Lintas Berita Asosiasi LPPL Sumbar

Kamis, 17 Januari 2019

Yusuf Hadi Sumarto, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mentawai

Sasarainafm.com,Tuapejat - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai akan menggelar kegiatan Jambore Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke VI tahun 2019 ini di desa Goiso' Oinan kecamatan Sipora Utara. Mentawai dipilih menjadi tuan rumah jambore kali ini karena berhasil menjadi jawara pada Jambore PRB ke-V pada september 2018 lalu di Kota Padang.

Jambore tersebut nantinya akan diikuti oleh 19 kabupaten/kota se Sumbar.
"Sejauh ini persiapan kita, sudah melakukan pertemuan dengan masyarakat yang telah menjadi desa tangguh bencana karena dalam pelaksanaan Jambore ini kita akan melibatkan tim Penanggulangan Bencana (PB) kita dari tingkat dusun yang kita seleksi menjadi peserta, " Ujar Yusuf Hadisumarno Kepala Bidang  Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD di ruang kerjanya, rabu (16/01/2018). .

" Kemarin kami sudah melakukan pertemuan di desa Goiso' Oinan karena lokasi Pagelaran Jambore 2019 nantinya di lapangan bola Goiso' Oinan. Kita sudah koordinasi juga dengan  BPBD provinsi dan beberapa teman lainnya di Sumbar dan telah menyepakati pelaksanaan Jambore akan dilaksanakan pada Juli 2019 mendatang, "kata Yusuf.

Selanjutnya ia katakan bahwa pada kegiatan Jambore tersebut akan ada
sosialisasi atau penyuluhan terkait PRB oleh peserta Jambore selain lomba.
Manfaat dari Jambore ini ia katakan selain agar desa tangguh bencana dan meningkatkan tali silaturahmi kelompok siaga bencana, sharing pengetahuan dalam penanganan bencana,  juga meningkatkan perputaran roda ekonomi masyarakat..

"Dari 9 desa di Mentawai yang sudah menjadi desa Tangguh Bencana, masyarakat di beberapa desa kita seleksi yang memiliki kapasitas menjadi peserta," kata Yusuf.
Desa yang nantinya terlibat dari Mentawai katanya antaralain desa Tuapejat, Sipora Jaya,  Goiso' Oinan,   Pei-Pei , Sagulubbe, dan Bosua.

Nantinya, 1 tim Jambore masing-masing kabupaten terdiri dari 15 orang,  jika ditambah official bisa mencapai 22-25 orang, namun yang dibiayai hanya 15 orang. Anggaran untuk kegiatan jambore Yusuf katakan sekira Rp,800 juta secara keseluruhan.

"Pada kegiatan ini nantinya kami
akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan,  Koperindag,  dan Pariwisata.(KS)


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

PERISTIWA

PEMBANGUNAN

KESEHATAN

SOSOK