupun tenaga pembantu, karena memang ini instruksi dari Kemendikbud, bahwa ujiannya di Sekolah yang sudah UNBK, karena kita sudah UNBK maka kita bersedia menyediakan sarana,” katanya.

Helimursida juga menyampaikan di luar sarana adalah tanggung jawab panitia atau pelaksana. Sementara kendala hingga saat ini tidak tidak ada komputer dan server dalam kondisi baik.

Selain itu,salah satu peserta ujian PPPK eks K2, Heni Susidar (37) menyebutkan dalam pelaksanaan simulasi ia tidak mengalami kendala, namun yang membuat dia sulit pada saat muncul soal berat seperti Bahasa Asing dan Menghitung (Matematika).

“Tidak ada sih pak, kalau soal penggunaan alat meskipun agak lambat tapi bisalah, ca sulit kami saat menjawab soal seperti Bahasa Inggris dan hitung-menghitung, karena akan memakan waktu, tentu kita cari dulu, sementara waktu berjalan,” jelasnya. (Suntoro)

0 komentar:

Posting Komentar

Photobucket

Radio Visual

SIARAN SUARA NUSANTARA LPPL RADIO INDONESIA