Selasa, 15 Januari 2019

Ilustrasi : Pernikahan Adat Mentawai

SASARAINAFM.COM, TUAPEJAT – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kepulauan Mentawai Tarsisius Sakeru menyebutkan masih banyak warga Mentawai khususnya di Siberut  yang melakukan prosesi upacara perkawinan hanya secara adat tanpa diberkati seorang penatua agama seperti pastor, pendeta, ataupun ustad.

"Kebanyakan di wilayah Siberut yang menikah hanya diketahui oleh kepala suku, " ungkap Tarsisius Sakeru Kepala Disdukcapil Mentawai..

Ia mengatakan hal tersebut terjadi karena beragam faktor seperti kurangnya pendidikan terhadap masyarakat, dan masih banyak yang buta huruf.

"Solusinya, DisDukcapil hadir langsung di tengah-tengah masyarakat untuk menanyakan kronologis pernikahan adatnya.Sesudahnya kita hubungi penatua agama, pendeta atau pastor, " papar Tarcisius pada selasa, (15/01/2019).

Ia mengatakan bahwa pihaknya berupaya menggabungkan hukum adat dan hukum positif melalui seni hukum dan sosiologi hukum agar resiko hukum tidak terjadi mengatasi persoalan tersebut..

Pihaknya juga berinovasi dengan pola UPT 1 atap di setiap kecamatan untuk melayani administrasi kependudukan masyarakat tanpa pungutan.

Sementara hingga Juli 2019  ia katakan blangko untuk pengurusan Akta lahir dan perkawinan kosong dan masih menunggu adanya anggaran untuk jemput bola.

Diketahui sebelumnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kepulauan Mentawai pada tahun 2018 lalu mendapatkan penghargaan dari Gubernur Sumbar atas dedikasi pelayanan, inovasi dan kiat-kiat pelayanan terbaik se Sumbar  dengan mempertimbangkan letak geografis dan akses yang sulit, serta sarana prasarana yang sangat minim. (KS)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK